Varikokel: Gejala, Pengaruh pada Kesuburan, dan Kapan Perlu Operasi
Kesehatan Pria
Varikokel: Gejala, Pengaruh pada Kesuburan, dan Kapan Perlu Operasi
Varikokel sering tanpa gejala, tetapi bisa memengaruhi kesuburan pria. Kenali tandanya, cara diagnosis, dan kapan tindakan diperlukan.
Tim Redaksi Sehatku
Disusun Tim Redaksi Sehatku8 menit baca6 Juni 2026Diperbarui 6 Juni 2026
⚕️Sehatku.id
Varikokel adalah kondisi yang cukup umum pada pria, tetapi sering tidak disadari karena banyak yang tidak menimbulkan keluhan. Memahaminya penting karena varikokel termasuk salah satu penyebab gangguan kesuburan pria yang masih bisa diperbaiki.
## Apa itu varikokel? {#apa-itu}
Varikokel adalah pelebaran pembuluh darah vena di dalam skrotum (kantong buah zakar), mirip dengan varises yang terjadi di tungkai. Karena itu, kondisi ini sering disebut awam sebagai 'varises buah zakar'.
Pembuluh vena bertugas mengalirkan darah kembali ke jantung. Bila katup di dalamnya tidak berfungsi baik, darah dapat menumpuk dan membuat vena melebar serta berkelok. Varikokel lebih sering terjadi pada sisi kiri karena perbedaan jalur dan sudut aliran vena di sisi tersebut. Sebagian kasus dapat terjadi pada kedua sisi.
## Gejala yang perlu dikenali {#gejala}
Banyak pria dengan varikokel tidak merasakan gejala apa pun dan baru mengetahuinya saat pemeriksaan kesehatan atau saat memeriksakan masalah kesuburan. Bila muncul keluhan, beberapa yang umum antara lain:
Nyeri tumpul atau rasa tidak nyaman di area skrotum yang cenderung memberat saat berdiri lama atau setelah aktivitas, dan mereda saat berbaring.
Benjolan atau tonjolan yang teraba lunak, sering digambarkan seperti 'kantong cacing' (bag of worms).
Ukuran salah satu buah zakar yang berbeda atau terasa lebih kecil dibanding sisi lainnya.
Perlu dicatat, tidak setiap benjolan di skrotum adalah varikokel. Benjolan yang muncul mendadak, terasa keras, nyeri hebat, atau disertai demam harus segera diperiksakan untuk menyingkirkan penyebab lain.
## Pengaruh terhadap kesuburan {#kesuburan}
Inilah alasan varikokel mendapat perhatian khusus. Varikokel dapat menurunkan jumlah dan kualitas sperma, sehingga menjadi salah satu faktor yang berkaitan dengan gangguan kesuburan pria.
Diduga, penumpukan darah pada vena yang melebar meningkatkan suhu di sekitar testis dan mengganggu lingkungan ideal untuk produksi sperma. Akibatnya, konsentrasi, pergerakan, maupun bentuk sperma dapat terpengaruh.
Meski begitu, penting dipahami bahwa tidak semua pria dengan varikokel mengalami masalah kesuburan, dan banyak yang tetap memiliki anak tanpa masalah. Yang juga perlu ditekankan: kesuburan adalah persoalan pasangan, bukan kesalahan salah satu pihak. Bila pasangan kesulitan memiliki anak, evaluasi sebaiknya dilakukan pada kedua belah pihak secara bersama-sama tanpa saling menyalahkan.
## Cara diagnosis {#diagnosis}
Diagnosis varikokel umumnya ditegakkan melalui:
Pemeriksaan fisik oleh dokter, sering dengan posisi berdiri dan saat pasien mengejan ringan agar vena yang melebar lebih mudah teraba.
USG skrotum (ultrasonografi) untuk memastikan diagnosis, menilai ukuran vena dan aliran darah, serta menyingkirkan penyebab lain.
Bila ada kekhawatiran terhadap kesuburan, dokter dapat menyarankan analisis sperma untuk menilai jumlah dan kualitasnya.
## Apakah semua perlu operasi? {#operasi}
Tidak semua varikokel perlu dioperasi. Banyak kasus tanpa gejala dan tanpa masalah kesuburan cukup dipantau secara berkala. Tindakan biasanya dipertimbangkan bila ada indikasi tertentu, seperti:
Nyeri yang mengganggu aktivitas dan tidak membaik dengan langkah sederhana.
Masalah kesuburan yang dikaitkan dengan varikokel disertai hasil analisis sperma yang abnormal.
Gangguan pertumbuhan testis pada remaja, yaitu testis sisi yang terkena tumbuh lebih lambat.
Keputusan tindakan selalu bersifat individual dan dibuat bersama dokter setelah menimbang manfaat serta risikonya.
## Pilihan tindakan dan pemulihan {#tindakan}
Bila tindakan diperlukan, beberapa pilihan yang umum dibahas dengan dokter antara lain:
Varikokelektomi mikroskopis — perbaikan dengan bantuan mikroskop untuk mengikat vena yang melebar secara presisi.
Pendekatan laparoskopi — tindakan dengan sayatan kecil dan kamera.
Embolisasi — prosedur non-bedah yang dilakukan dokter radiologi intervensi untuk menutup vena yang bermasalah dari dalam pembuluh.
Pemulihan umumnya berlangsung relatif cepat; banyak pasien dapat kembali ke aktivitas ringan dalam beberapa hari, sesuai anjuran dokter. Satu hal penting: bila tujuannya memperbaiki kesuburan, perbaikan kualitas sperma biasanya baru terlihat beberapa bulan setelah tindakan karena proses pembentukan sperma membutuhkan waktu. Karena itu evaluasi ulang umumnya dijadwalkan beberapa bulan kemudian.
## Kapan harus ke dokter {#dokter}
Periksakan diri ke dokter bila Anda mengalami nyeri skrotum yang menetap atau memberat, merasakan benjolan, melihat perbedaan ukuran buah zakar, atau bila Anda dan pasangan kesulitan memiliki anak. Pemeriksaan dini membantu menentukan apakah cukup dipantau atau perlu tindakan.
Hindari mengonsumsi produk 'obat kuat' ilegal atau suplemen tanpa izin edar yang dijanjikan 'mengatasi' varikokel atau kesuburan, karena tidak terbukti dan berisiko. Pastikan setiap obat memiliki izin edar resmi dan digunakan sesuai resep dokter. Anda dapat memeriksa legalitas produk obat melalui kanal resmi BPOM.
Proteksi Kesehatan
Lindungi Keluarga dari Biaya Rumah Sakit yang Tinggi
Asuransi kesehatan Allianz dengan sistem cashless di rumah sakit rekanan Allianz. Konsultasikan kebutuhan keluarga Anda dengan agen tersertifikasi, gratis, tanpa kewajiban beli.
✓ Cashless di RS rekanan✓ Klaim cepat✓ Konsultasi gratis
Disclaimer medis: Artikel ini bersifat edukatif dan tidak dapat menggantikan konsultasi langsung dengan dokter. Selalu konsultasikan kondisi kesehatan Anda dengan tenaga medis berlisensi sebelum mengambil keputusan terkait perawatan.