Lewati ke konten
AntitiroidResep dokter

Thiamazole (Methimazole)

Obat **antitiroid golongan tionamida** dan **pilihan utama untuk hipertiroidisme** (tiroid terlalu aktif, misalnya pada penyakit Graves). Bekerja **menghambat pembentukan hormon tiroid** sehingga kadarnya turun bertahap. **Efeknya tidak langsung** dan butuh kontrol dokter rutin.

Nama generik
Thiamazole/Methimazole
Nama dagang
Thyrozol, Tapazole
Disusun Tim Redaksi SehatkuDiperbarui 5 Juni 2026

Indikasi (Untuk apa)

  • Pengobatan hipertiroidisme (kelenjar tiroid terlalu aktif), termasuk pada penyakit Graves
  • Mengendalikan kadar hormon tiroid sebelum tindakan operasi tiroid atau terapi yodium radioaktif (sesuai penilaian dokter)

Dosis

Dewasa
Dosis ditentukan dan disesuaikan oleh dokter berdasarkan pemeriksaan darah (fungsi tiroid) berkala. Karena efeknya tidak langsung, perlu beberapa minggu sampai kadar hormon turun. Jangan mengubah atau menghentikan dosis sendiri.
Anak
Hanya atas penilaian dan pemantauan ketat dokter spesialis; dosis disesuaikan berat badan dan hasil lab.
Lansia
Perlu pemantauan lebih ketat; dosis disesuaikan dokter sesuai kondisi dan fungsi organ.

Efek Samping

  • Gatal, ruam kulit ringan, atau nyeri sendi
  • Gangguan pencernaan ringan, mual
  • Langka tetapi serius: agranulositosis (penurunan drastis sel darah putih) — waspadai demam, nyeri/radang tenggorokan yang hebat, atau sariawan
  • Gangguan fungsi hati — waspadai kulit/mata menguning, urine gelap, atau mual hebat

Kontraindikasi (Tidak boleh untuk)

  • Riwayat alergi/reaksi serius terhadap thiamazole atau methimazole
  • Riwayat gangguan darah berat akibat obat antitiroid (atas penilaian dokter)

Interaksi dengan Obat Lain

  • Obat lain yang memengaruhi sel darah atau fungsi hati — beri tahu dokter/apoteker semua obat yang dipakai
  • Penggunaan bersama obat pengencer darah dapat memengaruhi efeknya — pemantauan diperlukan

Peringatan Penting

  • PERINGATAN PENTING: bila muncul demam, nyeri/radang tenggorokan yang hebat, atau sariawan saat memakai obat ini, ini bisa menjadi tanda agranulositosissegera hentikan obat dan periksakan darah ke dokter/IGD.
  • Waspadai tanda gangguan hati: kulit atau mata menguning, urine gelap, mual hebat → segera ke dokter.
  • Jangan menghentikan obat sendiri. Berhenti tiba-tiba dapat memicu hipertiroidisme kambuh hingga krisis tiroid (kondisi gawat darurat dengan demam tinggi, jantung berdebar sangat cepat, dan kebingungan) → segera hubungi 119 atau ke IGD.
  • Pada KEHAMILAN trimester pertama, methimazole sebaiknya dihindari karena risiko kelainan pada janin; PTU (propylthiouracil) umumnya lebih dipilih pada tahap ini. Beri tahu dokter bila hamil atau berencana hamil agar terapi disesuaikan.
  • Minum teratur dan ikuti jadwal kontrol serta tes darah sesuai anjuran dokter.

Kategori Ibu Hamil (FDA)

Kategori D - risiko terbukti

Estimasi Harga

Bervariasi; tanyakan apotek resmi.

Pertanyaan Umum

Kenapa obat ini efeknya tidak langsung terasa?

Karena thiamazole bekerja menghambat pembentukan hormon tiroid baru, sementara hormon yang sudah ada di tubuh masih perlu waktu untuk berkurang. Itulah mengapa kadar hormon turun bertahap dalam beberapa minggu, dan dosis disesuaikan dokter berdasarkan tes darah berkala. Tetap minum teratur meski belum langsung terasa, dan jangan mengubah dosis sendiri.

Tanda bahaya apa yang harus segera diperiksakan?

Segera periksakan diri bila muncul demam disertai nyeri/radang tenggorokan yang hebat atau sariawan saat memakai obat ini, karena bisa menjadi tanda agranulositosis (penurunan drastis sel darah putih). Hentikan obat dan periksakan darah ke dokter/IGD. Waspadai juga kulit/mata menguning, urine gelap, atau mual hebat (kemungkinan gangguan hati). Bila muncul demam tinggi dengan jantung berdebar sangat cepat dan kebingungan, segera hubungi 119 atau ke IGD (kemungkinan krisis tiroid).

Apakah aman dipakai saat hamil?

Pada trimester awal kehamilan, methimazole sebaiknya dihindari karena risiko kelainan janin, dan PTU (propylthiouracil) umumnya lebih dipilih pada tahap ini. Pengaturan terapi pada ibu hamil harus ditentukan dokter. Selalu beri tahu dokter bila Anda hamil atau berencana hamil, dan jangan menghentikan atau mengganti obat sendiri.

Referensi Medis

  1. 1. BPOM RI - Cek Produk Obat
  2. 2. Kemenkes RI
  3. 3. WHO

Disclaimer medis: Informasi obat ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan konsultasi dokter atau apoteker. Selalu baca aturan pakai di kemasan dan ikuti anjuran tenaga medis berlisensi. Jangan menghentikan obat resep tanpa konsultasi.