Lewati ke konten
Antiinflamasi (NSAID)Bebas (tanpa resep)

Asam Mefenamat

NSAID (Non-Steroidal Anti-Inflammatory Drug) golongan asam fenamat yang efektif untuk nyeri ringan-sedang, terutama dismenore (nyeri haid). Obat warung populer di Indonesia, tapi punya batasan durasi maksimal 7 hari karena risiko gastrointestinal dan ginjal.

Nama generik
Mefenamic Acid
Nama dagang
Ponstan, Mefinal, Asimat, Femisic, Pondex, Sanmag
Direview apt. Linda Hartono, S.Farm, AptDiperbarui 27 Mei 2026

Indikasi (Untuk apa)

  • Dismenore primer (nyeri haid) — indikasi paling umum di Indonesia
  • Nyeri ringan sampai sedang: sakit gigi, sakit kepala, nyeri otot, nyeri pasca operasi
  • Nyeri akibat trauma muskuloskeletal (terkilir, memar)
  • Demam (efek antipiretik, walau bukan pilihan utama)
  • Nyeri pasca persalinan (hari awal)
  • Nyeri kronik artritis ringan (penggunaan jangka pendek)
  • Migrain ringan-sedang

Dosis

Dewasa
Dewasa & anak >14 tahun: dosis awal 500 mg, dilanjutkan 250 mg setiap 6 jam sesuai kebutuhan. Maksimal 1.500 mg/hari (3× 500 mg). Untuk nyeri haid: 500 mg 3x/hari mulai 1-2 hari sebelum periode haid dimulai, lanjutkan 2-3 hari pertama haid. WAJIB minum setelah makan. Maksimal durasi 7 hari berturut-turut.
Anak
Tidak direkomendasikan untuk anak <14 tahun (paracetamol atau ibuprofen lebih aman). Jika perlu, dosis 6.5 mg/kg setiap 6 jam, maksimal 7 hari, hanya atas resep dokter.
Lansia
Hindari atau kurangi dosis (250 mg 3-4x/hari). Lansia berisiko tinggi efek samping gastrointestinal, ginjal, dan kardiovaskular. Pertimbangkan paracetamol sebagai alternatif lini pertama.

Efek Samping

  • Sangat sering: mual, muntah, nyeri ulu hati, diare (10-25%)
  • Konstipasi atau peningkatan gas
  • Pusing, sakit kepala, mengantuk
  • Tukak lambung dan perdarahan saluran cerna (terutama pemakaian >7 hari atau dosis tinggi)
  • Ruam kulit, urtikaria, gatal
  • Gangguan fungsi ginjal akut (terutama jika dehidrasi atau ada penyakit ginjal)
  • Peningkatan tekanan darah
  • Edema (bengkak kaki) akibat retensi cairan
  • Trombositopenia ringan dan gangguan agregasi trombosit
  • Reaksi alergi (jarang): bronkospasme pada penderita asma, sindrom Stevens-Johnson (sangat jarang)
  • Hepatotoksisitas (jarang)
  • Anemia hemolitik (sangat jarang)

Kontraindikasi (Tidak boleh untuk)

  • Hipersensitivitas terhadap asam mefenamat atau NSAID lain
  • Riwayat asma yang dipicu NSAID/aspirin (samters triad)
  • Tukak lambung aktif atau riwayat perdarahan saluran cerna
  • Inflammatory bowel disease (IBD) aktif
  • Gagal jantung kongestif berat
  • Gagal ginjal berat (eGFR <30 mL/menit)
  • Gagal hati berat
  • Kehamilan trimester 3 (risiko penutupan dini duktus arteriosus janin)
  • Pasca operasi bypass jantung (CABG)
  • Anak <14 tahun (sebaiknya hindari)

Interaksi dengan Obat Lain

  • Warfarin / antikoagulan oral — meningkatkan risiko perdarahan secara signifikan
  • Aspirin dosis rendah — kurangi efek kardioprotektif aspirin + tingkatkan risiko perdarahan
  • ACE inhibitor / ARB (kaptopril, losartan, valsartan) — kurangi efek antihipertensi + tingkatkan risiko gagal ginjal akut
  • Diuretik (furosemide, HCT) — kurangi efek diuretik + risiko gagal ginjal
  • Litium — meningkatkan kadar litium dalam darah, risiko toksisitas
  • Metotreksat — meningkatkan toksisitas metotreksat (jangan kombinasi)
  • SSRI antidepresan (sertraline, fluoxetine) — meningkatkan risiko perdarahan saluran cerna
  • Kortikosteroid (metilprednisolon, prednison) — meningkatkan risiko tukak lambung berat
  • Siklosporin, takrolimus — nefrotoksisitas
  • Alkohol — meningkatkan risiko perdarahan saluran cerna dan kerusakan hati
  • NSAID lain (ibuprofen, naproksen, diklofenak) — TIDAK BOLEH kombinasi

Peringatan Penting

  • JANGAN melebihi 7 hari pemakaian berturut-turut tanpa konsultasi dokter — risiko tukak lambung meningkat tajam
  • JANGAN minum bersamaan dengan NSAID lain (ibuprofen, diklofenak) — efek aditif tanpa manfaat tambahan
  • WAJIB minum setelah makan untuk kurangi iritasi lambung — jangan minum saat perut kosong
  • Hentikan dan konsultasi dokter jika muncul: muntah darah, BAB hitam, nyeri ulu hati hebat, ruam berat, sulit napas, bengkak wajah
  • Penderita asma waspada — NSAID dapat memicu serangan asma berat (asthma exacerbated by NSAIDs)
  • Kehamilan trimester 1 dan 2: hanya jika manfaat > risiko (kategori C); trimester 3: DILARANG (kategori D — risiko penutupan dini duktus arteriosus janin)
  • Menyusui: dapat masuk ASI dalam jumlah kecil, gunakan dengan hati-hati (paracetamol lebih aman)
  • Lansia: pertimbangkan paracetamol sebagai lini pertama; jika harus NSAID, kombinasikan dengan PPI (omeprazole) untuk proteksi lambung
  • Penderita hipertensi: pantau tekanan darah selama pengobatan
  • Hidrasi adekuat — minum cukup air untuk lindungi ginjal

Kategori Ibu Hamil (FDA)

Kategori C - hati-hati

Estimasi Harga

Generik 500 mg: Rp 500-1.500/tablet (Rp 5.000-15.000/strip 10 tablet). Branded Ponstan 500 mg: Rp 8.000-15.000/tablet. Mefinal 500 mg: Rp 3.000-7.000/tablet. Sangat terjangkau dibanding NSAID branded lain.

Pertanyaan Umum

Asam mefenamat vs ibuprofen, mana yang lebih baik untuk nyeri haid?

Keduanya efektif untuk dismenore (nyeri haid) dengan profil yang serupa, tapi ada perbedaan: (1) ASAM MEFENAMAT spesifik dipasarkan untuk dismenore di Indonesia, onset cepat (1-2 jam), durasi singkat (6 jam), dan secara umum dianggap nyeri haid first-line di banyak protokol Indonesia. (2) IBUPROFEN onset cepat (30-60 menit), durasi 4-6 jam, profil keamanan jangka panjang sedikit lebih baik dan lebih banyak data riset. Untuk nyeri haid jangka pendek (<7 hari per siklus), keduanya OK. Untuk pemakaian lebih lama atau kasus berat, ibuprofen sering lebih disukai. Pilih satu — jangan kombinasi keduanya.

Berapa lama maksimal boleh minum asam mefenamat?

Maksimal 7 HARI BERTURUT-TURUT tanpa konsultasi dokter. Setelah 7 hari, risiko tukak lambung dan perdarahan saluran cerna meningkat tajam, terutama jika ada faktor risiko (lansia, riwayat maag, minum bersama steroid atau pengencer darah). Untuk nyeri haid: cukup 2-3 hari per siklus saat nyeri terberat. Untuk nyeri kronik (artritis): JANGAN pakai asam mefenamat, gunakan NSAID lain dengan profil lebih aman jangka panjang (selektif COX-2) atas resep dokter, dikombinasi dengan PPI (omeprazole) untuk proteksi lambung.

Apakah asam mefenamat aman untuk ibu hamil?

TIDAK aman pada trimester ke-3 (DILARANG). Penggunaan setelah usia kehamilan 30 minggu dapat menyebabkan: (1) penutupan dini duktus arteriosus janin → gagal jantung janin, (2) oligohidramnion (cairan ketuban berkurang), (3) gangguan fungsi ginjal janin, (4) memperlama persalinan dan meningkatkan risiko perdarahan postpartum. Trimester 1 dan 2: gunakan hanya jika manfaat > risiko, durasi singkat, dosis minimal — selalu konsultasi dokter. PILIHAN AMAN untuk nyeri saat hamil: PARACETAMOL (kategori B), aman di semua trimester dengan dosis tepat.

Mengapa asam mefenamat harus diminum setelah makan?

Asam mefenamat (seperti semua NSAID) menghambat enzim COX-1 yang dibutuhkan untuk produksi prostaglandin pelindung mukosa lambung. Tanpa pelindung ini, asam lambung dapat mengikis dinding lambung dan menyebabkan: gastritis, tukak lambung, hingga perdarahan. Minum SETELAH MAKAN: (1) makanan membentuk lapisan pelindung di lambung, (2) absorpsi obat tetap baik, (3) mengurangi keluhan mual dan nyeri ulu hati. Jika lambung sensitif, kombinasi dengan PPI (omeprazole 20 mg) atau H2 blocker (famotidine) memberikan proteksi tambahan. JANGAN minum saat perut kosong.

Apa yang harus dilakukan jika overdosis asam mefenamat?

Tanda overdosis: nyeri perut hebat, mual muntah berat, mengantuk, pusing, kejang (pada dosis sangat tinggi), gagal ginjal akut, asidosis metabolik. Tindakan: (1) HUBUNGI 119 atau bawa ke IGD SEGERA, (2) bawa kemasan obat untuk identifikasi, (3) JANGAN paksa muntah kecuali instruksi tenaga medis, (4) jika sadar, beri air putih untuk pengenceran. Penanganan medis: arang aktif jika tertelan <1 jam, suportif (cairan IV, monitor fungsi ginjal dan hati, kontrol kejang dengan benzodiazepin). Tidak ada antidot spesifik. Pencegahan: simpan obat jauh dari anak-anak; jangan stok berlebih di rumah.

Referensi Medis

  1. 1. BPOM RI - Asam Mefenamat
  2. 2. PIONAS - Asam Mefenamat
  3. 3. MIMS Indonesia - Mefenamic Acid
  4. 4. British National Formulary - Mefenamic Acid

Disclaimer medis: Informasi obat ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan konsultasi dokter atau apoteker. Selalu baca aturan pakai di kemasan dan ikuti anjuran tenaga medis berlisensi. Jangan menghentikan obat resep tanpa konsultasi.