Lewati ke konten
HormonalResep dokter

Finasteride

Obat **penghambat 5-alpha-reduktase** yang menurunkan hormon **DHT**. Dipakai untuk **pembesaran prostat jinak (BPH)** dan **kerontokan rambut pola pria**. Bekerja lambat dan **hanya dengan resep dokter**.

Nama generik
Finasteride
Nama dagang
Proscar, Propecia
Disusun Tim Redaksi SehatkuDiperbarui 5 Juni 2026

Indikasi (Untuk apa)

  • Pengobatan pembesaran prostat jinak (BPH) untuk mengurangi gejala saluran kemih (dosis 5 mg)
  • Pengobatan kerontokan rambut pola pria (alopesia androgenetik) pada pria dewasa (dosis 1 mg)

Dosis

Dewasa
BPH: 5 mg sekali sehari. Kerontokan rambut pola pria: 1 mg sekali sehari. Bekerja lambat — butuh beberapa bulan (sekitar 3-6 bulan atau lebih) untuk terlihat hasilnya, dan manfaatnya hilang bila pemakaian dihentikan. Hanya digunakan atas resep dan pemantauan dokter.
Anak
Tidak diindikasikan untuk anak-anak.
Lansia
Dapat digunakan sesuai penilaian dokter; tidak diperlukan penyesuaian dosis khusus, namun tetap di bawah pengawasan dokter.

Efek Samping

  • Penurunan gairah seksual (libido)
  • Gangguan ereksi
  • Berkurangnya volume air mani
  • Nyeri atau pembesaran payudara (ginekomastia), serta benjolan payudara yang perlu diperiksakan ke dokter
  • Catatan: keluhan seksual umumnya membaik setelah obat dihentikan, namun pada sebagian kecil orang dapat menetap — diskusikan dengan dokter

Kontraindikasi (Tidak boleh untuk)

  • Riwayat alergi (hipersensitivitas) terhadap finasteride
  • Perempuan yang sedang atau berpotensi hamil, serta anak-anak

Interaksi dengan Obat Lain

  • Beri tahu dokter mengenai semua obat dan suplemen yang sedang dikonsumsi agar dapat dinilai keamanannya

Peringatan Penting

  • PERINGATAN PENTING: perempuan yang sedang atau mungkin hamil TIDAK boleh menyentuh tablet yang pecah atau hancur karena penyerapan zat aktif dapat membahayakan perkembangan janin laki-laki. Tablet yang utuh dan bersalut umumnya aman selama tidak pecah.
  • Finasteride menurunkan kadar PSA (penanda yang dipakai pada skrining prostat). Beri tahu dokter bahwa Anda memakai finasteride saat menjalani pemeriksaan PSA/skrining prostat agar hasilnya tidak salah ditafsirkan.
  • Segera periksakan diri bila muncul benjolan, nyeri, atau keluarnya cairan dari payudara.
  • Bekerja lambat — jangan berharap hasil instan; manfaat hilang bila obat dihentikan.
  • Waspadai produk 'obat kuat' atau penumbuh rambut ilegal/palsu tanpa izin edar. Pastikan obat memiliki izin edar BPOM dan ditebus dengan resep dokter.

Kategori Ibu Hamil (FDA)

Kategori X - KONTRAINDIKASI

Estimasi Harga

Bervariasi tergantung merek dan dosis; tanyakan apotek resmi.

Pertanyaan Umum

Berapa lama sampai hasil finasteride terlihat?

Obat ini bekerja lambat. Umumnya butuh beberapa bulan (sekitar 3-6 bulan atau lebih) untuk melihat manfaatnya, baik untuk gejala BPH maupun kerontokan rambut. Penting diketahui bahwa manfaatnya akan hilang bila pemakaian dihentikan. Gunakan secara teratur sesuai anjuran dokter dan jangan berhenti sendiri tanpa konsultasi.

Apakah aman bila pasangan saya sedang hamil?

Perempuan yang sedang atau mungkin hamil tidak boleh menyentuh tablet yang pecah atau hancur karena zat aktifnya dapat membahayakan perkembangan janin laki-laki. Tablet yang utuh dan bersalut umumnya aman selama tidak rusak. Simpan obat di tempat aman, dan diskusikan dengan dokter bila ada kekhawatiran.

Apakah finasteride memengaruhi pemeriksaan prostat?

Ya. Finasteride menurunkan kadar PSA, penanda yang sering dipakai pada skrining prostat. Karena itu, selalu beri tahu dokter bahwa Anda memakai finasteride saat menjalani pemeriksaan PSA agar hasilnya tidak salah ditafsirkan dan tetap dapat dievaluasi dengan tepat.

Tools kesehatan terkait

Coba kalkulator gratis yang relevan dengan topik ini.

Referensi Medis

  1. 1. BPOM RI - Cek Produk Obat
  2. 2. Kementerian Kesehatan RI
  3. 3. World Health Organization (WHO)

Disclaimer medis: Informasi obat ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan konsultasi dokter atau apoteker. Selalu baca aturan pakai di kemasan dan ikuti anjuran tenaga medis berlisensi. Jangan menghentikan obat resep tanpa konsultasi.