Lewati ke konten
Hemostatik / AntiperdarahanResep dokter

Faktor VIII (Konsentrat Faktor Pembekuan)

**Konsentrat faktor pembekuan darah VIII** yang **menggantikan faktor yang kurang atau tidak ada pada penderita hemofilia A**. Diberikan **lewat infus/suntikan ke pembuluh darah (IV)** untuk **menghentikan perdarahan yang sedang terjadi (on-demand)** atau **mencegah perdarahan (profilaksis rutin)**.

Nama generik
Factor VIII
Nama dagang
Koate, Recombinate
Disusun Tim Redaksi SehatkuDiperbarui 17 Juni 2026

Indikasi (Untuk apa)

  • Menghentikan perdarahan yang sedang terjadi (on-demand) pada penderita hemofilia A, misalnya saat cedera atau perdarahan sendi
  • Mencegah perdarahan: profilaksis rutin (pemberian berkala untuk mencegah perdarahan spontan, terutama perdarahan sendi dan kerusakan sendi jangka panjang) maupun pencegahan sebelum tindakan medis atau operasi
  • Mengganti faktor VIII yang kurang atau tidak ada karena kelainan bawaan pada hemofilia A

Dosis

Dewasa
Dihitung berdasarkan berat badan dan beratnya perdarahan, diberikan lewat pembuluh darah (IV). Dosis dan cara pemberian ditentukan serta diajarkan oleh pusat/dokter hemofilia — sebagian keluarga dilatih memberikan sendiri di rumah.
Anak
Disesuaikan dengan berat badan dan kebutuhan anak, di bawah pengawasan pusat hemofilia. Jangan mengira-ngira dosis sendiri.
Lansia
Prinsip sama; sesuaikan bila ada kondisi penyerta. Tetap ikuti arahan tim hemofilia.

Efek Samping

  • Reaksi alergi (gatal, ruam, bengkak; jarang berat) — segera cari bantuan bila muncul sesak atau bengkak wajah
  • Pada sebagian penderita muncul inhibitor, yaitu antibodi yang membuat faktor VIII menjadi kurang efektif sehingga memerlukan penanganan khusus
  • Reaksi ringan di area suntikan atau saat pemberian infus

Kontraindikasi (Tidak boleh untuk)

  • Riwayat reaksi alergi berat (anafilaksis) terhadap produk faktor VIII atau komponennya

Interaksi dengan Obat Lain

  • Hindari aspirin dan obat antinyeri golongan NSAID (seperti ibuprofen) karena meningkatkan risiko perdarahan
  • Diskusikan semua obat, suplemen, dan jamu dengan dokter karena sebagian dapat mengganggu pembekuan darah

Peringatan Penting

  • PENTING: penderita hemofilia harus MENGHINDARI aspirin dan obat antinyeri NSAID karena menambah risiko perdarahan.
  • Hindari suntikan ke otot (IM) — pilih rute lain sesuai arahan dokter karena suntikan IM dapat memicu perdarahan dalam otot.
  • Hindari cedera dan olahraga berisiko benturan semampunya; kenali tanda perdarahan sejak dini.
  • Simpan dan larutkan produk persis sesuai petunjuk pada kemasan dan arahan pusat hemofilia.
  • Waspadai kemungkinan inhibitor: bila perdarahan tidak membaik meski sudah diberi faktor, segera hubungi pusat hemofilia karena mungkin perlu penanganan khusus.
  • GAWAT DARURAT: cedera kepala pada hemofilia, atau perdarahan yang tidak berhenti, serta tanda perdarahan dalam (nyeri sendi hebat, muntah atau BAB berdarah, sakit kepala hebat, pingsan)segera berikan faktor bila tersedia dan SEGERA ke IGD / hubungi 119.

Kategori Ibu Hamil (FDA)

Belum diklasifikasi

Estimasi Harga

Bervariasi; sebagian ditanggung program pembiayaan. Tanyakan pusat hemofilia atau apotek rumah sakit.

Pertanyaan Umum

Faktor VIII untuk apa?

Untuk menggantikan faktor pembekuan yang kurang pada penderita hemofilia A, sehingga dapat menghentikan perdarahan yang sedang terjadi atau mencegah perdarahan, terutama sebelum tindakan atau saat cedera.

Apa itu inhibitor?

Inhibitor adalah antibodi yang membuat faktor VIII menjadi kurang efektif. Bila muncul, perdarahan bisa lebih sulit diatasi dan perlu penanganan khusus dari pusat hemofilia. Segera hubungi dokter bila perdarahan tidak membaik meski sudah diberi faktor.

Obat apa yang harus dihindari penderita hemofilia?

Aspirin dan obat antinyeri NSAID (misalnya ibuprofen) sebaiknya dihindari karena menambah risiko perdarahan. Suntikan ke otot (IM) juga dihindari. Selalu tanyakan ke dokter obat pereda nyeri yang lebih aman.

Referensi Medis

  1. 1. Kemenkes RI
  2. 2. PAPDI
  3. 3. WHO

Disclaimer medis: Informasi obat ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan konsultasi dokter atau apoteker. Selalu baca aturan pakai di kemasan dan ikuti anjuran tenaga medis berlisensi. Jangan menghentikan obat resep tanpa konsultasi.