Lewati ke konten
HormonalResep dokter

Norethisterone (Noretisteron)

Obat **hormon progestin (mirip progesteron)** yang banyak dipakai dalam ginekologi—untuk **menunda haid sementara**, mengatasi **perdarahan haid yang banyak atau tidak teratur**, **nyeri haid berat**, dan **endometriosis**. **Wajib dengan resep dan penilaian dokter**—bukan untuk dipakai sembarangan.

Nama generik
Norethisterone
Nama dagang
Primolut N, Regumen
Disusun Tim Redaksi SehatkuDiperbarui 5 Juni 2026

Indikasi (Untuk apa)

  • Menunda haid sementara untuk keperluan tertentu (mis. saat ibadah atau perjalanan), dengan penilaian dan resep dokter
  • Mengatasi perdarahan haid yang banyak (menoragia) atau tidak teratur
  • Meredakan nyeri haid berat (dismenore)
  • Bagian dari penanganan endometriosis
  • Sebagai bagian dari terapi hormon tertentu atas indikasi dokter

Dosis

Dewasa
Selalu sesuai resep dan penilaian dokter—dosis dan lama pemakaian berbeda untuk tiap tujuan. Untuk menunda haid, umumnya diminum beberapa hari SEBELUM perkiraan tanggal haid dan dilanjutkan selama masih ingin menunda; haid biasanya datang beberapa hari setelah obat dihentikan. Jangan menambah, mengurangi, atau memakai rutin tanpa indikasi.
Anak
Tidak untuk digunakan pada anak; hanya atas indikasi dan pengawasan dokter spesialis.
Lansia
Perlu penilaian dokter, terutama bila ada riwayat penggumpalan darah, penyakit jantung, atau hati.

Efek Samping

  • Mual
  • Nyeri atau tegang pada payudara
  • Kembung
  • Perubahan suasana hati
  • Bercak atau perdarahan ringan di luar jadwal haid (spotting)

Kontraindikasi (Tidak boleh untuk)

  • Kehamilan atau dicurigai hamil (tidak untuk ibu hamil)
  • Riwayat penggumpalan darah (trombosis vena/emboli paru)
  • Penyakit hati aktif yang berat
  • Perdarahan dari jalan lahir yang belum diketahui penyebabnya—harus diperiksa dokter dulu

Interaksi dengan Obat Lain

  • Beberapa obat (mis. tertentu untuk epilepsi, rifampisin, dan preparat herbal St. John's Wort) dapat memengaruhi kerjanya—sampaikan semua obat dan suplemen yang Anda minum ke dokter/apoteker

Peringatan Penting

  • Harus dengan resep dan penilaian dokter—bukan untuk dipakai sembarangan atau rutin tanpa indikasi. Jangan membeli atau memakai sendiri.
  • PERINGATAN: obat ini sedikit meningkatkan risiko penggumpalan darah. Hati-hati atau hindari pada riwayat trombosis, perokok, atau migrain tertentu—diskusikan dengan dokter.
  • Segera ke dokter/IGD bila muncul: nyeri atau bengkak pada tungkai, sesak napas, atau nyeri dada—ini bisa tanda penggumpalan darah yang berbahaya.
  • Dalam bentuk ini bukan alat kontrasepsi yang dapat diandalkan—jangan mengandalkannya untuk mencegah kehamilan.
  • Keluhan haid Anda nyata dan valid—haid yang sangat banyak, sangat nyeri, atau tidak teratur bukan hal yang 'mengada-ada'; layak diperiksakan. Bila perdarahan sangat hebat sampai hampir pingsan, lemas berat, atau pusing berputar, segera ke IGD.

Kategori Ibu Hamil (FDA)

Kategori X - KONTRAINDIKASI

Estimasi Harga

Bervariasi antarapotek; hanya ditebus dengan resep dokter.

Pertanyaan Umum

Bagaimana cara memakainya untuk menunda haid?

Atas resep dan penilaian dokter, obat biasanya mulai diminum beberapa hari sebelum perkiraan jadwal haid dan dilanjutkan selama Anda masih ingin menundanya. Haid umumnya datang beberapa hari setelah obat dihentikan. Ikuti aturan pakai dari dokter—jangan menentukan sendiri.

Apakah aman kalau dipakai sering?

Pemakaian harus sesuai indikasi dan resep dokter, tidak untuk rutin sembarangan. Alasannya, obat ini sedikit meningkatkan risiko penggumpalan darah, terutama pada perokok atau yang punya riwayat trombosis. Kalau Anda sering ingin menunda haid, diskusikan dengan dokter agar dinilai keamanannya.

Tanda bahaya apa yang harus segera diperiksa?

Segera ke dokter atau IGD bila muncul nyeri atau bengkak pada tungkai (biasanya satu sisi), sesak napas, atau nyeri dada. Gejala ini bisa menandakan penggumpalan darah yang berbahaya dan butuh penanganan cepat.

Tools kesehatan terkait

Coba kalkulator gratis yang relevan dengan topik ini.

Referensi Medis

  1. 1. BPOM RI - Cek Produk Obat
  2. 2. Kementerian Kesehatan RI
  3. 3. POGI - Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia

Disclaimer medis: Informasi obat ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan konsultasi dokter atau apoteker. Selalu baca aturan pakai di kemasan dan ikuti anjuran tenaga medis berlisensi. Jangan menghentikan obat resep tanpa konsultasi.