Lewati ke konten
Antiseptik / Perawatan LukaBebas (tanpa resep)

Karbamid Peroksida (Tetes Telinga)

Tetes telinga yang **melunakkan serumen (kotoran telinga) yang mengeras/menyumbat** dengan melepaskan gelembung oksigen, sehingga serumen lebih mudah keluar sendiri atau dibersihkan tenaga medis. **JANGAN dipakai bila gendang telinga berlubang, telinga nyeri, atau keluar cairan.**

Nama generik
Carbamide Peroxide
Nama dagang
Forumen, Debrox
Disusun Tim Redaksi SehatkuDiperbarui 21 Juni 2026

Indikasi (Untuk apa)

  • Melunakkan serumen (kotoran telinga) yang mengeras atau menyumbat liang telinga agar lebih mudah keluar sendiri
  • Persiapan beberapa hari sebelum tindakan pembersihan atau irigasi telinga oleh tenaga medis
  • Membantu keluhan telinga terasa tersumbat atau pendengaran meredam yang disebabkan penumpukan serumen — setelah dipastikan gendang telinga utuh

Dosis

Dewasa
Umumnya 5-10 tetes pada telinga yang tersumbat, 1-2 kali sehari selama 3-4 hari (ikuti aturan pada kemasan atau anjuran dokter). Miringkan kepala, teteskan, lalu pertahankan posisi sekitar 5-10 menit agar obat bekerja. Setelah itu telinga boleh dibilas air hangat suam-suam kuku dengan lembut — hanya bila gendang telinga dipastikan utuh dan tidak ada nyeri atau cairan; jangan menyemprotkan air dengan tekanan kuat. Jangan dipakai lebih dari 4 hari berturut-turut tanpa saran dokter; bila sumbatan belum lepas, periksakan ke tenaga medis — jangan mengulang sendiri berkali-kali di rumah.
Anak
Untuk anak di bawah 12 tahun jangan dipakai kecuali atas anjuran dokter — gendang telinga anak lebih rentan dan sering ada riwayat pipa/grommet yang membuat obat ini tidak boleh dipakai. Pada anak yang lebih besar, pemakaian tetap di bawah pengawasan orang tua dengan dosis mengikuti aturan kemasan. Perlu diingat: pendengaran menurun pada anak lebih sering disebabkan cairan di telinga tengah (OME), bukan serumen — ini perlu pemeriksaan tenaga medis (mis. timpanometri, yang menilai gerak gendang telinga dan kondisi telinga tengah), bukan tetes pelunak serumen.
Lansia
Dosis sama dengan dewasa. Serumen pada lansia cenderung lebih kering dan keras, jadi mungkin butuh beberapa hari — dan jangan dipaksa dikorek. Pengguna alat bantu dengar sebaiknya periksakan ke tenaga medis.

Efek Samping

  • Sensasi berbuih, menggelitik, atau berbunyi mendesis di dalam telinga saat diteteskan — ini normal, efek dari pelepasan gelembung oksigen yang melunakkan serumen
  • Rasa penuh atau tersumbat sementara karena serumen mengembang setelah melunak
  • Rasa hangat atau perih ringan di liang telinga
  • Iritasi atau kemerahan ringan pada kulit liang telinga
  • Rasa pusing berputar sesaat, terutama bila cairan yang masuk terlalu dingin — pakai tetes pada suhu ruang; hentikan bila menetap
  • Jarang: reaksi alergi (gatal, bengkak, ruam) — hentikan dan periksakan

Kontraindikasi (Tidak boleh untuk)

  • Gendang telinga berlubang (perforasi) — obat dapat masuk ke telinga tengah
  • Nyeri telinga yang sedang dirasakan
  • Keluar cairan atau nanah dari telinga
  • Riwayat operasi telinga atau pemasangan pipa (grommet/tube)
  • Riwayat alergi terhadap karbamid peroksida atau komponen produk

Interaksi dengan Obat Lain

  • Tidak ada interaksi obat sistemik yang bermakna karena pemakaiannya hanya di liang telinga
  • Beri jarak waktu bila memakai tetes telinga lain (mis. antibiotik tetes), dan tanyakan dulu ke dokter atau apoteker

Peringatan Penting

  • JANGAN membersihkan telinga dengan COTTON BUD atau korek kuping. Cotton bud justru mendorong serumen makin dalam, bisa melukai kulit liang telinga, bahkan menembus gendang telinga. Obat ini melunakkan serumen agar keluar sendiri — bukan supaya bisa dikorek.
  • Telinga sebenarnya membersihkan dirinya sendiri. Serumen dalam jumlah normal itu pelindung liang telinga, bukan kotoran yang harus dikejar setiap hari.
  • JANGAN dipakai bila ada gendang telinga berlubang (perforasi), nyeri telinga, keluar cairan/nanah, atau riwayat operasi telinga/pasang pipa — segera periksakan ke dokter.
  • Gunakan tetes pada suhu ruang. Cairan yang terlalu dingin masuk ke liang telinga dapat memicu rasa berputar (vertigo) sesaat.
  • Bila setelah pemakaian pendengaran justru terasa makin tertutup, telinga berdenging, muncul nyeri, atau timbul rasa berputar, hentikan dan periksakan.
  • Sumbatan serumen yang berat sebaiknya dibersihkan oleh tenaga medis (irigasi/suction/kuretase di fasilitas kesehatan), bukan dikorek sendiri di rumah.
  • TULI MENDADAK (tiba-tiba tidak mendengar pada satu/dua telinga) adalah KEDARURATAN THT — jangan ditunda, harus ditangani sesegera mungkin (idealnya dalam 72 jam). Jangan berasumsi itu 'hanya kotoran telinga' lalu menunggu tetes ini bekerja berhari-hari.
  • Vertigo disertai gejala saraf (bicara pelo, lemah separuh badan, penglihatan ganda, sakit kepala hebat) → curiga STROKE → segera IGD/119.
  • Polip/sumbatan HANYA di satu sisi hidung disertai mimisan berulang perlu diperiksa untuk menyingkirkan tumor (mis. kanker nasofaring) — jangan dianggap pilek biasa.
  • Untuk hidung tersumbat: semprot dekongestan hidung JANGAN dipakai lebih dari 3-5 hari karena berisiko rhinitis medikamentosa (tersumbat balik yang makin parah).

Kategori Ibu Hamil (FDA)

Belum diklasifikasi

Estimasi Harga

Bervariasi; tersedia bebas di apotek — tanyakan apoteker.

Pertanyaan Umum

Setelah pakai tetes ini, apakah boleh sekalian dikorek dengan cotton bud supaya cepat bersih?

Jangan. Cotton bud justru mendorong serumen makin dalam dan bisa melukai liang telinga atau menembus gendang telinga. Tetes ini bekerja dengan melunakkan serumen agar keluar sendiri atau agar mudah dibersihkan tenaga medis — bukan supaya lebih enak dikorek. Bila sumbatan terasa berat, minta bantuan tenaga medis untuk membersihkan atau mengirigasi.

Kapan saya TIDAK boleh memakai tetes telinga ini?

Jangan dipakai bila gendang telinga berlubang (perforasi), telinga sedang nyeri, keluar cairan atau nanah, atau ada riwayat operasi telinga/pemasangan pipa (grommet). Pada kondisi itu obat bisa masuk ke telinga tengah. Periksakan dulu ke dokter agar gendang telinga dilihat langsung. Dan bila pendengaran hilang mendadak, itu kedaruratan THT — segera ke dokter, idealnya dalam 72 jam, jangan menunggu tetes ini bekerja.

Telinga terasa berbuih dan menggelitik saat ditetes — apakah normal?

Ya, itu normal. Sensasi berbuih, mendesis, atau menggelitik berasal dari pelepasan gelembung oksigen yang memecah dan melunakkan serumen. Rasa penuh sementara juga wajar karena serumen mengembang setelah melunak. Tetapi bila muncul nyeri, keluar cairan, pendengaran makin tertutup, telinga berdenging, atau rasa berputar, hentikan pemakaian dan periksakan.

Referensi Medis

  1. 1. Kementerian Kesehatan RI
  2. 2. PERHATI-KL (Perhimpunan Dokter Spesialis THT-KL Indonesia)
  3. 3. World Health Organization

Disclaimer medis: Informasi obat ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan konsultasi dokter atau apoteker. Selalu baca aturan pakai di kemasan dan ikuti anjuran tenaga medis berlisensi. Jangan menghentikan obat resep tanpa konsultasi.