Lewati ke konten
Penstabil MoodResep dokter

Litium (Lithium Karbonat)

Obat **penstabil suasana hati (mood stabilizer)** yang menjadi **standar utama untuk gangguan bipolar** — mencegah episode **mania dan depresi** serta **menurunkan risiko bunuh diri**. Memiliki **jendela terapi yang sempit**, sehingga **kadar litium dalam darah wajib diperiksa berkala**.

Nama generik
Lithium Carbonate
Nama dagang
Priadel, Frimania
Disusun Tim Redaksi SehatkuDiperbarui 19 Juni 2026

Indikasi (Untuk apa)

  • Terapi dan pencegahan gangguan bipolar — menstabilkan suasana hati serta mengurangi kekambuhan episode mania dan depresi
  • Membantu menurunkan risiko bunuh diri pada gangguan bipolar (bila muncul pikiran menyakiti diri atau mengakhiri hidup, segera hubungi 119 ext 8 (layanan SEJIWA Kemenkes) atau datang ke IGD terdekat — Anda tidak sendirian)
  • Gangguan bipolar bukan kelemahan, kemalasan, atau kurang iman — ini kondisi medis nyata yang bisa dikelola; diagnosis dan resep hanya oleh psikiater, bukan hasil menonton media sosial

Dosis

Dewasa
Diawali bertahap dan selalu disesuaikan dengan kadar litium dalam darah (biasanya diukur sekitar 12 jam setelah dosis terakhir). Dosis harian tidak boleh ditentukan sendiri — hanya oleh dokter.
Anak
Penggunaan pada anak dan remaja hanya oleh psikiater anak dengan pemantauan ketat.
Lansia
Umumnya butuh dosis lebih rendah karena fungsi ginjal menurun sehingga litium lebih mudah menumpuk; pemantauan lebih sering.

Efek Samping

  • Tremor halus pada tangan, rasa haus, dan lebih sering buang air kecil
  • Mual, tidak nyaman di perut, terutama di awal terapi
  • Kenaikan berat badan dan kadang pembengkakan ringan
  • Pada pemakaian jangka panjang dapat memengaruhi fungsi tiroid dan ginjal — karena itu keduanya diperiksa berkala

Kontraindikasi (Tidak boleh untuk)

  • Riwayat alergi litium
  • Gangguan ginjal berat atau kadar natrium/garam tubuh yang tidak stabil tanpa pengawasan
  • Kehamilan (kecuali pertimbangan khusus dokter) karena risiko kelainan jantung janin

Interaksi dengan Obat Lain

  • Obat antinyeri golongan NSAID (mis. ibuprofen, natrium diklofenak) dapat menaikkan kadar litium ke tingkat berbahaya
  • Sebagian obat tekanan darah — diuretik dan ACE inhibitor — juga dapat menaikkan kadar litium
  • Selalu beri tahu setiap dokter, apoteker, dan dokter gigi bahwa Anda memakai litium sebelum menerima obat baru

Peringatan Penting

  • PALING PENTING: litium punya 'jendela terapi yang sempit' — kadar yang efektif dan kadar yang beracun sangat berdekatan, sehingga pemeriksaan kadar litium dalam darah secara berkala WAJIB, bersama fungsi ginjal dan tiroid.
  • Tanda KERACUNAN litium (darurat): tremor kasar, bingung, muntah/diare, bicara pelo, gerakan tidak terkoordinasi, hingga kejang → segera ke IGD.
  • Hal yang menaikkan kadar litium ke tingkat berbahaya: dehidrasi (kurang minum, muntah, diare, keringat berlebih), NSAID, dan sebagian obat tekanan darah (diuretik/ACE inhibitor) — jaga cukup cairan dan asupan garam yang stabil.
  • Jangan menghentikan litium mendadak tanpa arahan dokter karena berisiko kambuh. Bila muncul pikiran menyakiti diri atau mengakhiri hidup, segera hubungi 119 ext 8 (layanan SEJIWA Kemenkes) atau datang ke IGD terdekat — Anda tidak sendirian.
  • Tidak untuk ibu hamil karena risiko kelainan jantung janin; diskusikan rencana kehamilan dan menyusui dengan psikiater.

Kategori Ibu Hamil (FDA)

Kategori D - risiko terbukti

Estimasi Harga

Bervariasi antar merek dan apotek; tanyakan langsung ke apotek atau faskes.

Pertanyaan Umum

Kenapa litium harus cek darah rutin?

Karena jendela terapinya sempit: kadar yang terlalu tinggi bisa beracun, sedangkan yang terlalu rendah tidak efektif. Pemeriksaan kadar litium (serta fungsi ginjal dan tiroid) secara berkala memastikan dosis tetap aman dan bekerja.

Apa tanda keracunan litium?

Waspadai tremor kasar, bingung, muntah/diare, bicara pelo, gerakan tidak terkoordinasi, hingga kejang. Ini keadaan daruratsegera ke IGD dan hentikan sementara sesuai arahan tenaga medis.

Apa yang membuat kadar litium menjadi berbahaya?

Terutama dehidrasi (kurang minum, muntah, diare, keringat berlebih), obat antinyeri NSAID, dan sebagian obat tekanan darah (diuretik/ACE inhibitor). Jaga cukup cairan dan garam yang stabil, serta beri tahu setiap dokter bahwa Anda memakai litium.

Tools kesehatan terkait

Coba kalkulator gratis yang relevan dengan topik ini.

Referensi Medis

  1. 1. Kemenkes RI
  2. 2. PDSKJI (Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia)
  3. 3. Sehat Jiwa Kemenkes

Disclaimer medis: Informasi obat ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan konsultasi dokter atau apoteker. Selalu baca aturan pakai di kemasan dan ikuti anjuran tenaga medis berlisensi. Jangan menghentikan obat resep tanpa konsultasi.