Domperidon
Antiemetik dan prokinetik yang bekerja sebagai antagonis reseptor dopamin D2 di chemoreceptor trigger zone (CTZ) dan saluran cerna. Efektif untuk mual, muntah, dispepsia fungsional, dan gastroparesis. Tidak melewati blood-brain barrier secara signifikan — efek samping ekstrapiramidal lebih sedikit dibanding metoclopramide.
- Nama generik
- Domperidone
- Nama dagang
- Motilium, Vometa, Vosea, Domeran, Domperinov, Costil
Indikasi (Untuk apa)
- Mual dan muntah akibat berbagai penyebab (gastroenteritis, mabuk perjalanan, post-operasi)
- Mual akibat efek samping obat (kemoterapi siklus ringan, opioid, antibiotik)
- Dispepsia fungsional dengan rasa cepat kenyang, kembung, dan mual pasca makan
- Gastroparesis (pengosongan lambung lambat) — terutama pada diabetes
- Refluks gastroesofageal (GERD) — sebagai adjuvant untuk PPI/H2 blocker
- Mual dan muntah pada penyakit Parkinson akibat obat dopaminergik (levodopa, apomorphine)
- Mual dan muntah pada migrain (membantu absorpsi analgesik oral)
- Mendukung laktasi (off-label) — meningkatkan prolaktin pada ibu menyusui dengan ASI tidak cukup
- Mual pada kehamilan trimester 1 (kasus tertentu, atas pengawasan)
Dosis
Efek Samping
- Sering: mulut kering, sakit kepala, kantuk
- Diare ringan, kram perut
- Galaktorea (keluarnya cairan dari payudara di luar laktasi) — akibat peningkatan prolaktin
- Ginekomastia (pembesaran payudara pria) pada pemakaian jangka panjang
- Gangguan menstruasi: amenore atau menstruasi tidak teratur
- Penurunan libido
- Pusing, gelisah
- Reaksi alergi: ruam kulit, gatal, urtikaria
- Edema (bengkak ringan)
- PERPANJANGAN QT INTERVAL — risiko Torsades de Pointes, henti jantung mendadak (terutama dosis tinggi, lansia, kombinasi obat lain QT-prolonging)
- Aritmia ventrikel yang dapat fatal (alasan EMA membatasi dosis 2014)
- Gejala ekstrapiramidal (sangat jarang karena tidak melewati BBB; pada anak/bayi bisa terjadi)
- Krisis okulogirik (mata berputar ke atas) — jarang
Kontraindikasi (Tidak boleh untuk)
- Hipersensitivitas terhadap domperidon
- Perforasi atau obstruksi mekanis saluran cerna
- Perdarahan saluran cerna aktif
- Tumor hipofisis pelepas prolaktin (prolaktinoma)
- Gagal hati moderat-berat (Child-Pugh B/C) — kontraindikasi sejak 2014
- Perpanjangan QT interval bawaan (long QT syndrome) atau didapat
- Penyakit jantung yang signifikan (gagal jantung kongestif, iskemia berat)
- Hipokalemia atau hipomagnesemia tidak terkoreksi
- Kombinasi dengan obat penghambat CYP3A4 kuat (ketoconazole, itraconazole, eritromisin, klaritromisin, ritonavir)
- Kombinasi dengan obat lain yang memperpanjang QT (amiodaron, sotalol, kuinidin, haloperidol, ciprofloxacin)
Interaksi dengan Obat Lain
- Penghambat CYP3A4 kuat (ketoconazole, itraconazole, eritromisin, klaritromisin) — KONTRAINDIKASI (peningkatan kadar + perpanjangan QT)
- Obat antiaritmia (amiodaron, sotalol, kuinidin) — risiko Torsades de Pointes
- Antipsikotik (haloperidol, klorpromazin) — perpanjangan QT aditif
- Antibiotik fluorokuinolon (siprofloxacin, levofloxacin, moxifloxacin) — perpanjangan QT
- Antidepresan trisiklik (amitriptilin, imipramin) — perpanjangan QT
- SSRI (citalopram, escitalopram dosis tinggi) — perpanjangan QT
- Antasida dan PPI (omeprazole) — kurangi absorpsi domperidon (jeda 1-2 jam)
- Antikolinergik (atropin, ipratropium) — antagonis efek prokinetik
- Levodopa — domperidon meningkatkan efek levodopa di perifer tanpa antagonis sentral (manfaat pada Parkinson)
- Bromokriptin/kabergolin — antagonis efek prolaktin
Peringatan Penting
- GUNAKAN DOSIS TERENDAH EFEKTIF dengan DURASI SEPENDEK MUNGKIN (umumnya max 1 minggu) — EMA membatasi sejak 2014 karena risiko jantung
- Hentikan dan konsultasi dokter jika muncul: palpitasi, pusing berat, pingsan, nyeri dada — bisa tanda aritmia
- EKG baseline disarankan pada pasien dengan risiko jantung sebelum mulai
- Pasien diabetes diabetes gastroparesis perlu evaluasi reguler — jangan lanjutkan tanpa indikasi kuat
- Tidak direkomendasikan untuk anak <12 tahun dengan BB <35 kg kecuali atas resep dokter spesialis anak
- Bayi baru lahir (<1 tahun) sangat sensitif — risiko aritmia tinggi
- Kehamilan: kategori C — data terbatas; gunakan hanya jika sangat diperlukan
- Menyusui: untuk meningkatkan ASI (off-label) — masuk ASI dalam jumlah kecil, secara umum dianggap aman tapi diskusikan dengan dokter
- Off-label penggunaan untuk laktasi — pertimbangkan risiko-manfaat individu
- Pasien dengan gangguan ginjal: dosis tidak perlu disesuaikan tapi monitor toleransi
- JANGAN melebihi 30 mg/hari (Eropa) atau 60 mg/hari (Indonesia/USA — variasi regional)
- Lakukan pemeriksaan elektrolit (kalium, magnesium) pada pasien risiko tinggi
- Beritahu dokter jika ada riwayat penyakit jantung atau pingsan sebelum mulai
Kategori Ibu Hamil (FDA)
Estimasi Harga
Generik 10 mg: Rp 500-2.000/tablet (strip 10 tab: Rp 5.000-15.000). Motilium 10 mg: Rp 8.000-15.000/tablet. Vometa 10 mg: Rp 3.000-8.000/tablet. Vosea 10 mg: Rp 3.000-7.000/tablet. Bentuk suspensi 10 mg/10 ml: Rp 25.000-50.000/botol 60 ml. BPJS cover bentuk generik di RS.
Pertanyaan Umum
Domperidon vs metoclopramide, mana yang lebih baik untuk mual?
Keduanya antagonis reseptor dopamin D2 efektif untuk mual/muntah, tapi profil keamanan berbeda. METOCLOPRAMIDE: melewati blood-brain barrier → risiko gejala ekstrapiramidal (tardive dyskinesia, distonia akut, akatisia), terutama pada anak dan lansia; efek prokinetik kuat. DOMPERIDON: tidak melewati BBB signifikan → risiko ekstrapiramidal jauh lebih rendah; TAPI risiko perpanjangan QT lebih tinggi (Torsades de Pointes). PILIHAN: untuk anak dan pemakaian jangka pendek non-jantung, domperidon umumnya disukai. Untuk pasien dengan risiko jantung, metoclopramide lebih aman. Untuk gastroparesis, metoclopramide lebih efektif. KEDUANYA harus durasi pendek (max 5 hari untuk metoclopramide, 1 minggu untuk domperidon). Diskusikan dengan dokter berdasarkan profil pasien.
Apakah aman minum domperidon setiap hari untuk maag/dispepsia?
TIDAK aman untuk pemakaian jangka panjang. EMA membatasi durasi MAKSIMAL 1 MINGGU sejak 2014 karena risiko aritmia jantung (Torsades de Pointes) yang fatal. Untuk dispepsia fungsional dengan gejala mual/cepat kenyang: gunakan max 1 minggu, evaluasi ulang. Jika gejala persistent: cari penyebab (endoskopi, cek H. pylori, evaluasi obat lain, gastroparesis diabetik). Alternatif jangka panjang: modifikasi gaya hidup (makan porsi kecil sering, hindari makanan berlemak), PPI (omeprazole) untuk asam lambung, prokinetik lain (cisapride sudah ditarik karena QT, sehingga pilihan terbatas). Untuk gastroparesis berat: konsultasi gastroenterolog (Sp.PD-KGEH) untuk evaluasi.
Boleh minum domperidon saat hamil dan menyusui?
KEHAMILAN: kategori C — data terbatas. Gunakan HANYA jika manfaat > risiko. Untuk mual kehamilan (morning sickness), pilihan pertama: vitamin B6 (piridoksin) ± doksilamin, atau metoclopramide (data lebih banyak). Domperidon hanya jika lini pertama gagal. MENYUSUI: relatif aman — masuk ASI dalam jumlah kecil, tidak ada efek samping signifikan pada bayi yang dilaporkan. Justru penggunaan off-label untuk MENINGKATKAN ASI (galactagogue) — domperidon meningkatkan prolaktin → produksi ASI. Dosis untuk laktasi: 10 mg 3x/hari selama 2-4 minggu. PERHATIAN: bayi prematur atau bayi dengan masalah jantung — risiko aritmia teoretis. Konsultasi dokter laktasi atau Sp.OG.
Berapa lama domperidon bekerja dan kapan waktu terbaik minum?
WAKTU MINUM: 15-30 menit SEBELUM makan dan menjelang tidur. Alasannya: domperidon merangsang motilitas saluran cerna atas (gastroparesis, dispepsia) — bekerja optimal jika sudah aktif saat makanan masuk. Untuk mual akut: minum saat mulai mual atau sebelum aktivitas yang memicu (perjalanan mobil/pesawat). ONSET: 30-60 menit setelah minum. DURASI EFEK: 4-8 jam. PUNCAK kadar darah: 30-60 menit. HINDARI minum bersama antasida atau PPI (omeprazole) — kurangi absorpsi. Jika lupa: minum saat ingat KECUALI sudah mendekati dosis berikutnya — skip, jangan double dose. Tidak boleh dihancurkan atau dikunyah (tablet salut film).
Apa tanda overdosis domperidon dan kapan ke IGD?
Tanda overdosis: pusing berat, palpitasi (jantung berdebar), kejang, gangguan kesadaran, gangguan koordinasi, mulut kering hebat. Yang paling berbahaya: ARITMIA JANTUNG (Torsades de Pointes, ventricular tachycardia, henti jantung) — bisa tidak ada gejala kecuali pingsan tiba-tiba. PENANGANAN: (1) HUBUNGI 119 atau ke IGD SEGERA, (2) bawa kemasan obat, (3) JANGAN paksa muntah, (4) jika ada pingsan/henti napas: CPR. Penanganan medis: EKG segera + monitor kontinu, koreksi elektrolit (kalium, magnesium IV), antidot tidak ada (suportif), arang aktif jika tertelan <1 jam, charcoal hemoperfusion pada kasus berat. PENCEGAHAN: ikuti dosis resep, jangan stok berlebih, simpan jauh dari anak, jangan mengkombinasikan dengan obat lain tanpa konsultasi.
Tools kesehatan terkait
Coba kalkulator gratis yang relevan dengan topik ini.
Referensi Medis
Disclaimer medis: Informasi obat ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan konsultasi dokter atau apoteker. Selalu baca aturan pakai di kemasan dan ikuti anjuran tenaga medis berlisensi. Jangan menghentikan obat resep tanpa konsultasi.