Lewati ke konten
Antiinflamasi (NSAID)Resep dokter

Methylprednisolon

Kortikosteroid sintetis kuat untuk menekan inflamasi dan respons imun. Digunakan untuk kondisi autoimun, alergi berat, peradangan akut, dan banyak kondisi YMYL lainnya.

Nama generik
Methylprednisolone
Nama dagang
Medrol, Urbason, Methylprednisolone Dexa, Solu-Medrol (IV)
Direview dr. Andi Pratama, Sp.PD, M.KesDiperbarui 25 Mei 2026

Indikasi (Untuk apa)

  • Kondisi alergi berat dan anafilaksis (bersama epinefrin)
  • Asma akut (eksaserbasi)
  • PPOK eksaserbasi
  • Penyakit autoimun: SLE, reumatoid artritis, vaskulitis
  • Penyakit radang usus (Crohn, kolitis ulseratif)
  • Kondisi dermatologi: urtikaria berat, eksim berat, pemfigus
  • Edema serebral (IV — trauma kepala, tumor)
  • Transplantasi organ (pencegahan rejeksi)
  • Multiple sclerosis flare
  • Nefrotik sindrom

Dosis

Dewasa
Oral (Medrol): 4-48 mg/hari dalam 1-4 dosis, tergantung indikasi. Alergi/asma ringan-sedang: 4-8 mg sekali pagi. SLE/autoimun: 0.5-1 mg/kg/hari. IV (Solu-Medrol): 30 mg/kg untuk spinal cord injury (dalam 15 menit). Selalu TAPERING bertahap jika pemakaian >1 minggu.
Anak
Asma: 1-2 mg/kg/hari ÷ 1-2 dosis × 3-5 hari. Maks 60 mg/hari. IV: 1-2 mg/kg/dosis.
Lansia
Mulai dari dosis terendah efektif; pantau ketat — lebih rentan efek samping.

Efek Samping

  • Jangka pendek: peningkatan nafsu makan, insomnia, perubahan mood, hiperglikemia
  • Jangka panjang (>3 bulan): osteoporosis, sindrom Cushing (wajah bulan, perut buncit, striae ungu)
  • Imunosupresi: rentan infeksi oportunistik (TBC, jamur)
  • Tukak lambung (terutama kombinasi dengan NSAID)
  • Hipertensi dan edema (retensi natrium)
  • Katarak subkapsular posterior
  • Avascular necrosis sendi (terutama hip) — dosis tinggi lama
  • Kenaikan berat badan
  • Adrenal suppression dan adrenal crisis jika berhenti mendadak

Kontraindikasi (Tidak boleh untuk)

  • Infeksi fungal sistemik yang tidak diobati
  • Hipersensitivitas
  • Vaksin hidup saat dalam dosis imunosupresif

Interaksi dengan Obat Lain

  • NSAID (aspirin, ibuprofen) — meningkatkan risiko tukak lambung berat
  • Obat antidiabetes — steroid meningkatkan gula darah, butuh penyesuaian dosis
  • Vaksin hidup (MMR, cacar air, BCG) — kontraindikasi saat dosis imunospresif
  • Rifampicin, fenitoin, barbiturat — menurunkan efek steroid
  • Ciclosporin — meningkatkan kadar keduanya, hati-hati
  • Digoksin — hipokalemia akibat steroid meningkatkan toksisitas digoksin
  • Warfarin — efek antikoagulasi dapat berubah (pantau INR)

Peringatan Penting

  • JANGAN BERHENTI TIBA-TIBA jika minum >1 minggu — bisa menyebabkan adrenal insufficiency (lemas, pusing, kolaps). Selalu tapering bertahap.
  • Pantau gula darah: steroid sebabkan hiperglikemia (penting pada pre-diabetik dan diabetik)
  • Minum pagi hari setelah makan untuk kurangi gangguan lambung dan meniru ritme kortisol alami
  • Suplementasi kalsium (1.000-1.500 mg/hari) + vitamin D (800 IU/hari) jika pemakaian jangka panjang
  • Laporkan jika muncul demam atau tanda infeksi — imun tersupresi
  • Kartu steroid: pasien yang minum steroid jangka panjang disarankan membawa kartu steroid

Kategori Ibu Hamil (FDA)

Kategori C - hati-hati

Estimasi Harga

Generik 4 mg: Rp 2.000-5.000/tablet. Medrol branded 4 mg: Rp 8-15rb/tablet. Solu-Medrol 125 mg IV: Rp 50-150rb/vial.

Pertanyaan Umum

Bolehkah berhenti minum methylprednisolon tiba-tiba?

TIDAK BOLEH, terutama jika sudah minum lebih dari 1 minggu. Berhenti tiba-tiba bisa menyebabkan adrenal insufficiency (kegagalan kelenjar adrenal): gejala berupa lemas ekstrem, pusing, mual, tekanan darah drop, bahkan syok. Dosis harus dikurangi bertahap (tapering) — contoh: turunkan 2.5-5 mg setiap beberapa hari sesuai petunjuk dokter.

Kapan harus minum methylprednisolon — pagi atau malam?

Sebaiknya pagi hari setelah sarapan. Alasannya: (1) meniru ritme kortisol alami tubuh yang paling tinggi di pagi hari, (2) mengurangi gangguan tidur/insomnia karena efek stimulasi steroid, (3) mengurangi iritasi lambung dengan makan terlebih dahulu. Jika dosis dibagi 2×, ambil dosis terbesar di pagi hari.

Methylprednisolon vs prednison, mana yang lebih kuat?

Methylprednisolon lebih kuat: 4 mg methylprednisolon = 5 mg prednison (potesi 25% lebih tinggi). Keduanya adalah kortikosteroid yang bekerja dengan cara yang sama. Methylprednisolon juga sedikit lebih rendah efek retensi garamnya dibanding prednison. Pilihan antara keduanya biasanya berdasarkan ketersediaan dan preferensi dokter.

Referensi Medis

  1. 1. BPOM RI - Methylprednisolone
  2. 2. British National Formulary - Corticosteroids
  3. 3. UpToDate - Glucocorticoid Pharmacology

Disclaimer medis: Informasi obat ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan konsultasi dokter atau apoteker. Selalu baca aturan pakai di kemasan dan ikuti anjuran tenaga medis berlisensi. Jangan menghentikan obat resep tanpa konsultasi.