AntifungalResep dokter
Fluconazole
Antifungal sistemik untuk infeksi jamur (kandidiasis, tinea berat) - oral atau IV.
- Nama generik
- Fluconazole
- Nama dagang
- Diflucan, Govazol, Fluxstat
Direview dr. Andi Pratama, Sp.PD, M.KesDiperbarui 18 Mei 2026
Indikasi (Untuk apa)
- Kandidiasis vagina (yeast infection)
- Kandidiasis oral (thrush)
- Kandidiasis esofagus
- Kandidiasis sistemik (kuat: IV)
- Tinea unguium (kuku) - dengan kombinasi
- Profilaksis pasien imunokompromis
- Cryptococcosis (meningitis HIV)
Dosis
Dewasa
Vaginitis: 150 mg dosis tunggal. Oral candidiasis: 100-200 mg/hari × 7-14 hari. Sistemik: 400-800 mg/hari.
Anak
6-12 mg/kg/hari sesuai infeksi
Lansia
Sesuaikan dengan eGFR jika gagal ginjal
Efek Samping
- Sakit kepala
- Mual, sakit perut
- Diare
- Peningkatan enzim hati (cek lab pada pemakaian lama)
- Ruam kulit
- Stevens-Johnson syndrome (sangat jarang)
- Pemanjangan QT
Kontraindikasi (Tidak boleh untuk)
- Alergi azole
- Hamil trimester 1 (kategori D untuk dosis >150 mg)
- Pemanjangan QT bermakna
Interaksi dengan Obat Lain
- Warfarin - tingkatkan INR signifikan
- Statin (simvastatin, atorvastatin) - tingkatkan kadar, risiko rhabdo
- Phenytoin - tingkatkan kadar phenytoin
- Cisapride - QT memanjang, hindari
- Pil KB - tidak signifikan
- Tacrolimus, ciclosporin - tingkatkan kadar
Peringatan Penting
- Single dose 150 mg untuk vaginitis aman saat menyusui
- Cek fungsi hati pada pemakaian >2 minggu
- Lapor obat lain (banyak interaksi)
- Konsultasi dokter jika tidak membaik 5-7 hari
- EKG jika ada riwayat jantung
Kategori Ibu Hamil (FDA)
Kategori D - risiko terbukti
Estimasi Harga
Rp 3.000 - Rp 50.000 per kapsul 150mg
Referensi Medis
Disclaimer medis: Informasi obat ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan konsultasi dokter atau apoteker. Selalu baca aturan pakai di kemasan dan ikuti anjuran tenaga medis berlisensi. Jangan menghentikan obat resep tanpa konsultasi.