Lewati ke konten
Penyakit Umum

Alergi Makanan

Juga dikenal sebagai: alergi makanan, food allergy

Reaksi **sistem kekebalan tubuh** yang keliru menganggap makanan tertentu sebagai ancaman. Bisa memicu **anafilaksis** yang mengancam nyawa.

Disusun Tim Redaksi SehatkuDiperbarui 5 Juni 2026
Ilustrasi makanan pemicu alergi
Sehatku.id

Ringkasan

Alergi makanan adalah reaksi sistem kekebalan tubuh yang keliru menganggap suatu makanan sebagai ancaman, sehingga tubuh melepaskan zat kimia yang memicu gejala. Reaksi biasanya muncul cepat, dalam hitungan menit hingga 1-2 jam setelah makan. Kondisi ini berbeda dari intoleransi makanan (misalnya intoleransi laktosa) yang bukan reaksi imun dan umumnya tidak mengancam nyawa. Yang perlu diwaspadai, alergi makanan dapat memicu anafilaksis, yaitu reaksi berat yang mengancam nyawa dan butuh pertolongan darurat.

Gejala

  • Gatal, ruam, atau biduran (urtikaria) pada kulit
  • Bengkak pada bibir, wajah, atau mata
  • Mual, muntah, diare, atau nyeri perut
  • Gatal di mulut atau tenggorokan
  • Gejala biasanya muncul cepat (menit hingga 1-2 jam) setelah makan
  • TANDA BAHAYA (anafilaksis): sesak atau sulit bernapas, bengkak pada lidah/tenggorokan, suara serak, pusing, lemas, atau pingsan

Penyebab

  • Sistem kekebalan tubuh keliru menganggap protein dalam makanan sebagai ancaman
  • Pemicu tersering: telur, susu sapi, kacang (kacang tanah dan kacang pohon), ikan, makanan laut (udang/kepiting), kedelai, dan gandum

Faktor Risiko

  • Riwayat alergi dalam keluarga (telur, susu, kacang, dll.)
  • Memiliki kondisi alergi lain seperti asma, eksim (dermatitis atopik), atau rinitis alergi
  • Usia anak-anak (lebih sering, sebagian dapat membaik seiring waktu)
  • Pernah mengalami reaksi alergi terhadap makanan tertentu sebelumnya

Kapan Harus ke Dokter?

  • DARURAT — bila ada tanda anafilaksis (sesak/sulit bernapas, bengkak lidah atau tenggorokan, suara serak, pusing, lemas, pingsan): SEGERA suntik adrenalin (epinephrine) bila tersedia, lalu hubungi 119 atau ke IGD. Antihistamin saja TIDAK cukup untuk anafilaksis
  • Untuk memastikan diagnosis melalui riwayat dan tes (mis. tes tusuk kulit atau pemeriksaan darah)
  • Untuk menyusun rencana penanganan, termasuk apakah perlu membawa adrenalin darurat
  • Bila reaksi makin sering, makin berat, atau mengganggu aktivitas harian

Pengobatan

  • Hindari makanan pemicu dengan cermat — biasakan membaca label kemasan dan bertanya soal bahan saat makan di luar
  • Kenali gejala sejak dini agar bisa bertindak cepat
  • Bawa obat darurat (adrenalin/epinephrine) bila diresepkan dokter, dan pelajari cara memakainya
  • Untuk gejala ringan (gatal/biduran), dokter dapat meresepkan antihistamin — namun ini tidak menggantikan adrenalin pada reaksi berat
  • Bila terjadi anafilaksis: suntik adrenalin lebih dulu, lalu 119/IGD — jangan menunda dengan hanya minum antihistamin
  • Pada anak, sebagian alergi (mis. susu atau telur) dapat berkurang seiring bertambahnya usia; evaluasi berkala bersama dokter

Pencegahan

  • Identifikasi dan hindari makanan pemicu yang sudah diketahui
  • Selalu periksa label bahan dan beri tahu petugas restoran tentang alergi Anda
  • Pada anak dengan riwayat reaksi berat, siapkan rencana darurat dan obat adrenalin sesuai anjuran dokter
  • Diskusikan dengan dokter atau dokter anak mengenai pengenalan makanan pemicu pada bayi/anak

Estimasi Biaya

Menghindari pemicu tidak berbiaya; konsultasi dan tes alergi serta obat adrenalin darurat dapat menambah biaya. Tanggungan dapat berbeda antar penjamin.

💡 Strategi finansial untuk biaya pengobatan jangka panjang? Cek panduan dana darurat kesehatan di panduankeuangan.id

Pertanyaan Umum

Apa beda alergi makanan dan intoleransi makanan?

Alergi makanan adalah reaksi sistem kekebalan tubuh dan bisa berat hingga mengancam nyawa (anafilaksis). Intoleransi makanan (mis. intoleransi laktosa) bukan reaksi imun, umumnya menimbulkan keluhan pencernaan dan tidak mengancam nyawa.

Apa yang harus dilakukan saat reaksi alergi berat (anafilaksis)?

Bila ada sesak/sulit bernapas, bengkak lidah atau tenggorokan, suara serak, pusing, lemas, atau pingsan: segera suntik adrenalin (epinephrine) bila tersedia, lalu hubungi 119 atau ke IGD. Antihistamin saja tidak cukup.

Apakah alergi makanan bisa hilang?

Pada anak, sebagian alergi seperti susu sapi atau telur dapat berkurang seiring bertambahnya usia. Evaluasi sebaiknya dilakukan bersama dokter, jangan mencoba sendiri pada alergi berat.

Referensi Medis

  1. 1. Kemenkes RI
  2. 2. IDAI
  3. 3. WHO

Disclaimer medis: Informasi di halaman ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan konsultasi langsung dengan dokter. Selalu konsultasikan kondisi kesehatan Anda dengan tenaga medis berlisensi.