Captopril
ACE inhibitor (Angiotensin-Converting Enzyme inhibitor) lini pertama untuk hipertensi dan gagal jantung. Bekerja dengan menghambat konversi angiotensin I menjadi angiotensin II — vasodilatasi + kurangi retensi natrium. Onset cepat tapi durasi pendek (3x/hari). Murah, tersedia di puskesmas — obat antihipertensi paling sering diresepkan di Indonesia.
- Nama generik
- Captopril
- Nama dagang
- Capoten, Tensobon, Farmoten, Captensin, Acepress, Tensoril
Indikasi (Untuk apa)
- Hipertensi (tekanan darah tinggi) — lini pertama atau kombinasi
- Gagal jantung kongestif (heart failure with reduced ejection fraction)
- Pasca infark miokard (untuk mengurangi remodeling ventrikel dan mortalitas)
- Nefropati diabetik — proteksi ginjal pada diabetes dengan proteinuria
- Hipertensi krisis (sublingual atau oral cepat) — emergency room
- Skleroderma renal crisis (krisis hipertensi pada penyakit autoimun)
- Disfungsi ventrikel kiri asimptomatik (LVEF <40%)
- Hipertensi nefrogenik (akibat penyakit ginjal)
Dosis
Efek Samping
- Sangat sering: BATUK KERING persistent (10-20%) — efek samping paling khas ACE inhibitor; akibat akumulasi bradikinin
- Hipotensi (terutama dosis pertama atau pada pasien hipovolemia)
- Pusing, sakit kepala
- Kelelahan, malaise
- Hiperkalemia (kadar kalium darah tinggi)
- Peningkatan kreatinin (1.5-2x baseline dapat diterima; jika lebih, evaluasi stenosis arteri renalis)
- Gangguan rasa (dysgeusia) — rasa logam atau hilang sementara
- Ruam kulit, gatal
- Proteinuria
- Neutropenia/agranulositosis (jarang tapi serius, terutama pada pasien dengan penyakit jaringan ikat atau gangguan ginjal)
- Angioedema (pembengkakan wajah, bibir, lidah, laring) — bisa fatal, lebih sering pada Afrika-Amerika
- Hepatotoksisitas (jarang) — peningkatan SGOT/SGPT
- Anemia (jarang)
- Disfungsi seksual (jarang)
- Gagal ginjal akut pada stenosis arteri renalis bilateral atau dehidrasi berat
Kontraindikasi (Tidak boleh untuk)
- Hipersensitivitas terhadap captopril atau ACE inhibitor lain
- Riwayat angioedema dengan ACE inhibitor sebelumnya
- Hereditary angioedema atau idiopathic angioedema
- KEHAMILAN (semua trimester, terutama trimester 2-3) — kategori D (teratogenik: oligohidramnion, hipoplasia paru, gagal ginjal janin, kematian)
- Stenosis arteri renalis bilateral atau stenosis arteri renalis pada ginjal soliter
- Penggunaan bersamaan dengan ARB (valsartan, losartan) — dual blockade RAAS tidak direkomendasikan
- Penggunaan bersamaan dengan sacubitril (jangan dalam 36 jam)
- Penggunaan bersamaan dengan aliskiren pada pasien diabetes atau gagal ginjal
- Hipotensi berat (sistolik <90 mmHg)
- Gagal ginjal berat (eGFR <30 mL/menit) — kurangi dosis atau hindari
- Stenosis aorta berat atau obstruksi outflow ventrikel kiri
Interaksi dengan Obat Lain
- Diuretik (furosemide, HCT, spironolakton) — efek antihipertensi aditif, risiko hipotensi awal + gangguan elektrolit; mulai captopril dengan dosis rendah, monitor
- Suplemen kalium atau diuretik hemat kalium (spironolakton, amilorid) — risiko HIPERKALEMIA berat
- NSAID (ibuprofen, asam mefenamat, naproksen) — kurangi efek antihipertensi + risiko gagal ginjal akut + hiperkalemia
- ARB (valsartan, losartan, irbesartan) — dual blockade tidak direkomendasikan
- Aliskiren — kombinasi tidak boleh pada diabetes/gagal ginjal
- Litium — meningkatkan kadar litium dalam darah, risiko toksisitas litium
- Allopurinol — meningkatkan risiko reaksi hipersensitivitas
- Imunosupresan (azathioprine, cyclophosphamide) — risiko leukopenia
- Antasida — kurangi absorpsi captopril (jeda minimal 2 jam)
- Alkohol — efek hipotensi aditif
- Antidiabetes (sulfonylurea, insulin) — risiko hipoglikemia (efek captopril sensitif insulin)
- Trimethoprim/co-trimoxazole — risiko hiperkalemia (terutama pada lansia)
Peringatan Penting
- WAJIB resep dokter — captopril obat keras
- HENTIKAN SEGERA dan ke IGD jika muncul tanda angioedema: bengkak wajah/bibir/lidah, kesulitan napas, suara serak — bisa fatal
- Hipotensi dosis pertama: mulai dari dosis rendah, terutama jika pasien minum diuretik atau dehidrasi; istirahat berbaring saat dosis pertama
- JANGAN minum saat HAMIL — beritahu dokter jika hamil atau merencanakan kehamilan; ganti dengan obat lain (metildopa, labetalol, nifedipine)
- WANITA USIA SUBUR: pakai kontrasepsi efektif selama minum captopril
- Monitor fungsi ginjal (kreatinin, eGFR) dan elektrolit (kalium, natrium) 1-2 minggu setelah mulai dan setiap 3-6 bulan
- BATUK KERING persistent (>2 minggu) yang mengganggu — pertimbangkan ganti ke ARB (losartan, valsartan)
- JANGAN minum suplemen kalium atau pengganti garam (low-sodium salt) tanpa konsultasi — risiko hiperkalemia
- JANGAN hentikan mendadak — taper dosis bertahap kecuali ada efek samping serius
- WAJIB minum 1 jam sebelum atau 2 jam setelah makan — makanan kurangi absorpsi captopril hingga 30-40%
- Lansia: risiko hipotensi orthostatik + jatuh; bangun pelan dari posisi berbaring
- Pasien menyusui: kecil masuk ASI, umumnya aman tapi diskusikan dengan dokter
- Vaksinasi COVID-19 dan flu boleh dilanjutkan
- Pasca operasi: lanjutkan captopril kecuali ada hipotensi atau gagal ginjal akut
Kategori Ibu Hamil (FDA)
Estimasi Harga
Generik 12.5 mg: Rp 200-700/tablet (strip 10 tab: Rp 2.000-7.000). Generik 25 mg: Rp 300-1.000/tablet (strip 10 tab: Rp 3.000-10.000). Capoten 25 mg: Rp 3.000-8.000/tablet. Farmoten 25 mg: Rp 1.500-4.000/tablet. SANGAT TERJANGKAU — sering diresepkan di puskesmas dan klinik BPJS. Cover BPJS penuh.
Pertanyaan Umum
Mengapa captopril membuat batuk kering dan apa solusinya?
Captopril (dan semua ACE inhibitor) menghambat enzim ACE yang juga memetabolisme bradikinin. Akibatnya, BRADIKININ menumpuk di saluran napas → iritasi saraf vagal → BATUK KERING persistent (kering, tidak ada dahak, tidak hilang dengan obat batuk biasa). Insiden: 10-20% pengguna, lebih sering pada wanita Asia. Onset: 1-12 minggu setelah mulai. SOLUSI: (1) JANGAN STOP MENDADAK tanpa konsultasi — risiko hipertensi rebound, (2) konsultasi dokter untuk EVALUASI: jika batuk ringan dan TD terkontrol, lanjutkan; jika berat, GANTI KE ARB (losartan, valsartan, telmisartan, candesartan) — ARB memberikan efek serupa tanpa risiko batuk (insiden batuk <5%). Tidak ada obat untuk meredakan batuk ACE inhibitor — solusi adalah ganti obat. Setelah ganti, batuk hilang dalam 1-4 minggu.
Captopril vs amlodipine, mana yang lebih baik untuk hipertensi?
Bergantung pada profil pasien — keduanya efektif sebagai lini pertama. CAPTOPRIL (ACE inhibitor): manfaat tambahan pada pasien dengan diabetes (proteksi ginjal), gagal jantung, pasca infark, dan proteinuria. Onset cepat tapi durasi pendek (3x/hari) — kurang ideal untuk kepatuhan. Efek samping khas: batuk kering, hiperkalemia. AMLODIPINE (calcium channel blocker): durasi panjang (1x/hari) — lebih nyaman, efek samping bengkak kaki (edema) dan flushing. Tidak ada manfaat khusus pada diabetes/jantung. PILIHAN: (1) diabetes + proteinuria → captopril atau ACE inhibitor lain (atau ARB), (2) hipertensi sistolik isolated pada lansia → amlodipine, (3) etnis Afrika-Amerika → amlodipine atau diuretik lebih efektif, (4) gagal jantung → ACE inhibitor lini utama. Sering dikombinasi (captopril + amlodipine) untuk kontrol target.
Mengapa captopril harus minum 1 jam sebelum atau 2 jam sesudah makan?
Captopril memiliki BIOAVAILABILITAS yang dipengaruhi makanan secara signifikan. Makanan (terutama tinggi protein) mengurangi absorpsi captopril hingga 30-40% karena: (1) makanan memperlambat pengosongan lambung, (2) kompleks dengan kandungan makanan, (3) pH lambung berubah. Akibatnya, efek antihipertensi berkurang jika minum setelah makan. SOLUSI: minum 1 jam sebelum makan (lambung kosong, absorpsi optimal) atau 2 jam setelah makan (sebagian besar makanan sudah lewat). UNTUK KEPATUHAN: minum saat bangun tidur (1 jam sebelum sarapan), siang (1 jam sebelum makan siang), dan sore (1 jam sebelum makan malam). PENTING: ACE inhibitor lain (lisinopril, ramipril, perindopril) tidak terpengaruh makanan — bisa minum kapan saja. Jika sulit ingat 1 jam sebelum makan, diskusikan dengan dokter untuk switch ke ACE inhibitor lain dengan dosis sekali sehari.
Bolehkah ibu hamil minum captopril?
TIDAK BOLEH — kategori D (sebenarnya X untuk trimester 2-3). Captopril dan semua ACE inhibitor menyebabkan: (1) trimester 1: risiko malformasi kardiovaskular dan SSP janin, (2) trimester 2-3: oligohidramnion (cairan ketuban berkurang) → hipoplasia paru janin, displasia tulang, gagal ginjal janin, kematian janin/neonatal. JIKA SEDANG MINUM CAPTOPRIL DAN HAMIL: hentikan SEGERA dan konsultasi dokter dalam 24-48 jam untuk ganti obat. JANGAN STOP SEPENUHNYA TANPA OBAT GANTI (hipertensi tidak terkontrol juga bahaya). PILIHAN AMAN UNTUK HIPERTENSI DI KEHAMILAN: (1) METILDOPA (lini pertama, aman semua trimester), (2) LABETALOL (beta-blocker selektif), (3) NIFEDIPINE long-acting (CCB). HINDARI: semua ACE inhibitor, ARB, diuretik (kecuali indikasi khusus), dan atenolol. WANITA USIA SUBUR yang minum captopril harus pakai kontrasepsi efektif dan berhenti sebelum berusaha hamil.
Apa yang harus dilakukan jika lupa minum captopril?
Jika ingat dalam 4-6 jam dari jadwal: minum segera dosis yang terlewat. Jika sudah mendekati dosis berikutnya: SKIP dosis yang terlewat dan lanjutkan jadwal normal. JANGAN MINUM 2 DOSIS SEKALIGUS — risiko hipotensi berat, pingsan, dan gagal ginjal akut. Karena captopril durasi pendek (3x/hari), efek akan turun jika beberapa dosis terlewat — TENSI BISA NAIK MENDADAK pada beberapa pasien. SOLUSI: (1) gunakan pillbox harian dengan kompartemen pagi-siang-sore, (2) atur alarm di HP, (3) ikat dengan kebiasaan harian (sikat gigi, sarapan), (4) jika sering lupa: diskusikan dengan dokter untuk switch ke ACE inhibitor 1x/hari (lisinopril 20-40 mg, ramipril 5-10 mg, perindopril 5-10 mg) — kepatuhan jauh lebih baik dan kontrol tensi lebih stabil. Catat episode lupa untuk dilaporkan saat kontrol — bantu evaluasi penyesuaian dosis.
Tools kesehatan terkait
Coba kalkulator gratis yang relevan dengan topik ini.
Referensi Medis
Disclaimer medis: Informasi obat ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan konsultasi dokter atau apoteker. Selalu baca aturan pakai di kemasan dan ikuti anjuran tenaga medis berlisensi. Jangan menghentikan obat resep tanpa konsultasi.