Ketorolac
Ketorolac adalah **NSAID kuat** untuk **nyeri sedang sampai berat jangka pendek**, misalnya **nyeri setelah operasi**. Pemakaian dibatasi **maksimal sekitar 5 hari** karena risiko efek sampingnya nyata.
- Nama generik
- Ketorolac (Ketorolak)
- Nama dagang
- Toradol, Ketrobat, Rolac
Indikasi (Untuk apa)
- Penanganan nyeri sedang sampai berat jangka pendek, misalnya nyeri setelah operasi
- Diberikan dalam bentuk suntik maupun tablet, biasanya di fasilitas kesehatan atau dengan resep dokter
- Bukan untuk nyeri ringan sehari-hari yang masih bisa diatasi obat yang lebih aman
Dosis
Efek Samping
- Iritasi dan perdarahan lambung (nyeri ulu hati, mual, tinja hitam)
- Gangguan fungsi ginjal, terutama bila kurang minum atau sudah ada masalah ginjal
- Menaikkan tekanan darah dan dapat menyebabkan penumpukan cairan (bengkak)
- Pusing, mengantuk, atau sakit kepala
Kontraindikasi (Tidak boleh untuk)
- Riwayat atau kondisi tukak atau perdarahan lambung aktif
- Gangguan fungsi ginjal sedang sampai berat, dehidrasi, atau kekurangan cairan
- Kondisi dengan risiko perdarahan tinggi (termasuk perdarahan otak) atau sedang memakai pengencer darah
- Gagal jantung berat, serta sebelum atau selama operasi besar (termasuk operasi bypass jantung/CABG)
- Kehamilan trimester akhir (trimester 3), serta saat persalinan dan menyusui
- Nyeri ringan biasa yang tidak memerlukan NSAID sekuat ini
- Riwayat alergi ketorolac atau NSAID lain (termasuk asma yang dipicu aspirin/NSAID)
Interaksi dengan Obat Lain
- Dengan pengencer darah (warfarin, aspirin, antiplatelet): risiko perdarahan meningkat
- Dengan NSAID lain (ibuprofen, diklofenak): risiko iritasi lambung dan ginjal bertambah
- Dengan obat tekanan darah dan diuretik: efeknya bisa berkurang dan beban ginjal meningkat
Peringatan Penting
- Pemakaian dibatasi maksimal sekitar 5 hari karena risiko efek samping meningkat bila lebih lama.
- Bukan obat yang dipakai bebas jangka panjang.
- Pada kehamilan: hindari, terutama trimester akhir, karena dapat membahayakan janin (penutupan dini pembuluh darah janin dan berkurangnya air ketuban). Tidak dianjurkan saat menyusui.
- Hati-hati bila Anda punya asma atau pernah alergi/sesak setelah aspirin atau NSAID lain, karena dapat memicu sesak napas.
- Segera hubungi tenaga medis bila muncul nyeri ulu hati hebat, tinja hitam, atau muntah seperti kopi.
- Beri tahu dokter bila Anda punya riwayat maag, masalah ginjal, penyakit jantung, atau tekanan darah tinggi.
Kategori Ibu Hamil (FDA)
Estimasi Harga
Bervariasi; tanyakan apotek atau fasilitas kesehatan.
Pertanyaan Umum
Kenapa ketorolac hanya boleh dipakai sekitar 5 hari?
Karena makin lama dipakai, risiko perdarahan lambung dan gangguan ginjal makin meningkat. Ketorolac dirancang untuk meredakan nyeri berat dalam waktu singkat, bukan untuk pemakaian terus-menerus.
Apa bedanya dengan parasetamol atau ibuprofen biasa?
Parasetamol relatif lebih lembut dan cocok untuk nyeri ringan sampai sedang. Ibuprofen adalah NSAID yang lebih ringan untuk pemakaian sehari-hari. Ketorolac jauh lebih kuat dan ditujukan untuk nyeri berat jangka pendek seperti setelah operasi, sehingga aturan pakainya lebih ketat dan harus dengan resep.
Siapa yang tidak boleh memakai ketorolac?
Orang dengan riwayat tukak atau perdarahan lambung, gangguan ginjal, risiko perdarahan, gagal jantung berat, serta ibu hamil (terutama trimester akhir) dan ibu menyusui sebaiknya tidak memakainya. Obat ini juga tidak tepat untuk nyeri ringan biasa. Selalu konsultasikan dengan dokter atau apoteker sebelum menggunakannya.
Referensi Medis
Disclaimer medis: Informasi obat ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan konsultasi dokter atau apoteker. Selalu baca aturan pakai di kemasan dan ikuti anjuran tenaga medis berlisensi. Jangan menghentikan obat resep tanpa konsultasi.