Lewati ke konten
Obat

Bahaya Pakai Obat Steroid Jangka Panjang: Risiko Insufisiensi Adrenal

Kortikosteroid sangat berguna bila sesuai resep, tetapi pemakaian jangka panjang atau sembarangan berisiko. Kenali bahayanya dan kenapa tidak boleh berhenti mendadak.

Tim Redaksi Sehatku
Disusun Tim Redaksi Sehatku9 menit baca6 Juni 2026Diperbarui 6 Juni 2026
Ilustrasi obat-obatan dan kewaspadaan penggunaan
Sehatku.id

Obat kortikosteroid (sering disebut ''steroid'') termasuk obat yang sangat bermanfaat sekaligus sering disalahgunakan. Bila dipakai sesuai indikasi dokter, steroid bisa menyelamatkan dan memperbaiki kualitas hidup. Tetapi pemakaian jangka panjang atau sembarangan dapat menimbulkan efek samping serius, termasuk penekanan kelenjar adrenal yang berisiko mengancam nyawa bila salah dihentikan.

Artikel ini menjelaskan apa itu steroid, manfaatnya yang sah, bahayanya, dan cara memakainya dengan aman. Catatan penting: jangan pernah memulai, menghentikan, atau mengubah dosis steroid sendiri tanpa arahan dokter.

## Apa itu kortikosteroid? {#apa-itu}

Kortikosteroid adalah obat yang menyerupai hormon kortisol, yaitu hormon alami yang diproduksi oleh kelenjar adrenal (anak ginjal). Kortisol berperan mengatur peradangan, tekanan darah, gula darah, dan respons tubuh terhadap stres.

Obat ini ada dalam banyak bentuk: tablet (misalnya prednison, metilprednisolon, deksametason), suntikan, inhaler (untuk asma), krim/salep kulit, tetes mata, hingga semprot hidung. Steroid jenis ini berbeda dari steroid anabolik yang disalahgunakan untuk membentuk otot.

## Kapan steroid benar-benar berguna {#manfaat}

Bila diresepkan dokter dengan indikasi tepat, kortikosteroid memang sangat membantu, misalnya untuk:

  • Peradangan berat dan reaksi alergi yang serius
  • Penyakit autoimun seperti lupus, radang sendi tertentu, atau penyakit usus
  • Asma dan penyakit paru kronis (sering dalam bentuk inhaler)
  • Penyakit kulit, mata, dan kondisi lain sesuai pertimbangan dokter
  • Pada orang yang kelenjar adrenalnya memang kurang berfungsi, sebagai terapi pengganti hormon

Intinya: steroid bukan obat ''jahat''. Masalah muncul ketika obat ini dipakai terlalu lama, dengan dosis tinggi, atau tanpa pengawasan tenaga kesehatan.

## Bahaya pemakaian jangka panjang atau sembarangan {#bahaya}

Semakin lama dan semakin tinggi dosis steroid, semakin besar risiko efek sampingnya. Beberapa yang perlu diketahui:

  • Wajah membulat (moon face) dan penumpukan lemak di leher/perut
  • Berat badan naik dan nafsu makan meningkat
  • Kulit menipis, gampang memar, dan luka lebih lambat sembuh
  • Tekanan darah naik (hipertensi)
  • Gula darah naik, bisa memicu atau memperberat diabetes
  • Osteoporosis (tulang keropos) sehingga lebih mudah patah
  • Mudah terkena infeksi karena daya tahan tubuh menurun
  • Katarak dan gangguan mata lain
  • Perubahan suasana hati, sulit tidur
  • Penekanan kelenjar adrenal, yaitu adrenal menjadi ''malas'' memproduksi kortisol sendiri

Efek ini umumnya lebih kuat pada steroid minum atau suntik jangka panjang dibanding pemakaian topikal yang singkat. Tetapi pemakaian krim atau inhaler dosis tinggi dalam waktu lama juga tetap perlu pengawasan.

### Steroid yang ''menyamar'' di jamu dan obat warung {#tersembunyi}

Yang sering luput: banyak orang memakai steroid tanpa sadar. Sejumlah jamu, obat pegal-linu, atau ramuan ''penambah nafsu makan/biar gemuk'' yang dijual bebas atau lewat suntikan diam-diam dicampur steroid agar tubuh cepat terlihat berisi dan keluhan cepat hilang.

Karena dipakai terus-menerus tanpa pengawasan, justru risikonya besar: tubuh menjadi tergantung dan kelenjar adrenal tertekan, lalu muncul efek samping di atas. Maka, jangan membeli atau menyuntik produk ''biar gemuk'' sembarangan. Pastikan obat punya izin edar BPOM dan, bila ragu, cek lewat cekbpom.pom.go.id.

## Kenapa tidak boleh berhenti mendadak {#berhenti-mendadak}

Saat seseorang memakai steroid dosis cukup dalam waktu lama, tubuh ''membaca'' bahwa kortisol sudah berlimpah dari luar, sehingga kelenjar adrenal berhenti memproduksi kortisol sendiri. Kondisi ini disebut insufisiensi adrenal akibat penekanan.

Bila steroid dihentikan mendadak, tubuh tiba-tiba kehilangan sumber kortisol dari luar, sementara adrenal belum ''bangun'' untuk memproduksinya lagi. Akibatnya bisa terjadi krisis adrenal, sebuah keadaan gawat darurat. Karena itu, penghentian steroid jangka panjang harus bertahap (tapering) dan hanya atas arahan dokter agar adrenal punya waktu pulih.

## Krisis adrenal: tanda gawat darurat {#krisis-adrenal}

Krisis adrenal adalah kondisi darurat ketika tubuh kekurangan kortisol secara mendadak. Ini bisa dipicu oleh penghentian steroid yang terlalu cepat, atau oleh sakit/infeksi/operasi pada orang yang adrenalnya tertekan.

Waspadai tanda-tanda berikut:

  • Lemas ekstrem mendadak
  • Mual dan muntah, nyeri perut
  • Tekanan darah anjlok, pusing, hingga pingsan
  • Kebingungan atau penurunan kesadaran

Tanda bahaya (emergency): Jika seseorang yang memakai steroid jangka panjang mengalami lemas hebat, muntah, dan tekanan darah anjlok, ini bisa jadi krisis adrenal. Segera hubungi 119 atau bawa ke IGD terdekat. Jangan ditunda.

## Cara aman memakai steroid {#cara-aman}

Steroid bisa aman bila dipakai dengan benar. Prinsipnya:

  • Hanya pakai sesuai resep dan indikasi dari dokter, dengan dosis dan durasi yang ditentukan
  • Jangan membeli, meminjam, atau menyuntik steroid sembarangan, termasuk jamu/produk ''biar gemuk''
  • Jangan berhenti mendadak. Bila perlu dihentikan, dosis diturunkan bertahap (tapering) atas arahan dokter
  • Saat sakit, demam, atau stres berat, kebutuhan kortisol meningkat; dokter mungkin mengarahkan untuk menaikkan dosis sementara (jangan lakukan sendiri tanpa instruksi)
  • Bawa identitas pengguna steroid (kartu/catatan) agar petugas medis tahu, terutama saat darurat atau sebelum tindakan/operasi
  • Kontrol rutin untuk memantau tekanan darah, gula darah, tulang, dan mata
  • Simpan daftar obat dan beri tahu setiap tenaga kesehatan bahwa Anda memakai steroid

## Kapan harus ke dokter {#ke-dokter}

Segera konsultasikan ke dokter bila Anda:

  • Sudah memakai steroid cukup lama dan ingin mengurangi atau menghentikannya (jangan stop sendiri)
  • Mengalami efek samping seperti wajah membulat, berat badan naik drastis, gampang memar, atau gula/tekanan darah naik
  • Akan menjalani operasi, tindakan medis, atau sedang sakit/infeksi saat memakai steroid
  • Tidak yakin apakah obat/jamu/suntikan yang Anda pakai mengandung steroid

Dan jangan tunda ke IGD atau hubungi 119 bila muncul tanda krisis adrenal: lemas ekstrem, muntah, dan tekanan darah anjlok.

Steroid adalah obat yang baik di tangan yang tepat. Kuncinya: pakai sesuai arahan dokter, hindari produk sembarangan, dan jangan pernah berhenti mendadak.

Proteksi Kesehatan

Lindungi Keluarga dari Biaya Rumah Sakit yang Tinggi

Asuransi kesehatan Allianz dengan sistem cashless di rumah sakit rekanan Allianz. Konsultasikan kebutuhan keluarga Anda dengan agen tersertifikasi, gratis, tanpa kewajiban beli.

✓ Cashless di RS rekanan✓ Klaim cepat✓ Konsultasi gratis
Konsultasi Gratis

Asuransi kesehatan keluarga dari Allianz

Cashless di RS rekanan · Klaim 24 jam · Konsultasi gratis

Lihat Detail

Referensi Medis

  1. 1. Kementerian Kesehatan RI
  2. 2. Cek Izin Edar BPOM
  3. 3. WHO

Disclaimer medis: Artikel ini bersifat edukatif dan tidak dapat menggantikan konsultasi langsung dengan dokter. Selalu konsultasikan kondisi kesehatan Anda dengan tenaga medis berlisensi sebelum mengambil keputusan terkait perawatan.

Bagikan artikel ini

Penulis

Tinjauan Editorial

Tim Redaksi Medis Sehatku

Konten disusun mengacu pada sumber medis resmi

Diperbarui: 5 Juni 2026