Lewati ke konten
AntibiotikResep dokter

Mezatrin

Mezatrin adalah **antibiotik** berisi **Azithromycin dihydrate** dari PT Sanbe Farma yang dipakai untuk mengobati infeksi bakteri ringan sampai sedang, seperti infeksi saluran napas atas dan bawah, infeksi kulit tanpa komplikasi, serta infeksi menular seksual akibat Chlamydia trachomatis. Azithromycin termasuk golongan **makrolida (azalida)** yang bekerja menghambat sintesis protein bakteri dengan mengikat sub-unit 50S ribosom bakteri. Mezatrin adalah **obat keras** sehingga hanya boleh digunakan dengan **resep dokter**, dan nomor izin edarnya dapat dicek di cekbpom.pom.go.id.

Nama generik
Azithromycin dihydrate
Nama dagang
Mezatrin
Disusun Tim Redaksi SehatkuDiperbarui 23 Juni 2026

Indikasi (Untuk apa)

  • Infeksi saluran napas atas yang disebabkan bakteri rentan, termasuk faringitis dan tonsilitis streptokokus
  • Infeksi saluran napas bawah seperti bronkitis dan pneumonia ringan sampai sedang akibat mikroorganisme yang rentan
  • Infeksi kulit dan struktur kulit tanpa komplikasi akibat bakteri yang sensitif terhadap azithromycin
  • Penyakit menular seksual: uretritis non-gonokokal dan servisitis akibat Chlamydia trachomatis
  • Tidak digunakan untuk infeksi virus seperti flu biasa atau COVID-19 tanpa indikasi bakteri dari dokter

Dosis

Dewasa
Dosis lazim dewasa untuk infeksi saluran napas dan kulit umumnya diberikan sebagai terapi singkat selama 3 sampai 5 hari, sedangkan infeksi genital tanpa komplikasi biasanya cukup dengan dosis tunggal. Karena kekuatan sediaan Mezatrin tersedia dalam beberapa bentuk (kapsul dan kaplet salut selaput), jumlah dan lama pemakaian harus mengikuti resep dokter atau petunjuk pada kemasan. Azithromycin sebaiknya diminum saat perut kosong, yaitu minimal 1 jam sebelum makan atau 2 jam sesudah makan. Habiskan antibiotik sesuai durasi yang diresepkan meskipun gejala sudah membaik.
Anak
Dosis pada anak dihitung berdasarkan berat badan dan hanya boleh ditentukan oleh dokter. Jangan membagi atau memperkirakan sendiri dosis dewasa untuk anak; ikuti petunjuk pada kemasan atau resep dokter.
Lansia
Pada lansia umumnya tidak diperlukan penyesuaian dosis rutin, tetapi kondisi ginjal, hati, dan jantung (terutama riwayat gangguan irama jantung) perlu dievaluasi dokter sebelum pemakaian. Ikuti petunjuk pada kemasan atau resep dokter.

Efek Samping

  • Gangguan saluran cerna: mual, muntah, nyeri perut, kembung, dan diare (efek samping paling sering)
  • Penurunan nafsu makan dan rasa tidak nyaman di ulu hati
  • Sakit kepala, pusing, atau rasa lelah
  • Perubahan sementara pada indera pengecap dan penciuman
  • Ruam kulit dan gatal
  • Peningkatan sementara enzim hati pada sebagian pasien
  • Jarang namun serius: reaksi alergi berat (anafilaksis), reaksi kulit berat, gangguan hati, gangguan pendengaran, serta pemanjangan interval QT atau gangguan irama jantung
  • Jarang: diare berat/berdarah akibat infeksi Clostridioides difficile yang bisa muncul selama atau setelah pengobatan

Kontraindikasi (Tidak boleh untuk)

  • Hipersensitif terhadap azithromycin, eritromisin, atau antibiotik makrolida dan ketolida lainnya
  • Riwayat gangguan hati berat atau riwayat ikterus kolestatik akibat pemakaian azithromycin sebelumnya
  • Pemakaian tanpa pengawasan dokter pada pasien dengan gangguan irama jantung yang diketahui, termasuk sindrom QT panjang

Interaksi dengan Obat Lain

  • Antasida yang mengandung aluminium atau magnesium dapat menurunkan penyerapan azithromycin, sehingga pemberian sebaiknya dijeda beberapa jam
  • Obat yang juga memperpanjang interval QT (misalnya beberapa antiaritmia, antipsikotik, dan antibiotik golongan kuinolon) meningkatkan risiko gangguan irama jantung
  • Antikoagulan warfarin — perlu pemantauan lebih ketat karena risiko peningkatan efek pengenceran darah
  • Digoksin dan siklosporin — kadar dalam darah dapat meningkat sehingga butuh pemantauan dokter
  • Obat golongan ergotamin (untuk migrain) sebaiknya tidak dikombinasikan karena risiko ergotisme
  • Beri tahu dokter atau apoteker tentang semua obat, suplemen, dan herbal yang sedang dikonsumsi sebelum memakai Mezatrin

Peringatan Penting

  • Mezatrin adalah obat keras dan hanya boleh dibeli serta digunakan dengan resep dokter. Dosis maupun lama pemakaian tidak boleh ditentukan sendiri (jangan swamedikasi).
  • Menghentikan antibiotik lebih cepat atau memakainya tanpa indikasi meningkatkan risiko resistensi antibiotik, sehingga infeksi berikutnya menjadi lebih sulit diobati.
  • Antibiotik tidak berguna untuk infeksi virus. Batuk pilek biasa dan flu tidak membutuhkan Mezatrin.
  • Beri tahu dokter bila Anda pernah mengalami alergi terhadap azithromycin, eritromisin, atau antibiotik makrolida lain sebelum memakai Mezatrin.
  • Hentikan pemakaian dan segera cari pertolongan medis bila muncul ruam luas, bengkak di wajah atau tenggorokan, sesak napas, kulit dan mata menguning, jantung berdebar atau pingsan, serta diare berat dan berdarah.
  • Informasikan ke dokter bila memiliki riwayat penyakit hati, ginjal, gangguan irama jantung, kadar kalium atau magnesium rendah, atau miastenia gravis.
  • Segera kontrol ke dokter bila gejala infeksi tidak membaik dalam beberapa hari, demam tinggi menetap, atau keluhan justru memberat.
  • Ibu hamil dan menyusui hanya boleh memakai Mezatrin atas pertimbangan dan pengawasan dokter.
  • Pastikan produk yang Anda beli terdaftar resmi dengan mengecek nomor izin edarnya di cekbpom.pom.go.id, dan belilah hanya di apotek atau sarana resmi.
  • Simpan pada suhu ruang, terlindung dari cahaya dan lembap, serta jauhkan dari jangkauan anak.

Kategori Ibu Hamil (FDA)

Kategori B - relatif aman

Pertanyaan Umum

Mezatrin obat apa?

Mezatrin adalah antibiotik dengan zat aktif Azithromycin dihydrate yang diproduksi PT Sanbe Farma. Obat ini termasuk golongan makrolida (azalida) dan digunakan untuk mengatasi infeksi bakteri ringan sampai sedang, seperti infeksi saluran napas atas (faringitis dan tonsilitis streptokokus), infeksi saluran napas bawah (bronkitis dan pneumonia), infeksi kulit tanpa komplikasi, serta uretritis dan servisitis akibat Chlamydia trachomatis. Mezatrin tersedia dalam bentuk kapsul dan kaplet salut selaput, dan termasuk obat keras yang wajib dengan resep dokter.

Apakah Mezatrin bisa dibeli bebas tanpa resep?

Tidak. Mezatrin berstatus obat keras (bertanda lingkaran merah dengan huruf K), sehingga hanya boleh diserahkan apotek berdasarkan resep dokter. Pemakaian antibiotik tanpa pengawasan dokter berisiko membuat pengobatan tidak tepat sasaran dan mendorong resistensi antibiotik. Anda juga sebaiknya memastikan produk yang dibeli terdaftar resmi dengan mengecek nomor izin edarnya di cekbpom.pom.go.id.

Bagaimana cara minum Mezatrin yang benar dan apa yang terjadi bila lupa satu dosis?

Azithromycin sebaiknya diminum saat perut kosong, yaitu minimal 1 jam sebelum makan atau 2 jam sesudah makan. Untuk jumlah dan lama pemakaian, ikuti petunjuk pada kemasan atau resep dokter karena kekuatannya berbeda antara sediaan kapsul dan kaplet. Bila lupa satu dosis, minumlah segera setelah ingat; namun jika sudah dekat dengan jadwal dosis berikutnya, lewati dosis yang terlupa dan jangan menggandakan dosis. Tetap habiskan antibiotik sesuai durasi yang diresepkan meskipun gejala sudah membaik, dan hubungi dokter bila keluhan tidak membaik atau justru memberat.

Referensi Medis

  1. 1. MedicaStore — Mezatrin FC Kaplet 500 mg (kandungan Azithromycin dihydrate, PT Sanbe Farma)
  2. 2. BPOM RI — Cek Produk Terdaftar (Cek BPOM)
  3. 3. PIONAS BPOM — Informasi Obat Nasional Indonesia

Disclaimer medis: Informasi obat ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan konsultasi dokter atau apoteker. Selalu baca aturan pakai di kemasan dan ikuti anjuran tenaga medis berlisensi. Jangan menghentikan obat resep tanpa konsultasi.