Lewati ke konten
Asam Empedu (Batu Empedu)Resep dokter

Ursodeoxycholic Acid (UDCA)

Sejenis **asam empedu** alami yang dipakai untuk **melarutkan batu empedu jenis kolesterol yang berukuran kecil** pada pasien terpilih, serta membantu beberapa **penyakit hati dan saluran empedu**. Jujur: prosesnya butuh **berbulan-bulan** dan batu bisa **kambuh** setelah obat dihentikan.

Nama generik
Ursodeoxycholic acid (Asam ursodeoksikolat)
Nama dagang
Urdahex, Urson, Estazor
Disusun Tim Redaksi SehatkuDiperbarui 5 Juni 2026

Indikasi (Untuk apa)

  • Melarutkan batu empedu jenis kolesterol berukuran kecil (tanpa pengapuran/kalsifikasi) pada pasien terpilih yang tidak atau belum menjalani operasi
  • Membantu penanganan beberapa penyakit hati dan saluran empedu, seperti kolestasis dan sirosis bilier primer (PBC)
  • Mengurangi gejala pada kondisi tertentu sesuai pertimbangan dokter spesialis

Dosis

Dewasa
Umumnya disesuaikan berat badan (sering sekitar 8-10 mg/kg per hari), dibagi dalam beberapa kali minum. Dosis pasti ditentukan dokter sesuai indikasi.
Anak
Hanya atas resep dan pengawasan dokter anak; dosis disesuaikan berat badan.
Lansia
Umumnya dapat digunakan, namun pemantauan fungsi hati dianjurkan.

Efek Samping

  • Diare ringan (efek samping paling umum)
  • Gangguan pencernaan ringan, mual, atau perut tidak nyaman
  • Jarang: gangguan fungsi hati yang perlu dipantau lewat pemeriksaan darah

Kontraindikasi (Tidak boleh untuk)

  • Riwayat alergi terhadap asam empedu/UDCA
  • Batu empedu yang sudah mengapur (kalsifikasi) atau batu pigmen, karena tidak akan larut
  • Peradangan akut kantong/saluran empedu atau penyumbatan saluran empedu
  • Gangguan hati berat tertentu sesuai penilaian dokter

Interaksi dengan Obat Lain

  • Kolestiramin, kolestipol, dan antasida berbahan aluminium dapat mengurangi penyerapan UDCA, beri jarak waktu minum
  • Beberapa obat penurun kolesterol dan estrogen dapat memengaruhi kelarutan batu
  • Selalu informasikan seluruh obat dan suplemen yang sedang dikonsumsi kepada dokter

Peringatan Penting

  • Bukan untuk batu empedu yang menyumbat atau sedang menimbulkan serangan nyeri hebat (kolik bilier berat) maupun radang kantong empedu akut. Kondisi ini bersifat gawat dan butuh penanganan segera, bukan obat penghancur batu.
  • Hanya efektif untuk batu kolesterol kecil tanpa pengapuran pada pasien terpilih, bukan untuk semua jenis batu empedu.
  • Membutuhkan waktu berbulan-bulan dan batu dapat kambuh setelah obat dihentikan.
  • Operasi pengangkatan kantong empedu (kolesistektomi) tetap menjadi penanganan utama untuk batu empedu yang bergejala.
  • Perlu pemantauan rutin dokter, termasuk pemeriksaan fungsi hati dan pencitraan ulang.

Kategori Ibu Hamil (FDA)

Kategori B - relatif aman

Estimasi Harga

Bervariasi tergantung merek dan dosis; tanyakan apotek.

Pertanyaan Umum

Apakah UDCA bisa menggantikan operasi batu empedu?

Umumnya tidak. UDCA hanya cocok untuk batu kolesterol kecil tanpa pengapuran pada pasien terpilih, prosesnya butuh berbulan-bulan, dan batu dapat kambuh setelah obat dihentikan. Untuk batu empedu yang bergejala, operasi pengangkatan kantong empedu (kolesistektomi) tetap menjadi penanganan utama. Diskusikan pilihan terbaik dengan dokter Anda.

Berapa lama UDCA harus diminum?

Biasanya berbulan-bulan, bahkan bisa lebih dari setahun untuk melarutkan batu, dan tetap perlu pemantauan ulang dengan pencitraan. Pada penyakit hati tertentu, pemakaiannya bisa jangka panjang sesuai arahan dokter. Jangan menghentikan sendiri tanpa konsultasi.

Apa efek samping UDCA?

Umumnya ringan, yang paling sering adalah diare ringan dan gangguan pencernaan. Sebagian besar pasien menoleransinya dengan baik. Tetap lakukan pemeriksaan rutin sesuai anjuran dokter untuk memantau fungsi hati.

Tools kesehatan terkait

Coba kalkulator gratis yang relevan dengan topik ini.

Referensi Medis

  1. 1. BPOM RI - Cek Produk Obat
  2. 2. Kemenkes RI
  3. 3. PAPDI - Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia

Disclaimer medis: Informasi obat ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan konsultasi dokter atau apoteker. Selalu baca aturan pakai di kemasan dan ikuti anjuran tenaga medis berlisensi. Jangan menghentikan obat resep tanpa konsultasi.