Ericaf
**Ericaf** adalah obat keras kombinasi **ergotamine tartrate** dan **kafein** yang digunakan untuk meredakan **serangan migrain akut** dan **sakit kepala vaskular** yang tidak teratasi oleh analgesik biasa seperti parasetamol atau ibuprofen.
- Nama generik
- Ergotamine tartrate + Caffeine (kombinasi)
- Nama dagang
- Ericaf
Indikasi (Untuk apa)
- Meredakan serangan migrain akut, baik dengan maupun tanpa aura
- Mengatasi sakit kepala vaskular (tipe pembuluh darah) yang tidak membaik dengan analgesik biasa seperti parasetamol atau ibuprofen
- Membantu menghentikan serangan sakit kepala dengan cara menstimulasi reseptor serotonin sehingga terjadi vasokonstriksi pembuluh darah di kepala
Dosis
Efek Samping
- Mual dan muntah
- Pusing atau rasa melayang
- Kesemutan atau rasa baal (parestesia) pada jari tangan dan kaki
- Nyeri atau kram otot, terutama pada tungkai
- Jantung berdebar (palpitasi) dan gelisah akibat kandungan kafein
- Sulit tidur
- Nyeri perut atau tidak nyaman pada lambung
- Pada dosis berlebih dapat timbul tanda ergotism: tangan/kaki terasa dingin, pucat, kebiruan, dan nyeri akibat vasospasme (kondisi darurat)
Kontraindikasi (Tidak boleh untuk)
- Kehamilan dan masa menyusui
- Penyakit pembuluh darah perifer (mis. penyakit Raynaud)
- Penyakit jantung koroner dan riwayat serangan jantung
- Hipertensi yang tidak terkontrol
- Gangguan hati berat
- Gangguan ginjal berat
- Sepsis
- Riwayat alergi atau hipersensitivitas terhadap alkaloid ergot
- Penggunaan bersama penghambat kuat enzim CYP3A4 (mis. antijamur golongan azol dan antibiotik makrolida)
Interaksi dengan Obat Lain
- Penghambat kuat CYP3A4 seperti eritromisin, klaritromisin, ketokonazol, itrakonazol, dan ritonavir dapat memicu ergotism berat sehingga dikontraindikasikan
- Obat migrain golongan triptan (mis. sumatriptan) tidak boleh digunakan berdekatan karena menambah risiko vasospasme
- Alkaloid ergot lain atau obat vasokonstriktor lain meningkatkan risiko penyempitan pembuluh darah
- Obat golongan beta-blocker dapat memperkuat efek vasokonstriksi perifer
- Sumber kafein lain (kopi, teh, minuman berenergi) dapat menambah efek samping seperti jantung berdebar dan sulit tidur
Peringatan Penting
- Ericaf termasuk obat keras sehingga hanya boleh digunakan dengan resep dokter
- Jangan melebihi dosis maksimum yang dianjurkan karena berisiko menimbulkan keracunan ergot (ergotism)
- Penggunaan terlalu sering dapat menyebabkan sakit kepala rebound (medication overuse headache)
- Segera hentikan pemakaian dan cari pertolongan medis bila muncul kesemutan hebat, nyeri, atau tangan/kaki menjadi dingin dan pucat
- Hindari penggunaan bersamaan dengan obat penghambat CYP3A4 dan obat triptan
- Pastikan produk memiliki nomor izin edar yang terdaftar dengan mengecek di cekbpom.pom.go.id
- Konsultasikan ke dokter atau apoteker sebelum menggunakan, terutama bila memiliki penyakit jantung, pembuluh darah, hati, atau ginjal
Kategori Ibu Hamil (FDA)
Pertanyaan Umum
Ericaf obat apa?
Ericaf adalah obat keras berisi kombinasi ergotamine tartrate dan kafein yang digunakan untuk meredakan serangan migrain akut dan sakit kepala vaskular yang tidak teratasi oleh analgesik biasa. Obat ini bekerja menyempitkan pembuluh darah di kepala (vasokonstriksi) melalui stimulasi reseptor serotonin.
Apakah Ericaf bisa dibeli bebas tanpa resep?
Tidak. Ericaf tergolong obat keras sehingga hanya boleh dibeli dan digunakan dengan resep dokter. Anda dapat memastikan nomor izin edarnya melalui cekbpom.pom.go.id sebelum membeli.
Apakah Ericaf aman untuk ibu hamil?
Tidak. Ericaf dikontraindikasikan pada kehamilan dan menyusui karena kandungan ergotamine dapat membahayakan janin. Ibu hamil, menyusui, atau yang merencanakan kehamilan sebaiknya tidak menggunakan obat ini dan wajib berkonsultasi dengan dokter.
Obat Terkait (Antimigrain)
Lihat daftar lengkap di indeks obat.
Tools kesehatan terkait
Coba kalkulator gratis yang relevan dengan topik ini.
Referensi Medis
Disclaimer medis: Informasi obat ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan konsultasi dokter atau apoteker. Selalu baca aturan pakai di kemasan dan ikuti anjuran tenaga medis berlisensi. Jangan menghentikan obat resep tanpa konsultasi.