Lewati ke konten
AntifungalResep dokter

Terbinafine

Obat **antijamur kuat**, terutama ampuh melawan **dermatofita** (jamur penyebab kurap dan kutu air). Tersedia sebagai **krim** untuk infeksi kulit dan **tablet** untuk kasus yang lebih dalam seperti **jamur kuku**. Krim oles untuk kulit luar relatif aman, tetapi **tablet termasuk obat keras yang butuh resep dan pengawasan dokter**.

Nama generik
Terbinafine (Terbinafin)
Nama dagang
Lamisil, Interbi
Disusun Tim Redaksi SehatkuDiperbarui 5 Juni 2026

Indikasi (Untuk apa)

  • Infeksi jamur dermatofita pada kulit: kurap (tinea corporis), kutu air (tinea pedis), dan tinea cruris (selangkangan)
  • Panu (tinea versikolor) dalam bentuk krim oles — perlu dicatat bahwa panu disebabkan oleh ragi Malassezia, bukan jamur dermatofita, dan bukan karena tubuh kotor; tablet terbinafine tidak diandalkan untuk panu
  • Infeksi jamur kuku (onikomikosis) yang umumnya memerlukan tablet, bukan cukup krim
  • Infeksi jamur pada kulit kepala (tinea capitis) yang sulit diatasi hanya dengan obat oles

Dosis

Dewasa
Krim: dioleskan tipis 1-2 kali sehari selama 1-2 minggu pada area yang bersih dan kering; untuk kurap dan kutu air sebaiknya dilanjutkan 1-2 minggu setelah keluhan hilang agar tidak mudah kambuh. Tablet: lazimnya 250 mg sekali sehari, dengan lama pemakaian ditentukan dokter sesuai jenis infeksi (jamur kuku bisa berbulan-bulan).
Anak
Tablet untuk anak disesuaikan berat badan dan harus atas resep dokter. Krim digunakan sesuai anjuran dokter atau apoteker.
Lansia
Umumnya tidak perlu penyesuaian khusus, namun perlu kehati-hatian bila ada gangguan hati atau ginjal.

Efek Samping

  • Krim: kemerahan, gatal, atau rasa perih ringan di area olesan (biasanya sementara)
  • Tablet: gangguan fungsi hati (jarang, tetapi serius dan menjadi alasan utama pemantauan)
  • Tablet: perubahan indera pengecap (rasa makanan berubah atau berkurang), yang biasanya membaik setelah obat dihentikan
  • Tablet: mual, gangguan pencernaan, dan ruam kulit

Kontraindikasi (Tidak boleh untuk)

  • Riwayat alergi terbinafine
  • Tablet: penyakit hati kronis atau aktif tanpa pengawasan dokter

Interaksi dengan Obat Lain

  • Tablet dapat memengaruhi kerja obat tertentu (misalnya beberapa antidepresan dan obat yang dimetabolisme hati); sampaikan semua obat rutin Anda ke dokter

Peringatan Penting

  • Tablet terbinafine adalah obat keras dan jangan dipakai tanpa resep serta pengawasan dokter. Infeksi jamur kuku dan kulit kepala perlu evaluasi serta resep, bukan pengobatan sendiri.
  • Karena risiko gangguan hati, dokter biasanya menganjurkan pemeriksaan fungsi hati sebelum dan selama pengobatan tablet jangka panjang.
  • Segera hentikan dan periksakan diri bila muncul mata/kulit menguning, urine gelap, mual hebat, atau nyeri perut kanan atas saat minum tablet.
  • Krim untuk kulit luar saja; bukan untuk diminum dan hindari kontak dengan mata.
  • Jangan mengoleskan krim kortikosteroid (misalnya hidrokortison) pada panu atau kurap. Steroid justru memperburuk dan menyamarkan infeksi jamur (tinea incognito), sehingga jamur tampak membaik sesaat lalu menyebar lebih luas.

Kategori Ibu Hamil (FDA)

Kategori B - relatif aman

Estimasi Harga

Bervariasi antara sediaan krim dan tablet; tanyakan apotek.

Pertanyaan Umum

Apa beda krim dan tablet terbinafine, kapan saya butuh masing-masing?

Krim cocok untuk infeksi jamur di permukaan kulit seperti kurap, kutu air, dan panu, dengan pemakaian dioles 1-2 kali sehari selama 1-2 minggu (sebaiknya dilanjutkan 1-2 minggu setelah keluhan hilang). Sementara jamur kuku dan kulit kepala umumnya tidak cukup diatasi krim karena obat sulit menembus ke dalam, sehingga biasanya memerlukan tablet yang bekerja dari dalam tubuh. Tablet adalah obat keras, jadi penentuannya harus lewat pemeriksaan dan resep dokter.

Kenapa tablet terbinafine perlu cek fungsi hati?

Tablet terbinafine dimetabolisme oleh hati, dan pada sebagian kecil orang dapat menimbulkan gangguan fungsi hati. Efek ini jarang, tetapi bisa serius. Karena itu dokter sering menganjurkan pemeriksaan fungsi hati sebelum dan selama pengobatan jangka panjang, agar masalah dapat dideteksi lebih dini. Ini alasan penting mengapa tablet tidak boleh dipakai sembarangan tanpa pengawasan.

Setelah panu diobati, kenapa warna kulit belum kembali normal?

Panu disebabkan oleh ragi Malassezia, bukan karena tubuh kotor, dan obat antijamur memang membunuh raginya. Namun bercak warna pada kulit (lebih terang atau lebih gelap) bisa bertahan berminggu-minggu setelah jamurnya mati, karena pigmen kulit butuh waktu untuk pulih. Jadi kulit yang belum rata warnanya bukan berarti pengobatan gagal. Yang penting, jangan mengoleskan krim steroid seperti hidrokortison pada panu atau kurap, sebab steroid memperburuk dan menyamarkan infeksi jamur (tinea incognito).

Referensi Medis

  1. 1. BPOM RI - Cek Produk Obat
  2. 2. Kemenkes RI
  3. 3. PERDOSKI - Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia

Disclaimer medis: Informasi obat ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan konsultasi dokter atau apoteker. Selalu baca aturan pakai di kemasan dan ikuti anjuran tenaga medis berlisensi. Jangan menghentikan obat resep tanpa konsultasi.