ADHD sering dianggap "anak bandel". Padahal ini gangguan neurobiologis yang bisa diidentifikasi & dikelola sejak dini agar anak tidak tertinggal di sekolah & sosial.
Tim Redaksi Sehatku
Direview dr. Reza Anwar, Sp.KJ7 menit baca20 Mei 2026Diperbarui 20 Mei 2026
ADHD (Attention Deficit Hyperactivity Disorder) = gangguan neurobiologis yang ditandai dengan kesulitan fokus, hiperaktif, dan/atau impulsif yang menetap dan mengganggu fungsi sehari-hari.
Prevalensi global: 5-7% anak usia sekolah. Indonesia: estimasi 2-4% (kemungkinan underdiagnosed). Anak laki 3x lebih sering didiagnosa dari perempuan.
Apa itu ADHD?
Bukan "anak nakal" atau "tidak disiplin"
ADHD adalah kondisi otak nyata dengan perbedaan struktur dan kimia (terutama dopamin, norepinefrin) yang terdeteksi via neuroimaging.
Komponen utama
Inattention: sulit fokus, lupa, mudah teralihkan
Hyperactivity: gerak terus, tidak bisa duduk diam
Impulsivity: bertindak tanpa pikir, sulit menunggu giliran
Onset
Tanda mulai usia 4-12 tahun
Diagnosa biasanya usia SD (saat tuntutan akademik meningkat)
60-70% berlanjut ke dewasa (ADHD dewasa)
Yang bukan ADHD
Anak hiperaktif normal sementara (terutama balita)
Anak lambat akademik karena masalah lain (disleksia, autism)
Anak korban abuse/trauma (mirip ADHD tapi penyebab beda)
Anak dengan kondisi medis (hipertiroid, anemia, sleep apnea)
3 tipe ADHD
Tipe Inattentive (predominantly inattentive)
Sulit fokus dan menyelesaikan tugas
Sering melamun, "kepala di awan"
Sering lupa hal sehari-hari
Sering kehilangan barang
Sulit ikuti instruksi multi-step
Lebih sering pada anak perempuan → sering tidak terdiagnosa
Tipe Hyperactive-Impulsive
Tidak bisa duduk diam
Bicara berlebihan, tidak bisa berhenti
Sering interupsi
Memanjat, lari di tempat tidak pantas
Impulsif (lompat dari ketinggian, lintas jalan tanpa lihat)
Tipe Combined (paling umum)
Gabungan keduanya
50-60% kasus ADHD
Paling berdampak ke akademik & sosial
Proteksi Kesehatan
Lindungi Keluarga dari Biaya Rumah Sakit yang Tinggi
Asuransi kesehatan Allianz cashless di 1500+ rumah sakit Indonesia. Konsultasikan kebutuhan keluarga Anda dengan agen tersertifikasi, gratis, tanpa kewajiban beli.
Disclaimer medis: Artikel ini bersifat edukatif dan tidak dapat menggantikan konsultasi langsung dengan dokter. Selalu konsultasikan kondisi kesehatan Anda dengan tenaga medis berlisensi sebelum mengambil keputusan terkait perawatan.