Lewati ke konten
AntibiotikResep dokter

Erythromycin

Antibiotik golongan **makrolida** untuk infeksi saluran napas, kulit, dan **pertusis (batuk rejan)**. Sering dipilih sebagai **alternatif bagi yang alergi penisilin**.

Nama generik
Erythromycin (Eritromisin)
Nama dagang
Erythrocin, Erysanbe
Disusun Tim Redaksi SehatkuDiperbarui 5 Juni 2026

Indikasi (Untuk apa)

  • Infeksi saluran pernapasan (mis. bronkitis, pneumonia tertentu)
  • Infeksi kulit dan jaringan lunak
  • Pengobatan dan pencegahan pertusis (batuk rejan)
  • Alternatif untuk pasien yang alergi penisilin
  • Salep mata untuk pencegahan infeksi mata pada bayi baru lahir (oftalmia neonatorum)

Dosis

Dewasa
Umumnya 250-500 mg tiap 6 jam (atau sesuai sediaan), tergantung jenis dan beratnya infeksi. Habiskan sesuai resep dokter.
Anak
Disesuaikan dengan berat badan dan usia; ikuti petunjuk dokter. Pada bayi sangat muda (terutama usia di bawah 1 bulan), pemberian harus atas pertimbangan dan pengawasan ketat dokter karena ada kaitan dengan risiko penyempitan lambung (lihat peringatan).
Lansia
Umumnya tidak perlu penyesuaian khusus, tetapi pantau bila ada gangguan hati, ginjal, atau irama jantung.

Efek Samping

  • Gangguan pencernaan yang cukup sering: mual, kram perut, dan diare (minum bersama makanan bisa membantu)
  • Muntah dan rasa tidak nyaman pada perut
  • Reaksi alergi (ruam, gatal) pada sebagian orang
  • Jarang: gangguan irama jantung terkait perpanjangan QT

Kontraindikasi (Tidak boleh untuk)

  • Riwayat alergi terhadap eritromisin atau antibiotik makrolida lain
  • Penggunaan bersamaan dengan obat tertentu yang berisiko perpanjangan QT (atas penilaian dokter)

Interaksi dengan Obat Lain

  • Memiliki banyak interaksi obat karena memengaruhi enzim hati (CYP3A4)
  • Dapat meningkatkan kadar statin tertentu sehingga menambah risiko efek samping otot
  • Dapat meningkatkan efek warfarin (risiko perdarahan) sehingga perlu pemantauan
  • Penggunaan bersama obat lain yang juga memperpanjang QT dapat meningkatkan risiko gangguan irama jantung; perlu dievaluasi dokter
  • Beri tahu dokter semua obat, suplemen, dan herbal yang sedang Anda konsumsi

Peringatan Penting

  • Habiskan antibiotik sesuai resep, jangan berhenti sendiri meski sudah membaik.
  • Hati-hati pada orang dengan gangguan irama jantung karena risiko perpanjangan QT.
  • Hati-hati pada gangguan hati; sampaikan riwayat penyakit hati Anda.
  • Pada bayi muda (terutama di bawah usia 6 minggu), eritromisin dikaitkan dengan risiko penyempitan saluran keluar lambung (stenosis pilorus hipertrofik infantil). Untuk bayi sangat muda, dokter sering lebih memilih azitromisin; pemberian eritromisin pada bayi harus atas resep dan pengawasan dokter.
  • Dalam kehamilan, hindari bentuk garam estolat karena dapat menyebabkan gangguan hati; gunakan hanya bila diresepkan dokter.
  • Bukan untuk infeksi virus seperti batuk-pilek biasa.

Kategori Ibu Hamil (FDA)

Kategori B - relatif aman

Estimasi Harga

Bervariasi; tanyakan apotek.

Pertanyaan Umum

Kenapa eritromisin sering bikin mual dan diare?

Eritromisin memengaruhi gerakan saluran cerna sehingga gangguan pencernaan seperti mual, kram perut, dan diare cukup sering terjadi. Meminumnya bersama makanan sering membantu mengurangi keluhan. Bila keluhan berat atau menetap, hubungi dokter.

Apakah eritromisin bisa dipakai bila saya alergi penisilin?

Ya, eritromisin sering menjadi alternatif bagi orang yang alergi penisilin. Tetap sampaikan riwayat alergi Anda ke dokter agar pilihan antibiotik benar-benar aman dan tepat.

Apakah eritromisin dipakai untuk batuk rejan (pertusis)?

Ya. Eritromisin termasuk antibiotik yang dapat digunakan untuk pengobatan dan pencegahan pertusis (batuk rejan). Namun pada bayi sangat muda (terutama di bawah usia 1 bulan), dokter sering lebih memilih azitromisin karena eritromisin dikaitkan dengan risiko penyempitan lambung (stenosis pilorus) pada bayi. Karena itu, penggunaannya pada bayi dan anak harus selalu sesuai resep dan pengawasan dokter.

Referensi Medis

  1. 1. BPOM RI - Cek Produk Obat
  2. 2. Kemenkes RI
  3. 3. CDC - Pertussis (Whooping Cough) Treatment

Disclaimer medis: Informasi obat ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan konsultasi dokter atau apoteker. Selalu baca aturan pakai di kemasan dan ikuti anjuran tenaga medis berlisensi. Jangan menghentikan obat resep tanpa konsultasi.