Lewati ke konten
AntihistaminResep dokter

Proxona

Proxona adalah obat keras berbentuk kaplet yang mengandung kombinasi **dexchlorpheniramine maleate 2 mg** (antihistamin generasi pertama) dan **dexamethasone 0,5 mg** (kortikosteroid). Obat ini dipakai untuk meredakan **gejala alergi yang disertai peradangan** dan membutuhkan terapi kortikosteroid, seperti rhinitis alergi, biduran (urtikaria), dan dermatitis. Dexchlorpheniramine memblokir efek histamin, sementara dexamethasone menekan mediator inflamasi. Proxona diproduksi oleh **PT Harsen Laboratories** dan **hanya boleh digunakan dengan resep dokter**.

Nama generik
Dexchlorpheniramine maleate 2 mg + Dexamethasone 0,5 mg (produk kombinasi)
Nama dagang
Proxona
Disusun Tim Redaksi SehatkuDiperbarui 23 Juni 2026

Indikasi (Untuk apa)

  • Rhinitis alergi musiman maupun perenial (hidung meler, bersin, gatal karena alergi)
  • Rhinitis vasomotor
  • Konjungtivitis alergi (mata merah dan gatal karena alergi)
  • Urtikaria (biduran) dan angioedema
  • Dermatitis akut maupun kronis yang berkaitan dengan reaksi alergi
  • Dermografisme
  • Asma bronkial kronik yang memerlukan terapi kombinasi antihistamin dan kortikosteroid
  • Reaksi alergi akibat transfusi darah atau plasma

Dosis

Dewasa
Dosis Proxona ditentukan oleh dokter sesuai berat gejala dan kondisi pasien, karena mengandung kortikosteroid sistemik. Ikuti petunjuk pada kemasan atau resep dokter. Jangan menambah, mengurangi, atau memperpanjang durasi pemakaian tanpa arahan dokter.
Anak
Penggunaan pada anak harus atas penilaian dan resep dokter. Kortikosteroid sistemik pada anak dapat memengaruhi pertumbuhan, sehingga dosis dan lama terapi perlu dibatasi seketat mungkin. Jangan memberikan obat ini kepada anak berdasarkan pengalaman orang dewasa.
Lansia
Lansia lebih rentan terhadap efek sedasi, kebingungan, retensi urine, serta efek kortikosteroid seperti kenaikan gula darah, tekanan darah, dan pengeroposan tulang. Dokter biasanya memberikan dosis efektif terendah dengan durasi sesingkat mungkin.

Efek Samping

  • Mengantuk, lemas, dan penurunan kewaspadaan (efek khas antihistamin generasi pertama)
  • Mulut, hidung, dan tenggorokan terasa kering
  • Pusing, sakit kepala, atau pandangan kabur
  • Mual, nyeri ulu hati, atau gangguan lambung
  • Sulit buang air kecil atau retensi urine
  • Nafsu makan meningkat dan kenaikan berat badan
  • Kenaikan kadar gula darah dan tekanan darah
  • Retensi cairan sehingga wajah atau tungkai tampak bengkak
  • Sulit tidur, gelisah, atau perubahan suasana hati
  • Pada pemakaian jangka panjang: penipisan kulit, mudah memar, osteoporosis, katarak, serta supresi kelenjar adrenal
  • Menurunnya daya tahan terhadap infeksi sehingga infeksi lebih mudah kambuh atau tersamarkan

Kontraindikasi (Tidak boleh untuk)

  • Hipersensitif terhadap dexchlorpheniramine, dexamethasone, atau komponen lain dalam obat
  • Infeksi jamur sistemik dan infeksi aktif yang belum terkontrol (kortikosteroid dapat memperberat infeksi)
  • Bayi baru lahir dan bayi prematur, serta ibu menyusui, karena risiko efek antihistamin pada bayi
  • Penderita serangan asma akut, karena obat ini bukan obat pelega serangan
  • Pemberian vaksin hidup selama terapi kortikosteroid dosis imunosupresif

Interaksi dengan Obat Lain

  • Alkohol, obat tidur, obat penenang, dan antidepresan meningkatkan efek mengantuk berat
  • Penghambat MAO memperpanjang dan memperkuat efek antikolinergik antihistamin
  • OAINS seperti ibuprofen dan aspirin meningkatkan risiko perdarahan serta tukak lambung bila dikombinasikan dengan kortikosteroid
  • Obat antidiabetes dan insulin dapat berkurang efeknya karena kortikosteroid menaikkan gula darah
  • Diuretik pembuang kalium dapat memperberat penurunan kadar kalium darah
  • Rifampisin, fenitoin, karbamazepin, dan barbiturat mempercepat metabolisme dexamethasone sehingga efeknya menurun
  • Ketokonazol dan beberapa antibiotik makrolida dapat meningkatkan kadar dexamethasone dalam darah
  • Warfarin dan antikoagulan lain perlu pemantauan lebih ketat
  • Vaksin hidup sebaiknya ditunda selama terapi kortikosteroid

Peringatan Penting

  • Proxona adalah obat keras dan hanya boleh dibeli serta digunakan dengan resep dokter — bukan obat bebas. Jangan memakainya atas inisiatif sendiri, jangan menebusnya tanpa resep, dan jangan memberikannya kepada orang lain meski gejalanya tampak mirip.
  • Obat ini bukan antihistamin biasa. Kandungan kortikosteroid sistemiknya membawa risiko berbeda, sehingga tidak boleh dipakai rutin untuk alergi ringan sehari-hari.
  • Beri tahu dokter dan apoteker bila Anda punya riwayat alergi obat, terutama terhadap antihistamin atau kortikosteroid, serta sebutkan semua obat, suplemen, dan jamu yang sedang Anda konsumsi.
  • Segera cari pertolongan medis atau ke IGD bila muncul tanda bahaya: sesak napas, bengkak pada wajah, bibir, lidah, atau tenggorokan, ruam kulit luas yang melepuh atau mengelupas, nyeri ulu hati hebat, muntah darah atau BAB hitam, gangguan penglihatan mendadak, kejang, serta lemas hebat disertai pusing berat setelah obat dihentikan (kemungkinan krisis adrenal).
  • Hubungi dokter bila muncul demam, nyeri tenggorokan, batuk berkepanjangan, atau luka yang tidak sembuh selama pemakaian, karena bisa menandakan infeksi yang tersamarkan oleh kortikosteroid.
  • Jangan menghentikan pemakaian secara mendadak setelah terapi cukup lama. Penghentian tiba-tiba dapat memicu krisis adrenal; penurunan dosis harus bertahap sesuai arahan dokter.
  • Jangan mengemudi atau mengoperasikan mesin setelah minum obat ini karena efek mengantuk bisa cukup berat.
  • Hati-hati pada penderita glaukoma, pembesaran prostat, tukak lambung, diabetes, hipertensi, gangguan ginjal atau hati, osteoporosis, gangguan tiroid, dan gangguan jiwa.
  • Ibu hamil dan menyusui wajib berkonsultasi lebih dulu; obat ini tidak untuk dikonsumsi atas inisiatif sendiri.
  • Pastikan produk memiliki nomor izin edar yang sah. Anda dapat memeriksanya di cekbpom.pom.go.id sebelum menebus atau membeli obat.
  • Informasi ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan pemeriksaan, diagnosis, atau resep dari dokter.

Kategori Ibu Hamil (FDA)

Kategori C - hati-hati

Pertanyaan Umum

Proxona obat apa?

Proxona adalah obat keras berbentuk kaplet berisi kombinasi dexchlorpheniramine maleate 2 mg dan dexamethasone 0,5 mg, produksi PT Harsen Laboratories. Obat ini digunakan untuk meredakan gejala alergi yang disertai peradangan dan membutuhkan terapi kortikosteroid, misalnya rhinitis alergi, konjungtivitis alergi, urtikaria dan angioedema, dermatitis, dermografisme, asma bronkial kronik tertentu, serta reaksi transfusi darah atau plasma. Karena tergolong obat keras, Proxona hanya boleh digunakan dengan resep dokter dan tidak boleh dipakai untuk mengobati diri sendiri. Nomor izin edarnya bisa Anda periksa di cekbpom.pom.go.id.

Apakah Proxona bisa dibeli bebas di apotek tanpa resep?

Tidak. Proxona berlogo obat keras dan wajib ditebus dengan resep dokter. Kandungan dexamethasone di dalamnya adalah kortikosteroid sistemik yang, bila dipakai tanpa pengawasan, dapat menyebabkan supresi kelenjar adrenal, kenaikan gula darah dan tekanan darah, pengeroposan tulang, serta menurunnya daya tahan terhadap infeksi. Apotek yang menyerahkan obat keras tanpa resep melanggar aturan. Sebelum menebus, sampaikan riwayat alergi obat dan penyakit Anda kepada dokter atau apoteker, dan bila Anda ragu terhadap keaslian produk, cek nomor izin edarnya di cekbpom.pom.go.id.

Apakah Proxona menyebabkan kantuk dan boleh dipakai jangka panjang?

Ya, Proxona sering menimbulkan kantuk karena dexchlorpheniramine termasuk antihistamin generasi pertama yang menembus sistem saraf pusat. Hindari mengemudi, mengoperasikan mesin, dan mengonsumsi alkohol selama memakainya. Proxona juga tidak dianjurkan untuk pemakaian jangka panjang tanpa pengawasan dokter, karena komponen kortikosteroidnya berisiko menimbulkan efek samping serius dan penghentian mendadak setelah terapi lama dapat memicu krisis adrenal. Lama terapi serta cara menghentikannya harus ditentukan dokter, dan dosis mengikuti petunjuk pada kemasan atau resep dokter. Segera periksakan diri bila muncul sesak napas, bengkak di wajah atau bibir, ruam kulit yang melepuh, nyeri ulu hati hebat, atau lemas berat yang tidak biasa.

Referensi Medis

  1. 1. KlikDokter — Proxona (komposisi, golongan obat keras, PT Harsen Laboratories)
  2. 2. Cek BPOM RI — verifikasi nomor izin edar obat
  3. 3. PIONAS BPOM — Pusat Informasi Obat Nasional Indonesia

Disclaimer medis: Informasi obat ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan konsultasi dokter atau apoteker. Selalu baca aturan pakai di kemasan dan ikuti anjuran tenaga medis berlisensi. Jangan menghentikan obat resep tanpa konsultasi.