Lewati ke konten
AntibiotikResep dokter

Omeproksil

Omeproksil adalah **antibiotik** kaplet yang mengandung **ciprofloxacin HCl 582,2 mg setara dengan ciprofloxacin 500 mg**, golongan **fluorokuinolon**, untuk mengobati infeksi bakteri seperti infeksi saluran kemih, demam tifoid, infeksi saluran cerna, infeksi saluran napas, infeksi kulit, serta infeksi tulang dan sendi. Meski namanya mirip omeprazole (obat lambung), Omeproksil **bukan obat maag** melainkan antibiotik. Diproduksi oleh PT Mutifa Industri Farmasi dan termasuk **obat keras** yang hanya boleh dibeli dengan resep dokter.

Nama generik
Ciprofloxacin HCl 582,2 mg setara dengan ciprofloxacin 500 mg
Nama dagang
Omeproksil
Disusun Tim Redaksi SehatkuDiperbarui 23 Juni 2026

Indikasi (Untuk apa)

  • Infeksi saluran kemih yang disebabkan bakteri peka terhadap ciprofloxacin
  • Uretritis dan servisitis gonore
  • Infeksi saluran cerna, termasuk diare akibat bakteri yang peka
  • Demam tifoid dan paratifoid
  • Infeksi saluran napas yang disebabkan bakteri peka terhadap ciprofloxacin
  • Infeksi kulit dan jaringan lunak
  • Infeksi tulang dan sendi

Dosis

Dewasa
Dosis ciprofloxacin pada dewasa berbeda-beda tergantung jenis, lokasi, dan tingkat keparahan infeksi serta fungsi ginjal pasien. Ikuti petunjuk pada kemasan atau resep dokter. Telan kaplet utuh dengan segelas air penuh, boleh sebelum atau sesudah makan, pada jam yang sama setiap hari. Habiskan seluruh antibiotik sesuai lama pengobatan yang ditentukan dokter meskipun keluhan sudah membaik, agar bakteri tidak menjadi kebal.
Anak
Golongan fluorokuinolon tidak dianjurkan untuk anak dan remaja yang masa pertumbuhan tulangnya belum selesai, karena berpotensi mengganggu tulang rawan sendi. Penggunaan pada anak hanya boleh atas pertimbangan dan pengawasan ketat dokter spesialis.
Lansia
Lansia umumnya lebih sensitif terhadap efek samping ciprofloxacin, terutama gangguan tendon dan gangguan fungsi ginjal. Dosis perlu disesuaikan oleh dokter berdasarkan fungsi ginjal; jangan menentukan dosis sendiri.

Efek Samping

  • Mual, muntah, nyeri perut, dan diare
  • Sakit kepala, pusing, atau rasa melayang
  • Gangguan tidur (insomnia) dan mimpi buruk
  • Ruam kulit dan gatal
  • Peningkatan sensitivitas kulit terhadap sinar matahari (fotosensitivitas)
  • Peningkatan sementara nilai enzim hati pada pemeriksaan laboratorium
  • Nyeri sendi atau nyeri otot
  • Efek samping serius yang jarang: tendinitis dan ruptur tendon (terutama tendon Achilles), reaksi alergi berat (anafilaksis), kejang, gangguan saraf tepi (kesemutan atau baal yang menetap), gangguan irama jantung, serta diare berat berdarah akibat infeksi Clostridioides difficile

Kontraindikasi (Tidak boleh untuk)

  • Riwayat hipersensitif atau alergi terhadap ciprofloxacin maupun antibiotik golongan kuinolon lainnya
  • Riwayat gangguan tendon (tendinitis atau ruptur tendon) setelah pemakaian kuinolon sebelumnya
  • Penggunaan bersamaan dengan tizanidin
  • Umumnya tidak dianjurkan pada ibu hamil dan menyusui, kecuali dokter menilai manfaatnya jauh melebihi risikonya
  • Anak dan remaja dalam masa pertumbuhan, kecuali atas indikasi khusus dari dokter

Interaksi dengan Obat Lain

  • Antasida, suplemen kalsium, zat besi, zinc, magnesium, dan susu dapat menurunkan penyerapan ciprofloxacin — beri jarak minimal beberapa jam sesuai anjuran dokter atau apoteker
  • Teofilin — kadar teofilin dalam darah dapat meningkat sehingga risiko keracunan bertambah
  • Tizanidin — kombinasi dikontraindikasikan karena dapat menyebabkan tekanan darah turun drastis dan kantuk berat
  • Warfarin dan antikoagulan lain — efek pengencer darah dapat menguat sehingga risiko perdarahan meningkat
  • Kortikosteroid (misalnya metilprednisolon, deksametason) — meningkatkan risiko gangguan dan robeknya tendon
  • Obat antidiabetes (termasuk glibenklamid dan insulin) — dapat memicu gula darah terlalu rendah atau justru meningkat
  • Obat yang memperpanjang interval QT (beberapa antiaritmia, antipsikotik, antidepresan trisiklik) — meningkatkan risiko gangguan irama jantung
  • Obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS) — dapat meningkatkan risiko kejang pada orang yang rentan

Peringatan Penting

  • Omeproksil adalah obat keras (lingkaran merah) dan hanya boleh digunakan dengan resep dokter. Jangan membeli atau memakainya tanpa pemeriksaan dokter, dan jangan dipakai untuk pengobatan sendiri (swamedikasi).
  • Meski namanya menyerupai omeprazole, Omeproksil bukan obat lambung atau maag. Zat aktifnya ciprofloxacin, sebuah antibiotik. Jangan menggunakannya untuk keluhan asam lambung.
  • Antibiotik tidak efektif untuk infeksi virus seperti flu, batuk pilek biasa, atau COVID-19. Pemakaian yang tidak tepat mempercepat resistensi antibiotik.
  • Beri tahu dokter atau apoteker bila Anda pernah mengalami alergi terhadap ciprofloxacin atau antibiotik kuinolon lain (misalnya levofloxacin, ofloxacin) sebelum obat ini digunakan.
  • Hentikan pemakaian dan segera hubungi dokter bila muncul nyeri, bengkak, atau rasa seperti tertarik pada tendon (terutama bagian belakang pergelangan kaki). Risiko ini lebih tinggi pada lansia, pengguna kortikosteroid, dan penerima transplantasi organ.
  • Segera cari pertolongan medis bila timbul tanda bahaya: bengkak pada wajah, bibir, atau lidah, sesak napas, ruam luas atau kulit melepuh, pingsan, kejang, jantung berdebar tidak teratur, kesemutan atau baal yang menetap, kulit dan mata menguning, atau diare hebat disertai darah yang muncul selama maupun setelah pengobatan.
  • Hati-hati pada penderita gangguan ginjal, gangguan hati, epilepsi atau riwayat kejang, myasthenia gravis, aneurisma aorta, dan gangguan irama jantung. Beri tahu dokter kondisi ini sebelum pengobatan dimulai.
  • Hindari paparan sinar matahari berlebihan dan gunakan pelindung kulit selama pengobatan karena kulit dapat menjadi lebih sensitif.
  • Obat ini dapat menyebabkan pusing atau gangguan konsentrasi. Berhati-hatilah saat mengemudi atau mengoperasikan mesin.
  • Jangan menghentikan pengobatan lebih cepat dari yang diresepkan dan jangan memberikan sisa obat kepada orang lain.
  • Pastikan produk yang Anda beli terdaftar resmi di BPOM. Anda dapat memeriksa nomor izin edarnya di cekbpom.pom.go.id.

Kategori Ibu Hamil (FDA)

Kategori C - hati-hati

Pertanyaan Umum

Omeproksil obat apa?

Omeproksil adalah antibiotik berbentuk kaplet dengan komposisi ciprofloxacin HCl 582,2 mg setara dengan ciprofloxacin 500 mg dari golongan fluorokuinolon, diproduksi PT Mutifa Industri Farmasi. Obat ini dipakai untuk mengobati infeksi yang disebabkan bakteri peka terhadap ciprofloxacin, antara lain infeksi saluran kemih, uretritis dan servisitis gonore, infeksi saluran cerna, demam tifoid dan paratifoid, infeksi saluran napas, infeksi kulit dan jaringan lunak, serta infeksi tulang dan sendi. Cara kerjanya bakterisida, yaitu membunuh bakteri dengan menghambat enzim DNA gyrase dan topoisomerase IV. Omeproksil termasuk obat keras sehingga hanya boleh dibeli dan digunakan dengan resep dokter.

Apakah Omeproksil sama dengan omeprazole obat lambung?

Tidak. Ini kekeliruan yang sangat sering terjadi karena ejaan namanya mirip. Omeprazole adalah obat penghambat pompa proton untuk asam lambung dan maag, sedangkan Omeproksil berisi ciprofloxacin, yaitu antibiotik untuk infeksi bakteri. Keduanya berbeda golongan, berbeda indikasi, dan tidak bisa saling menggantikan. Menggunakan Omeproksil untuk keluhan asam lambung tidak akan menolong dan justru berisiko memicu resistensi antibiotik. Bila Anda ragu dengan obat yang diberikan, tanyakan langsung kepada apoteker atau dokter dan cocokkan komposisinya pada kemasan.

Bolehkah membeli Omeproksil tanpa resep dokter?

Tidak boleh. Omeproksil bertanda lingkaran merah (obat keras) sehingga penyerahannya wajib dengan resep dokter. Dokter perlu memastikan bahwa infeksi Anda memang disebabkan bakteri yang peka terhadap ciprofloxacin, sekaligus menentukan dosis dan lama pengobatan yang tepat sesuai kondisi ginjal dan riwayat kesehatan Anda. Pemakaian antibiotik tanpa indikasi yang jelas dapat menyebabkan efek samping serius, termasuk gangguan tendon, dan mempercepat resistensi antibiotik. Sebelum membeli, pastikan produknya terdaftar resmi dengan mengecek nomor izin edarnya di cekbpom.pom.go.id.

Tools kesehatan terkait

Coba kalkulator gratis yang relevan dengan topik ini.

Referensi Medis

  1. 1. MedicaStore — Omeproksil Kaplet (komposisi: tiap kaplet mengandung Ciprofloxacin HCl 582,2 mg setara dengan ciprofloxacin 500 mg, PT Mutifa Industri Farmasi, Obat Keras)
  2. 2. PIONAS BPOM — Informasi obat golongan kuinolon (ciprofloxacin)
  3. 3. Cek BPOM — Verifikasi nomor izin edar produk obat di Indonesia

Disclaimer medis: Informasi obat ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan konsultasi dokter atau apoteker. Selalu baca aturan pakai di kemasan dan ikuti anjuran tenaga medis berlisensi. Jangan menghentikan obat resep tanpa konsultasi.