Mastitis (Radang Payudara) saat Menyusui: Gejala dan Cara Mengatasi
Kesehatan Wanita
Mastitis (Radang Payudara) saat Menyusui: Gejala dan Cara Mengatasi
Mastitis bikin payudara nyeri, merah, dan demam. Kabar baiknya, Anda tetap bisa menyusui dengan aman. Kenali gejala dan cara mengatasinya.
Tim Redaksi Sehatku
Disusun Tim Redaksi Sehatku8 menit baca6 Juni 2026Diperbarui 6 Juni 2026
Kesehatan Wanita
Mastitis (Radang Payudara) saat Menyusui: Gejala dan Cara Mengatasi
Sehatku.id
Banyak ibu menyusui pernah mengalami payudara yang tiba-tiba nyeri, merah, dan terasa hangat di satu area. Kondisi ini disebut mastitis, atau radang payudara. Rasanya memang tidak nyaman, tetapi dengan penanganan yang tepat, sebagian besar mastitis bisa membaik dan Anda tetap dapat menyusui si kecil dengan aman.
Apa itu mastitis?
Mastitis adalah peradangan pada jaringan payudara yang paling sering dialami ibu menyusui, terutama pada beberapa minggu pertama. Pemicunya biasanya saluran ASI yang tersumbat: ketika ASI tidak mengalir lancar dan menumpuk, jaringan di sekitarnya menjadi meradang. Peradangan ini bisa terjadi dengan atau tanpa infeksi.
Bila ASI yang menumpuk disertai masuknya bakteri (misalnya melalui puting yang lecet), peradangan dapat berkembang menjadi infeksi. Karena itu, mengenali gejala lebih awal sangat membantu agar kondisi tidak bertambah berat.
Gejala yang perlu dikenali
Mastitis biasanya muncul pada satu area di salah satu payudara, dan terasa cukup mendadak. Tanda khasnya meliputi:
Tanda
Yang dirasakan
Pada payudara
Area yang nyeri, merah, bengkak, dan terasa hangat
Tekstur
Bisa teraba lebih keras atau ada benjolan di area tersebut
Tubuh
Demam, menggigil, badan pegal, lemas seperti gejala flu
Bila Anda merasa "meriang" disertai payudara yang sakit di satu sisi, kemungkinan besar itu mastitis. Jangan diabaikan, tetapi juga jangan panik.
Tetap menyusui dari sisi yang sakit
Ini pesan paling penting: tetaplah menyusui atau memerah ASI dari payudara yang sakit. Banyak ibu khawatir ASI dari payudara yang meradang berbahaya bagi bayi, padahal ASI tetap aman untuk diberikan, termasuk saat mastitis.
Justru sebaliknya, mengosongkan payudara secara teratur adalah bagian utama dari penyembuhan. ASI yang tetap menumpuk akan memperparah penyumbatan dan peradangan. Jadi:
Susui bayi lebih sering, dan mulai dari sisi yang sakit saat isapan bayi paling kuat.
Bila terasa sangat nyeri untuk menyusui langsung, perah ASI dengan tangan atau pompa agar payudara tetap kosong.
Proteksi Kesehatan
Lindungi Keluarga dari Biaya Rumah Sakit yang Tinggi
Asuransi kesehatan Allianz dengan sistem cashless di rumah sakit rekanan Allianz. Konsultasikan kebutuhan keluarga Anda dengan agen tersertifikasi, gratis, tanpa kewajiban beli.
✓ Cashless di RS rekanan✓ Klaim cepat✓ Konsultasi gratis
Sebagian besar mastitis ringan dapat membaik dengan langkah sederhana di rumah:
Sering menyusui atau memerah untuk melancarkan aliran ASI.
Perbaiki pelekatan (latch) bayi agar payudara terkosongkan dengan baik dan puting tidak lecet.
Kompres hangat sebelum menyusui membantu ASI mengalir; kompres dingin setelahnya membantu meredakan nyeri dan bengkak.
Istirahat cukup dan perbanyak cairan seperti air putih.
Pereda demam dan nyeri seperti parasetamol umumnya aman saat menyusui. Ikuti aturan pakai pada kemasan dan tanyakan ke apoteker bila ragu.
Pijatan lembut ke arah puting saat menyusui boleh dilakukan, tetapi hindari memijat terlalu keras karena dapat menambah peradangan.
Kapan butuh antibiotik?
Tidak semua mastitis membutuhkan antibiotik. Banyak kasus ringan membaik hanya dengan pengosongan payudara dan perawatan di rumah dalam 1-2 hari.
Antibiotik biasanya diperlukan bila gejala tidak membaik dalam sekitar 24 jam setelah perawatan rumah, atau bila ada tanda infeksi yang jelas seperti demam tinggi yang menetap atau puting lecet yang terinfeksi. Antibiotik ini harus diresepkan dokter karena perlu jenis yang aman untuk ibu menyusui.
Bila diberi antibiotik, habiskan seluruh dosis sesuai anjuran walaupun sudah merasa membaik, agar infeksi benar-benar tuntas dan tidak kambuh. Selama minum antibiotik, Anda tetap boleh dan dianjurkan menyusui.
Kapan harus ke dokter
Segera periksakan diri ke dokter atau bidan bila Anda mengalami:
Demam tinggi yang menetap atau makin tinggi.
Gejala yang makin parah, bukannya membaik, setelah perawatan rumah.
Muncul benjolan yang sangat nyeri, berisi nanah, atau dugaan abses (kantong nanah di payudara). Abses memerlukan penanganan medis khusus.
Anda merasa sangat lemas, atau ragu dengan kondisi Anda.
Memeriksakan diri lebih awal jauh lebih baik daripada menunggu sampai parah. Tenaga kesehatan ada untuk mendukung, bukan menghakimi.
Mencegah mastitis berulang
Setelah pulih, beberapa kebiasaan ini membantu menurunkan risiko mastitis kembali:
Menyusui secara efektif dan teratur agar payudara tidak terlalu penuh.
Pastikan pelekatan bayi baik sehingga ASI terkosongkan optimal dan puting tidak lecet.
Hindari menunda atau melewatkan jadwal menyusui dalam waktu lama tanpa memerah.
Mastitis adalah hal yang umum dan bukan tanda Anda gagal sebagai ibu. Dengan penanganan yang tepat, sebagian besar ibu pulih sepenuhnya dan dapat melanjutkan perjalanan menyusui mereka.
Asuransi kesehatan keluarga dari Allianz
Cashless di RS rekanan · Klaim 24 jam · Konsultasi gratis
Disclaimer medis: Artikel ini bersifat edukatif dan tidak dapat menggantikan konsultasi langsung dengan dokter. Selalu konsultasikan kondisi kesehatan Anda dengan tenaga medis berlisensi sebelum mengambil keputusan terkait perawatan.