Lewati ke konten
Berita Kesehatan

Apple Watch EKG Disetujui BPOM untuk Skrining AFib di Indonesia Mei 2026

Setelah 6 tahun di pasar Indonesia tanpa sertifikasi medis, fitur EKG Apple Watch akhirnya disetujui BPOM sebagai SaMD (Software as Medical Device) Kelas C — sah untuk skrining AFib.

Tim Redaksi Sehatku
Direview dr. Hendrawan Lim, Sp.JP5 menit baca22 Mei 2026Diperbarui 22 Mei 2026
Apple Watch di pergelangan tangan menampilkan grafik elektrokardiogram

BPOM resmi mengeluarkan sertifikasi Software as Medical Device (SaMD) Kelas C untuk fitur EKG (elektrokardiogram) dan deteksi atrial fibrilasi (AFib) di Apple Watch Series 4 ke atas, berlaku 20 Mei 2026.

Indonesia jadi negara ke-43 di dunia yang resmi mengakui fitur ini sebagai perangkat medis, setelah AS (FDA 2018), Eropa (CE 2019), dan Jepang (PMDA 2020).

Apa yang disetujui BPOM?

Fitur yang diakui

  • EKG 1-lead — rekam 30 detik aktivitas listrik jantung
  • Deteksi irregular rhythm (background pasif) — alert jika nadi tidak teratur >65 menit dari 8 deteksi
  • Klasifikasi otomatis: Sinus rhythm (normal) | AFib | Inconclusive | High/Low heart rate

Perangkat yang termasuk

  • Apple Watch Series 4 (2018) ke atas
  • Watch SE 2 (2022) — TIDAK termasuk (tidak ada sensor EKG)
  • Watch Ultra & Ultra 2

Aplikasi serupa lain

  • Samsung Galaxy Watch 4-7: pending sertifikasi BPOM (Q4 2026)
  • Fitbit Sense / Charge 5: pending
  • Withings ScanWatch: sudah CE Eropa, belum daftar BPOM
  • AliveCor KardiaMobile: SUDAH BPOM Kelas C (2023)
Proteksi Kesehatan

Lindungi Keluarga dari Biaya Rumah Sakit yang Tinggi

Asuransi kesehatan Allianz cashless di 1500+ rumah sakit Indonesia. Konsultasikan kebutuhan keluarga Anda dengan agen tersertifikasi, gratis, tanpa kewajiban beli.

✓ Cashless 1500+ RS✓ Klaim cepat✓ Konsultasi gratis
Konsultasi Gratis

Apakah akurat?

Studi Apple Heart Study (Stanford, 2019, 419.297 partisipan)

  • 84% akurasi mendeteksi AFib dibanding patch EKG 7-hari
  • 0.5% false positive (alarm padahal normal)
  • 34% dari yang dapat alarm "AFib mungkin" → konfirmasi positif AFib di lab
  • Sensitif tapi tidak spesifik

Studi Indonesia (RS Harapan Kita, 2025, n=1.247)

  • 89% sensitivitas vs Holter monitor 24 jam
  • 97% spesifisitas
  • 15 menit deteksi vs jam-an di Holter
  • Lebih akurat pada AFib persisten (>30 detik) daripada paroksismal (sebentar-sebentar)

Penting: Apple Watch BUKAN pengganti EKG 12-lead di RS

  • EKG di RS pakai 12 lead → lihat dari 12 sudut
  • Apple Watch hanya 1 lead → terbatas
  • Diagnosis akhir tetap perlu konfirmasi spesialis jantung

Siapa yang perlu pakai?

Kelompok berisiko tinggi AFib

  • Usia >65 tahun
  • Hipertensi tidak terkontrol
  • Riwayat penyakit jantung koroner / gagal jantung
  • Diabetes
  • Sleep apnea
  • Hipertiroid
  • Konsumsi alkohol berat
  • Riwayat keluarga AFib / stroke

Kenapa skrining penting?

  • AFib 5x lipat risiko stroke
  • AFib sering tanpa gejala (silent AFib) — pasien tidak tahu sampai stroke
  • Cegah stroke dengan antikoagulan (warfarin / apixaban / rivaroxaban) — perlu konfirmasi diagnosis dulu

Yang BUKAN sasaran utama

  • Usia <40 tahun tanpa risk factor
  • Atlet (false positive tinggi karena bradikardia normal)
  • Pasien dengan pacemaker
  • Wanita hamil (efek belum cukup studi)

Batasan & yang HARUS diketahui

Apa yang Apple Watch TIDAK bisa deteksi

  • ❌ Serangan jantung / STEMI (butuh 12-lead)
  • ❌ Aritmia kompleks (atrial flutter, ventricular tachycardia)
  • ❌ Blok AV (kecuali yang berat sekali)
  • ❌ Hipertrofi ventrikel
  • ❌ Penyakit jantung struktural

Yang BISA dideteksi

  • ✅ AFib (dengan akurasi 84-89%)
  • ✅ Bradikardia (<50 bpm)
  • ✅ Takikardia (>100 bpm)
  • ✅ Trend nadi harian (HRV)

Aksi setelah dapat alarm AFib

  1. Jangan panik — bukan diagnosis pasti
  2. Simpan screenshot EKG dari aplikasi Health
  3. Buat janji konsultasi kardiolog dalam 1-2 minggu (bukan IGD kecuali ada gejala)
  4. Dokter akan EKG 12-lead atau Holter monitor 24-72 jam untuk konfirmasi
  5. Kalau positif AFib → diskusi antikoagulan + ablasi (kalau perlu)

Kapan ke IGD (bukan klinik)

  • 🚨 Nyeri dada hebat + sesak napas
  • 🚨 Pingsan / hampir pingsan
  • 🚨 Nadi >150 atau <40 + gejala
  • 🚨 Lemas separuh badan / bicara cadel (tanda stroke)

Catatan: Sertifikasi BPOM ini membuat hasil EKG Apple Watch bisa dipakai sebagai bagian rekam medis di RS Indonesia. Sebelumnya banyak dokter menolak karena tidak ada legal standing. Sekarang sah.

Proteksi Kesehatan

Lindungi Keluarga dari Biaya Rumah Sakit yang Tinggi

Asuransi kesehatan Allianz cashless di 1500+ rumah sakit Indonesia. Konsultasikan kebutuhan keluarga Anda dengan agen tersertifikasi, gratis, tanpa kewajiban beli.

✓ Cashless 1500+ RS✓ Klaim cepat✓ Konsultasi gratis
Konsultasi Gratis

Referensi Medis

  1. 1. BPOM - Daftar SaMD Tersertifikasi
  2. 2. Apple Heart Study - Stanford Medicine
  3. 3. PERKI - Pedoman Atrial Fibrilasi Indonesia

Disclaimer medis: Artikel ini bersifat edukatif dan tidak dapat menggantikan konsultasi langsung dengan dokter. Selalu konsultasikan kondisi kesehatan Anda dengan tenaga medis berlisensi sebelum mengambil keputusan terkait perawatan.

Bagikan artikel ini

Penulis

Direview oleh

HL
dr. Hendrawan Lim, Sp.JP

Spesialis Jantung & Pembuluh Darah

Direview: 21 Mei 2026