Lewati ke konten
AntihipertensiResep dokter

Losartan

Angiotensin II Receptor Blocker (ARB) lini pertama untuk hipertensi, terutama saat ACE inhibitor menimbulkan batuk. Sekali sehari, durasi 24 jam. Manfaat tambahan: proteksi ginjal pada diabetes, kurangi asam urat, dan hipertrofi ventrikel kiri.

Nama generik
Losartan Kalium
Nama dagang
Cozaar, Acetensa, Angioten, Insaar, Lifezar
Disusun Tim Redaksi SehatkuDiperbarui 27 Mei 2026

Indikasi (Untuk apa)

  • Hipertensi (esensial dan sekunder) — lini pertama, ideal jika batuk ACE inhibitor
  • Nefropati diabetik tipe 2 dengan proteinuria — proteksi ginjal (studi RENAAL)
  • Hipertensi dengan hipertrofi ventrikel kiri — menurunkan risiko stroke (studi LIFE)
  • Gagal jantung — bila ACE inhibitor tidak ditoleransi
  • Pasca infark miokard dengan disfungsi ventrikel kiri (bila ACE inhibitor tidak ditoleransi)
  • Hipertensi dengan hiperurikemia/asam urat — bonus penurunan asam urat (efek urikosurik unik losartan)
  • Migrain (off-label) — profilaksis migrain kronis

Dosis

Dewasa
Hipertensi: dosis awal 50 mg 1x/hari (25 mg pada lansia, gangguan hati, atau volume-depleted). Titrasi 100 mg 1x/hari setelah 3-6 minggu. Dosis maksimal 100 mg/hari (bisa dibagi 2 dosis jika efek 24 jam tidak adekuat). Nefropati diabetik: 50-100 mg 1x/hari. Gagal jantung: mulai 12.5-25 mg 1x/hari, titrasi gradual hingga 50-150 mg/hari. Hipertensi dengan LVH: 50 mg 1x/hari titrasi hingga 100 mg.
Anak
Anak ≥6 tahun dengan hipertensi: 0.7 mg/kg 1x/hari (max 50 mg awal), titrasi hingga 1.4 mg/kg/hari (max 100 mg). Anak <6 tahun: tidak direkomendasikan.
Lansia
Tidak perlu penyesuaian dosis rutin, tapi mulai dengan 25 mg jika rapuh atau dehidrasi. Pantau fungsi ginjal lebih ketat.

Efek Samping

  • Pusing dan hipotensi terutama pada dosis pertama (lebih jarang dari ACE inhibitor)
  • Sakit kepala
  • Lelah
  • Hiperkalemia (terutama dengan kalium tambahan atau diuretik hemat kalium)
  • Peningkatan kreatinin dan urea (biasanya stabil; >30% peningkatan perlu evaluasi)
  • Angioedema (sangat jarang, 0.05-0.1% — jauh lebih jarang dari ACE inhibitor)
  • Batuk (SANGAT JARANG <5%, vs 5-20% ACE inhibitor)
  • Diare ringan
  • Nyeri otot (mialgia)
  • Disfungsi ginjal akut pada pasien dengan stenosis arteri renal bilateral
  • Anemia ringan (jarang)
  • Hipoglikemia pada pasien diabetes (jarang, tingkatkan sensitivitas insulin)
  • Disfungsi ereksi (jarang)

Kontraindikasi (Tidak boleh untuk)

  • Hipersensitivitas terhadap losartan atau ARB lain
  • Kehamilan (kategori D — risiko malformasi trimester 1, oligohidramnion-displasia ginjal-pulmonal trimester 2-3)
  • Menyusui
  • Stenosis arteri renal bilateral atau pada ginjal soliter
  • Penggunaan bersama aliskiren pada pasien diabetes atau GFR <60
  • Riwayat angioedema dengan ARB sebelumnya
  • Gangguan hati berat (hati-hati, mulai dengan dosis rendah)

Interaksi dengan Obat Lain

  • Diuretik hemat kalium (spironolakton, eplerenon, amilorid) — risiko hiperkalemia
  • Suplemen kalium dan pengganti garam mengandung KCl — hiperkalemia
  • NSAID (ibuprofen, naproksen, asam mefenamat) — kurangi efek antihipertensi, risiko gagal ginjal akut
  • Lithium — peningkatan kadar lithium → toksisitas
  • ACE inhibitor — kombinasi tidak direkomendasikan rutin (risiko hiperkalemia, hipotensi, gagal ginjal). Pengecualian: ON-TARGET dan VALIANT, tidak dibenarkan rutin
  • Aliskiren — kontraindikasi pada diabetes atau GFR <60
  • Rifampicin — menurunkan kadar losartan via induksi CYP3A4 dan CYP2C9 (losartan adalah prodrug butuh metabolisme)
  • Fluconazole — bisa menurunkan konversi losartan ke metabolit aktif
  • Trimethoprim — hiperkalemia

Peringatan Penting

  • KEHAMILAN: KONTRAINDIKASI MUTLAK trimester 2-3, hindari trimester 1 jika memungkinkan. JANGAN gunakan pada wanita yang merencanakan hamil
  • Pantau elektrolit (K+, Na+) dan fungsi ginjal (kreatinin) 1-2 minggu pasca mulai, lalu rutin 3-6 bulan
  • Pasien volume-depleted (dehidrasi, diuretik dosis tinggi): koreksi dulu
  • Pasien dengan gangguan hati: mulai 25 mg karena losartan adalah PRODRUG yang butuh konversi hati untuk aktif
  • Hentikan saat dehidrasi berat, diare, muntah, atau sebelum operasi mayor
  • Vaksinasi tidak terpengaruh
  • Monitor tanda hiperkalemia
  • Pasien diabetes: monitor gula darah (sensitivitas insulin meningkat)
  • Pada gagal jantung: titrasi sangat perlahan, monitor fungsi ginjal dan kalium

Kategori Ibu Hamil (FDA)

Kategori D - risiko terbukti

Estimasi Harga

Generik 25 mg: Rp 500-2.000/tablet. Generik 50 mg: Rp 1.000-3.500/tablet (strip 10 tab: Rp 10.000-35.000). Generik 100 mg: Rp 2.000-5.000/tablet. Cozaar 50 mg (innovator): Rp 8.000-15.000/tablet. Acetensa 50 mg: Rp 4.000-7.000/tablet. Lifezar 50 mg: Rp 4.000-7.000/tablet. Angioten 50 mg: Rp 4.500-8.000/tablet. Lebih mahal dari captopril/lisinopril tapi nyaman 1x/hari dan minim batuk. Cover BPJS untuk generik dan beberapa merek.

Pertanyaan Umum

Losartan vs captopril/lisinopril — kapan pilih ARB daripada ACE inhibitor?

KEDUANYA efektif sebagai antihipertensi lini pertama dengan profil yang mirip. INDIKASI MEMILIH ARB (losartan) DARIPADA ACE INHIBITOR: (1) BATUK ACE inhibitor — alasan paling umum, terjadi 5-20% pasien ACE inhibitor (terutama wanita Asia). ARB hampir tidak menyebabkan batuk (<5%) karena tidak menumpuk bradikinin, (2) ANGIOEDEMA RIWAYAT ACE inhibitor — meski cross-reactivity 5-10% mungkin, ARB umumnya lebih aman. Tetap konsultasi dokter, (3) INTOLERANSI LAIN ACE inhibitor: gangguan rasa, ruam, (4) HIPERTENSI DENGAN HIPERTROFI VENTRIKEL KIRI: studi LIFE menunjukkan LOSARTAN lebih baik dari atenolol untuk stroke prevention. (5) HIPERURIKEMIA/ASAM URAT: LOSARTAN UNIK mempunyai EFEK URIKOSURIK ringan (kurangi asam urat 5-15%) — bonus pada pasien hipertensi dengan gout. Tidak dimiliki ACE inhibitor atau ARB lain. INDIKASI MASIH UTAMAKAN ACE INHIBITOR: (1) GAGAL JANTUNG HFrEF: ACE inhibitor punya BUKTI LEBIH KUAT (CONSENSUS, SOLVD, dll). ARB jadi pilihan kedua jika ACE intoleran. SACUBITRIL/VALSARTAN (Entresto) saat ini superior, tapi lebih mahal, (2) PASCA INFARK MIOKARD: ACE inhibitor (kaptopril, lisinopril) dengan bukti mortalitas. ARB sebagai alternatif, (3) BIAYA: ACE inhibitor lebih murah, terutama captopril, (4) FORMULARIUM Indonesia: beberapa puskesmas hanya menyediakan captopril/amlodipine. KOMBINASI: ACE inhibitor + ARB TIDAK direkomendasikan rutin — risiko hiperkalemia, hipotensi, gagal ginjal tanpa benefit signifikan. Pilih salah satu. PRAKTIK: dokter sering mulai dengan ACE inhibitor karena lebih murah. Jika batuk atau intoleran lain, baru switch ke ARB. Pada pasien gout atau LVH, ARB (losartan) bisa jadi pilihan awal.

Berapa lama setelah minum losartan baru efek antihipertensinya terlihat?

ONSET dan DURASI penting untuk dipahami: (1) ONSET PARSIAL (1-3 jam): efek antihipertensi mulai tampak pada hari pertama, mengurangi TD ringan. Bukan efek puncak, (2) EFEK PUNCAK ANTIHIPERTENSI: 3-6 MINGGU pasca mulai atau setelah perubahan dosis. Ini ALAMI dan diharapkan — jangan tergesa-gesa menyimpulkan obat tidak bekerja jika TD belum tercapai dalam 1-2 minggu, (3) DURASI: 24 JAM dengan dosis sekali sehari (durasi cukup untuk single daily dosing pada kebanyakan pasien), (4) EFEK NEFROPROTEKSI: muncul lebih perlahan, evaluasi tiap 3-6 bulan dengan UACR (urine albumin-creatinine ratio). PRAKTIK KLINIS: dokter biasanya re-evaluasi setelah 3-6 minggu. Jika TD belum target (<130/80 untuk diabetes/CKD; <140/90 umum), tingkatkan dosis dari 50 mg ke 100 mg, atau tambah obat kedua (amlodipine, diuretik, beta-blocker). MENGAPA LAMBAT? Mekanisme losartan: (1) memblokir reseptor AT1 (Type 1 angiotensin), tapi sistem RAAS punya feedback complex, (2) penyesuaian volume dan elektrolit perlu waktu, (3) remodeling vaskular yang juga berkontribusi pada tensi tinggi perlu minggu/bulan untuk membaik. KESALAHAN UMUM: stop losartan karena "tidak bekerja" setelah 1 minggu — TUNGGU minimal 3-6 minggu untuk evaluasi adekuat. PENTING: monitor TD di rumah dengan tensimeter digital VALIDASI (Omron, A&D) 2x/hari pagi dan sore, catat hasilnya. Bawa catatan ke kontrol berikutnya.

Apakah losartan bisa menurunkan asam urat (gout)?

YA, INI EFEK UNIK LOSARTAN yang TIDAK DIMILIKI ARB lain (valsartan, telmisartan, candesartan) atau ACE inhibitor. MEKANISME: losartan menghambat transporter URAT1 (URAT1, SLC22A12) di tubulus proksimal ginjal → meningkatkan ekskresi asam urat di urine → kadar asam urat darah TURUN 5-15%. INI ADALAH EFEK PHARMACOLOGY-LEVEL, bukan kebetulan. METABOLIT AKTIF EXP3174 losartan TIDAK memiliki efek ini — hanya parent compound (losartan) yang urikosurik. APA ARTI KLINIS? (1) PASIEN HIPERTENSI DENGAN GOUT/HYPERURISEMIA: LOSARTAN adalah pilihan IDEAL — kontrol TD + bantu kelola asam urat sekaligus, (2) PASIEN DENGAN GOUT yang DIURETIK THIAZIDE-NYA MEMICU SERANGAN: switch diuretik ke losartan bisa membantu, atau kombinasi (diuretik + losartan), (3) PASIEN DIABETES + HIPERTENSI + HYPERURISEMIA: kombinasi populer dengan SGLT2 inhibitor (empagliflozin, dapagliflozin) yang juga turunkan asam urat — efek aditif, (4) NAMUN: PENURUNAN 5-15% TIDAK CUKUP untuk monoterapi gout — tetap butuh allopurinol atau febuxostat untuk gout berat. Target asam urat <6.0 mg/dL pada gout, <5.0 jika tophi. PERBEDAAN dengan ALLOPURINOL: allopurinol menghambat xanthine oxidase (mengurangi PRODUKSI asam urat) — penurunan lebih besar 1-3 mg/dL. LOSARTAN urikosurik (ekskresi). KOMBINASI BISA BAGUS untuk pasien dengan kedua kondisi. PERHATIAN: pasien dengan riwayat batu ginjal asam urat — losartan dapat tingkatkan ekskresi urat di urine → teoritis tingkatkan risiko batu, tapi efek klinis kecil. Hidrasi adekuat dan alkalinisasi urin (kalium sitrat) bisa membantu. PRAKTIS: jika pasien hipertensi minum amlodipine atau ACE inhibitor dan terkena gout berulang, diskusikan switch ke LOSARTAN sebagai pilihan win-win.

Apakah losartan aman untuk pasien dengan penyakit ginjal kronis?

TERGANTUNG STADIUM dan kondisi pasien. LOSARTAN sebenarnya MEMILIKI PROTEKSI GINJAL terbukti pada studi RENAAL untuk nefropati diabetik tipe 2 dengan proteinuria. (1) CKD STADIUM 1-3 (GFR ≥30 mL/min/1.73m²): aman dan REKOMENDASI POSITIF, terutama jika ada PROTEINURIA atau DIABETES. Mekanisme proteksi: kurangi tekanan intraglomerular, kurangi proteinuria, memperlambat progresi ke ESRD, (2) CKD STADIUM 4 (GFR 15-30): bisa dipakai tapi DOSIS RENDAH (mulai 25 mg) dengan monitoring KETAT setiap 1-2 minggu (kreatinin, kalium), (3) CKD STADIUM 5 atau DIALISIS (GFR <15): kontroversial. Banyak nefrolog masih pakai dengan dosis sangat rendah jika ada manfaat klinis (gagal jantung, proteinuria signifikan). Tidak perlu adjustment besar karena losartan TIDAK BANYAK diekskresi ginjal (metabolisme hati). MONITORING WAJIB: (1) KREATININ baseline, 1-2 minggu pasca mulai, kemudian rutin 1-3 bulan. PENINGKATAN 10-30% NORMAL dan diharapkan (menunjukkan obat bekerja). >30% peningkatan → kurangi dosis atau STOP, evaluasi penyebab (dehidrasi, NSAID, sepsis, stenosis arteri renal), (2) KALIUM: target <5.0 mEq/L. Jika 5.0-5.5: review diet rendah K, stop suplemen K, kurangi spironolakton/NSAID. Jika >5.5: STOP losartan, koreksi K. Bisa restart dengan dosis lebih rendah, (3) URINE ALBUMIN-CREATININE RATIO (UACR): tiap 3-6 bulan untuk monitor efek proteinuria. KOMBINASI YANG WAJIB DIHINDARI pada CKD: (1) ACE inhibitor + ARB (hiperkalemia, gagal ginjal akut), (2) ARB + aliskiren pada DM atau GFR <60. KOMBINASI YANG BERMANFAAT: ARB + SGLT2 inhibitor (empagliflozin/dapagliflozin) pada CKD dengan proteinuria — saling synergistic untuk proteksi renal (studi CREDENCE, DAPA-CKD). KONSULTASI Sp.PD nefrologi jika GFR <30 dan ada pertanyaan tentang dosis ARB.

Apakah saya harus minum losartan sebelum atau sesudah makan? Pagi atau malam?

LOSARTAN BISA DIMINUM KAPAN SAJA — makanan TIDAK BERPENGARUH signifikan terhadap absorpsi (vs captopril yang harus 1 jam sebelum/2 jam sesudah makan). Ini kemudahan ARB dibanding captopril. WAKTU OPTIMAL DALAM SEHARI: (1) UMUMNYA PAGI: kebanyakan dokter sarankan pagi karena (a) tensi cenderung naik pagi-siang (morning surge), (b) efek 24 jam mencakup waktu aktif, (c) kepatuhan lebih baik bagi banyak orang. Dosis 50-100 mg satu kali pagi, (2) ALTERNATIF MALAM HARI: pertimbangkan jika (a) pasien mengalami hipotensi siang yang mengganggu (dizziness saat bangun, lelah), (b) hipertensi NOCTURNAL atau NON-DIPPER (TD malam tidak turun seperti normal), studi MAPEC dan Hygia menunjukkan minum antihipertensi MALAM HARI dapat menurunkan event kardiovaskular pada pasien tertentu. Bukti masih kontroversial tapi muncul, (3) PADA HIPERTENSI YANG TIDAK CONTROL DENGAN 50 MG PAGI: bisa dibagi 25 mg pagi + 25 mg malam, atau langsung naik ke 100 mg pagi. PENTING: KONSISTEN WAKTU TIAP HARI. Pilih waktu yang mudah diingat: setelah bangun tidur, setelah sarapan, sebelum tidur. Gunakan pillbox harian atau alarm HP. JIKA LUPA MINUM: minum segera saat ingat, KECUALI sudah mendekati dosis berikutnya — skip dan lanjut jadwal. JANGAN MINUM 2 DOSIS SEKALIGUS. TIPS UNTUK KEPATUHAN OPTIMAL: (1) IKAT dengan kebiasaan harian (sarapan, sikat gigi), (2) PILLBOX harian, (3) ALARM HP, (4) catatan harian TD di pagi dan sore di rumah, bawa ke kontrol berikutnya, (5) FAMILY SUPPORT — beri tahu pasangan/anak agar bisa mengingatkan, (6) APP HEALTH TRACKING di smartphone. KONSULTASI DOKTER jika TD tetap di luar target meski sudah patuh minum, mungkin perlu adjust dosis atau tambah obat lain.

Tools kesehatan terkait

Coba kalkulator gratis yang relevan dengan topik ini.

Referensi Medis

  1. 1. BPOM RI - Losartan
  2. 2. PIONAS - Losartan
  3. 3. PERKI - Pedoman Hipertensi Indonesia 2024
  4. 4. RENAAL Study - Losartan in Diabetic Nephropathy
  5. 5. LIFE Study - Losartan vs Atenolol

Disclaimer medis: Informasi obat ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan konsultasi dokter atau apoteker. Selalu baca aturan pakai di kemasan dan ikuti anjuran tenaga medis berlisensi. Jangan menghentikan obat resep tanpa konsultasi.