Lewati ke konten
AntidepresanResep dokter

Fluoksetin

Fluoksetin adalah obat **antidepresan golongan SSRI** yang bekerja meningkatkan **serotonin** di otak. Dipakai untuk **depresi, gangguan cemas, gangguan obsesif-kompulsif (OCD), dan bulimia nervosa**. **Efeknya bertahap** (perbaikan biasanya terasa setelah **2-4 minggu**), jadi jangan berhenti hanya karena "belum terasa". Gunakan di bawah pengawasan dokter. **Bila muncul pikiran menyakiti diri atau mengakhiri hidup, segera hubungi 119 ext 8 (layanan SEJIWA Kemenkes) atau datang ke IGD terdekat — Anda tidak sendirian.**

Nama generik
Fluoxetine
Nama dagang
Prozac, Kalxetin
Disusun Tim Redaksi SehatkuDiperbarui 19 Juni 2026

Indikasi (Untuk apa)

  • Pengobatan depresi — kondisi medis nyata, bukan tanda lemah, malas, atau kurang iman
  • Gangguan cemas (termasuk gangguan panik) di bawah penilaian dokter
  • Gangguan obsesif-kompulsif (OCD)
  • Bulimia nervosa — satu-satunya antidepresan yang secara khusus disetujui untuk bulimia; ingat bahwa gangguan makan bisa menjadi kegawatan medis (pingsan, jantung berdebar/tidak teratur, sangat lemas menandakan gangguan elektrolit → segera ke IGD)

Dosis

Dewasa
Umumnya dimulai 20 mg sekali sehari di pagi hari, lalu disesuaikan dokter menurut respons dan indikasi. Dosis untuk OCD atau bulimia bisa lebih tinggi atas anjuran dokter.
Anak
Hanya bila diresepkan dan dipantau psikiater; dosis awal lebih rendah dengan pemantauan ketat karena risiko peningkatan pikiran menyakiti diri di awal terapi.
Lansia
Mulai dari dosis rendah dan naikkan perlahan; sesuaikan bila fungsi hati atau ginjal menurun.

Efek Samping

  • Mual, terutama pada minggu-minggu awal (sering mereda)
  • Sakit kepala
  • Sulit tidur atau justru mengantuk
  • Gelisah atau cemas di awal terapi
  • Gangguan seksual (penurunan hasrat atau kesulitan orgasme)
  • Sebagian efek samping berkurang seiring tubuh menyesuaikan diri

Kontraindikasi (Tidak boleh untuk)

  • Riwayat alergi terhadap fluoksetin atau SSRI lain
  • Penggunaan bersama atau berdekatan dengan obat golongan MAOI (harus ada jeda sesuai anjuran dokter)

Interaksi dengan Obat Lain

  • Obat serotonergik lain (SSRI/SNRI lain, triptan, tramadol, suplemen St. John's Wort) — risiko sindrom serotonin; jangan digabung tanpa anjuran dokter
  • Pengencer darah dan NSAID dapat meningkatkan risiko perdarahan
  • Beberapa obat lain dimetabolisme lebih lambat karena fluoksetin — beri tahu dokter semua obat yang Anda konsumsi

Peringatan Penting

  • PERINGATAN PENTING: pada awal pengobatan — terutama pada anak, remaja, dan dewasa muda — fluoksetin dapat SEMENTARA meningkatkan pikiran untuk menyakiti diri. Diperlukan pemantauan ketat oleh keluarga dan dokter. Bila muncul pikiran menyakiti diri atau mengakhiri hidup, segera hubungi 119 ext 8 (layanan SEJIWA Kemenkes) atau datang ke IGD terdekat — Anda tidak sendirian.
  • Efeknya bertahap — perbaikan biasanya baru terasa setelah 2-4 minggu. Jangan berhenti hanya karena merasa "belum terasa".
  • Jangan dihentikan mendadak. Menghentikan tiba-tiba bisa memicu gejala putus obat; penghentian harus bertahap sesuai arahan dokter.
  • Depresi, cemas, OCD, dan bulimia adalah kondisi medis nyata, bukan kelemahan, kemalasan, pola asuh yang salah, atau kurang kemauan.
  • Diagnosis dan peresepan dilakukan oleh profesional (psikiater/dokter), bukan dari diagnosis mandiri media sosial.

Kategori Ibu Hamil (FDA)

Kategori C - hati-hati

Estimasi Harga

Bervariasi antarmerek dan apotek; tanyakan langsung ke apotek atau dokter Anda.

Pertanyaan Umum

Berapa lama fluoksetin mulai bekerja?

Biasanya 2-4 minggu sebelum perbaikan terasa jelas, karena efeknya bertahap. Jangan buru-buru berhenti hanya karena merasa "belum terasa" — teruskan sesuai arahan dokter dan kabari bila ada keluhan.

Apakah fluoksetin bikin ketergantungan?

Fluoksetin bukan zat adiktif dan tidak menimbulkan ketagihan seperti narkoba. Namun jangan dihentikan mendadak — penghentian tiba-tiba bisa memunculkan gejala putus obat, jadi turunkan secara bertahap sesuai petunjuk dokter.

Apa yang harus diwaspadai di awal pengobatan?

Pada awal terapi — terutama pada anak, remaja, dan dewasa muda — dapat muncul peningkatan sementara pikiran menyakiti diri. Perlu pemantauan ketat. Bila muncul pikiran menyakiti diri atau mengakhiri hidup, segera hubungi 119 ext 8 (layanan SEJIWA Kemenkes) atau datang ke IGD terdekat — Anda tidak sendirian.

Tools kesehatan terkait

Coba kalkulator gratis yang relevan dengan topik ini.

Referensi Medis

  1. 1. Kementerian Kesehatan RI
  2. 2. PDSKJI (Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia)
  3. 3. Sehat Jiwa Kemenkes

Disclaimer medis: Informasi obat ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan konsultasi dokter atau apoteker. Selalu baca aturan pakai di kemasan dan ikuti anjuran tenaga medis berlisensi. Jangan menghentikan obat resep tanpa konsultasi.