Lewati ke konten
HormonalResep dokter

Fludrokortison

Hormon **kortikosteroid dengan efek MINERALOKORTIKOID kuat** yang menahan **garam (natrium) dan air**. Kegunaan utamanya **mengganti hormon aldosteron** pada **insufisiensi adrenal (misalnya penyakit Addison)**, bukan untuk meredakan peradangan biasa.

Nama generik
Fludrocortisone
Nama dagang
Florinef
Disusun Tim Redaksi SehatkuDiperbarui 5 Juni 2026

Indikasi (Untuk apa)

  • Mengganti hormon aldosteron pada insufisiensi adrenal, termasuk penyakit Addison, agar tekanan darah serta keseimbangan garam (natrium) dan kalium tetap stabil
  • Biasanya digunakan bersama hidrokortison sebagai terapi pengganti steroid, sesuai resep dokter
  • Bukan obat untuk meredakan peradangan biasa seperti nyeri sendi atau alergi ringan

Dosis

Dewasa
Umumnya diminum sekali sehari. Dosis sangat individual dan disesuaikan dokter berdasarkan tekanan darah, kadar natrium/kalium, serta gejala. Jangan mengubah dosis sendiri.
Anak
Hanya atas penilaian dokter spesialis anak/endokrin; dosis disesuaikan kondisi dan berat badan.
Lansia
Perlu pemantauan ketat tekanan darah, bengkak, dan kadar kalium karena lebih rentan terhadap efek penahan garam.

Efek Samping

  • Bila efek berlebih: tekanan darah tinggi, bengkak (edema) di tungkai/wajah, dan kadar kalium rendah (hipokalemia) yang bisa memicu lemas otot atau gangguan irama jantung
  • Bila dosis kurang: lemas, pusing saat berdiri (tekanan darah turun mendadak), dan mengidam makanan asin
  • Kenaikan berat badan akibat penumpukan cairan
  • Sakit kepala atau gangguan tidur pada sebagian orang

Kontraindikasi (Tidak boleh untuk)

  • Riwayat alergi (hipersensitivitas) terhadap fludrokortison
  • Infeksi jamur sistemik yang tidak terkendali
  • Kondisi yang membuat penahan garam berbahaya, kecuali atas pertimbangan dokter (mis. gagal jantung atau hipertensi berat tertentu)

Interaksi dengan Obat Lain

  • Obat diuretik pembuang kalium dapat memperberat hipokalemia
  • Obat antihipertensi bisa terpengaruh karena fludrokortison menahan garam/air
  • Beritahu dokter/apoteker semua obat dan suplemen yang Anda gunakan, termasuk obat jantung dan kalium

Peringatan Penting

  • JANGAN menghentikan obat ini secara mendadak. Berhenti tiba-tiba dapat memicu krisis adrenal yang mengancam nyawa.
  • Saat sakit, demam, infeksi, atau stres berat (misalnya operasi), dosis steroid biasanya perlu DINAIKKAN sesuai arahan dokter untuk mencegah krisis adrenal. Jangan mengatur sendiri.
  • Kenali tanda KRISIS ADRENAL: lemas hebat, muntah, nyeri perut, kebingungan, hingga tekanan darah anjlok. Ini GAWAT DARURAT — segera hubungi 119 atau ke IGD terdekat.
  • Disarankan membawa kartu/identitas pengguna steroid agar petugas medis tahu Anda memerlukan steroid bila terjadi keadaan darurat.
  • Lakukan kontrol rutin untuk pemeriksaan tekanan darah dan kadar elektrolit (natrium/kalium).

Kategori Ibu Hamil (FDA)

Kategori C - hati-hati

Estimasi Harga

Bervariasi antarapotek; tanyakan ke apotek atau dokter Anda.

Pertanyaan Umum

Untuk apa sebenarnya fludrokortison?

Fludrokortison adalah kortikosteroid dengan efek mineralokortikoid kuat yang dipakai untuk mengganti hormon penahan garam (aldosteron) pada insufisiensi adrenal, termasuk penyakit Addison. Tujuannya menjaga tekanan darah serta keseimbangan garam dan kalium, biasanya bersama hidrokortison. Ini bukan obat untuk meredakan peradangan biasa.

Kenapa tidak boleh berhenti minum obat ini secara mendadak?

Karena berhenti tiba-tiba berisiko memicu krisis adrenal yang mengancam nyawa. Tubuh Anda bergantung pada penggantian hormon ini, sehingga dosis tidak boleh diubah atau dihentikan sendiri. Bila ada keluhan atau ingin menyesuaikan terapi, bicarakan dulu dengan dokter.

Apa yang harus dilakukan saat saya sakit atau demam?

Saat sakit, demam, infeksi, atau stres berat, kebutuhan steroid tubuh meningkat, sehingga dosis sering perlu dinaikkan sesuai arahan dokterjangan diputus atau ditebak sendiri. Jika muncul tanda krisis adrenal (lemas hebat, muntah, nyeri perut, kebingungan), segera hubungi 119 atau ke IGD.

Tools kesehatan terkait

Coba kalkulator gratis yang relevan dengan topik ini.

Referensi Medis

  1. 1. BPOM RI - Cek Produk Obat
  2. 2. Kementerian Kesehatan RI
  3. 3. World Health Organization (WHO)

Disclaimer medis: Informasi obat ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan konsultasi dokter atau apoteker. Selalu baca aturan pakai di kemasan dan ikuti anjuran tenaga medis berlisensi. Jangan menghentikan obat resep tanpa konsultasi.