Azathioprine
Obat **imunosupresan** yang **menekan sistem kekebalan tubuh yang terlalu aktif** pada penyakit autoimun dan setelah transplantasi. Efeknya **lambat** dan perlu **pemeriksaan darah berkala**.
- Nama generik
- Azathioprine
- Nama dagang
- Imuran, Azoprine
Indikasi (Untuk apa)
- Mengendalikan penyakit radang usus seperti penyakit Crohn dan kolitis ulserativa (IBD)
- Membantu mengendalikan lupus (SLE) dan vaskulitis
- Membantu mengendalikan miastenia gravis
- Mencegah penolakan organ pada penerima transplantasi
- Sering dipakai sebagai 'penghemat steroid' (steroid-sparing) agar kebutuhan steroid jangka panjang bisa dikurangi
Dosis
Efek Samping
- Lebih mudah terkena infeksi karena kekebalan ditekan (demam, nyeri tenggorokan, batuk, atau luka yang sulit sembuh perlu diwaspadai)
- Penurunan sel darah (sel darah putih, sel pembeku/trombosit) yang dipantau lewat tes darah
- Gangguan fungsi hati yang juga dipantau berkala
- Mual, muntah, atau tidak nyaman di perut (minum bersama makanan dapat membantu)
- Rambut menipis sementara pada sebagian orang
Kontraindikasi (Tidak boleh untuk)
- Riwayat alergi (hipersensitivitas) terhadap azathioprine atau merkaptopurin
- Kondisi infeksi aktif berat tanpa pengawasan dokter
Interaksi dengan Obat Lain
- Interaksi BERBAHAYA dengan allopurinol (obat asam urat) — kombinasi ini dapat meningkatkan toksisitas azathioprine secara serius, sehingga dosis hanya boleh disesuaikan oleh dokter
- Obat penekan kekebalan atau kemoterapi lain dapat menambah risiko infeksi dan penekanan sumsum tulang
- Beberapa obat lain dapat memengaruhi kerjanya, jadi beri tahu dokter dan apoteker semua obat, herbal, dan suplemen yang Anda pakai
Peringatan Penting
- Jangan berhenti, menambah, atau mengubah dosis sendiri — perubahan harus melalui dokter yang memantau Anda.
- Obat ini diresepkan dan dipantau oleh dokter spesialis: umumnya dokter spesialis penyakit dalam (terutama reumatologi atau gastroenterologi) untuk penyakit autoimun dan radang usus, serta dokter spesialis saraf (neurologi) untuk miastenia gravis.
- Sebagian penyakit autoimun tidak dapat disembuhkan total, tetapi umumnya bisa dikendalikan sehingga gejala mereda dan aktivitas tetap berjalan.
- Karena obat ini menekan kekebalan, risiko infeksi meningkat — segera periksa bila ada demam atau tanda infeksi, jangan menunggu.
- Hindari vaksin hidup selama pengobatan; tanyakan dulu ke dokter sebelum vaksinasi apa pun.
- Sebagian orang memiliki kekurangan enzim TPMT yang membuat lebih sensitif terhadap obat ini, sehingga kadang diperiksa sebelum mulai dan dosis disesuaikan.
- Wajib pemeriksaan darah berkala (sel darah dan fungsi hati) sesuai jadwal dokter.
- Tanda bahaya yang butuh IGD/119 segera: sesak napas atau kelemahan otot yang memberat hingga sulit menelan/bernapas (krisis miastenia), serta perdarahan saluran cerna berat pada IBD (BAB berdarah banyak atau hitam, nyeri perut hebat, demam tinggi disertai lemas).
Kategori Ibu Hamil (FDA)
Estimasi Harga
Bervariasi antarapotek dan merek; tanyakan ke apotek atau dokter Anda.
Pertanyaan Umum
Bagaimana cara kerja azathioprine?
Azathioprine menekan sistem kekebalan tubuh yang berlebihan pada penyakit autoimun, sehingga peradangan yang menyerang tubuh sendiri menjadi lebih terkendali. Efeknya lambat, jadi perbaikan biasanya baru terasa setelah beberapa minggu hingga bulan. Obat ini mengendalikan penyakit, bukan menyembuhkannya secara permanen.
Kenapa saya perlu cek darah berkala?
Pemeriksaan darah dipakai untuk memantau sel darah, fungsi hati, dan risiko infeksi. Karena azathioprine bisa menurunkan sel darah dan memengaruhi hati, kontrol rutin membantu dokter menjaga keamanan dan menyesuaikan dosis bila perlu. Jangan lewatkan jadwal tes meski Anda merasa baik-baik saja.
Obat apa yang berbahaya bila digabung dengan azathioprine?
Allopurinol (obat asam urat) berbahaya bila digabung karena dapat meningkatkan toksisitas azathioprine secara serius. Selalu beri tahu dokter semua obat, herbal, dan suplemen yang Anda pakai, dan jangan menambah obat baru tanpa sepengetahuan dokter.
Referensi Medis
Disclaimer medis: Informasi obat ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan konsultasi dokter atau apoteker. Selalu baca aturan pakai di kemasan dan ikuti anjuran tenaga medis berlisensi. Jangan menghentikan obat resep tanpa konsultasi.