Lewati ke konten
Penyakit Umum

Carpal Tunnel Syndrome (Saraf Kejepit Pergelangan Tangan)

Juga dikenal sebagai: carpal tunnel syndrome, CTS, sindrom terowongan karpal, kesemutan tangan

Kondisi saat **saraf medianus terjepit di terowongan karpal pergelangan tangan**, menimbulkan **kesemutan, baal, dan nyeri** pada sebagian jari yang sering memburuk malam hari.

Disusun Tim Redaksi SehatkuDiperbarui 5 Juni 2026
Ilustrasi nyeri pada pergelangan tangan
Sehatku.id

Ringkasan

Carpal Tunnel Syndrome (CTS) terjadi ketika saraf medianus terjepit di terowongan karpal, sebuah lorong sempit di pergelangan tangan. Akibatnya muncul kesemutan, baal, dan nyeri yang khas pada ibu jari, telunjuk, dan jari tengah (umumnya tidak mengenai jari kelingking). Keluhan sering memburuk pada malam hari atau saat memegang HP dan menyetir, dan kadang tangan terasa lemah sehingga benda mudah terjatuh. Perlu dipahami bahwa CTS berbeda dari saraf kejepit di tulang belakang; banyak kasus ringan membaik dengan istirahat dan bidai, tetapi kasus berat bisa memerlukan tindakan lebih lanjut.

Gejala

  • Kesemutan dan baal pada ibu jari, telunjuk, dan jari tengah (umumnya tidak mengenai jari kelingking)
  • Nyeri pergelangan tangan yang memburuk pada malam hari hingga membuat terbangun
  • Keluhan muncul saat memegang HP, menyetir, atau memegang benda lama
  • Tangan terasa lemah sehingga benda mudah terjatuh
  • Pada kasus lanjut, otot pangkal ibu jari (thenar) tampak mengecil

Penyebab

  • Terjepitnya saraf medianus di dalam terowongan karpal pergelangan tangan
  • Gerakan tangan dan pergelangan yang berulang (misalnya mengetik atau pekerjaan tertentu)
  • Pembengkakan jaringan dalam terowongan karpal, misalnya akibat kehamilan atau rematik
  • Kondisi metabolik seperti diabetes dan hipotiroid yang memengaruhi saraf dan jaringan

Faktor Risiko

  • Gerakan tangan/pergelangan berulang (mengetik, pekerjaan tertentu)
  • Kehamilan
  • Diabetes
  • Hipotiroid
  • Rematik dan penyakit sendi lainnya

Kapan Harus ke Dokter?

  • Gejala menetap atau memberat meski sudah beristirahat dan memakai bidai
  • Otot pangkal ibu jari tampak mengecil
  • Tangan melemah atau sering menjatuhkan benda
  • Baal terasa terus-menerus, bukan hanya hilang-timbul

Pengobatan

  • Mengistirahatkan tangan dan mengurangi gerakan pemicu
  • Memakai bidai (splint) pergelangan tangan, terutama saat tidur
  • Obat antinyeri OAINS untuk meredakan nyeri dan radang
  • Injeksi kortikosteroid ke area terowongan karpal pada kasus tertentu
  • Fisioterapi untuk meredakan keluhan dan memperbaiki fungsi
  • Pada kasus berat atau menetap, dapat diperlukan operasi pelepasan (carpal tunnel release)

Pencegahan

  • Beri jeda istirahat dan regangkan tangan saat bekerja dengan gerakan berulang
  • Atur posisi pergelangan tangan netral saat mengetik atau memegang HP
  • Kelola kondisi pemicu seperti diabetes dan hipotiroid
  • Gunakan bidai lebih awal bila mulai sering kesemutan, sesuai saran dokter

Estimasi Biaya

Penanganan awal (bidai dan obat) relatif terjangkau; injeksi, fisioterapi, hingga operasi pelepasan menambah biaya dan umumnya tertanggung jaminan kesehatan sesuai indikasi medis.

💡 Strategi finansial untuk biaya pengobatan jangka panjang? Cek panduan dana darurat kesehatan di panduankeuangan.id

Pertanyaan Umum

Apakah carpal tunnel syndrome sama dengan saraf kejepit di tulang belakang?

Tidak. CTS adalah terjepitnya saraf medianus di pergelangan tangan, berbeda dari saraf kejepit di tulang belakang (seperti HNP) yang sumbernya di leher atau punggung.

Apakah CTS pasti harus dioperasi?

Tidak selalu. Banyak kasus ringan membaik dengan istirahat, bidai, OAINS, atau injeksi. Operasi pelepasan umumnya dipertimbangkan untuk kasus berat atau yang menetap.

Mengapa kesemutan sering muncul malam hari?

Posisi pergelangan tangan saat tidur cenderung menekuk dan menambah tekanan pada saraf, sehingga kesemutan dan nyeri kerap memburuk pada malam hari. Memakai bidai saat tidur sering membantu.

Referensi Medis

  1. 1. Kemenkes
  2. 2. PAPDI
  3. 3. CDC

Disclaimer medis: Informasi di halaman ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan konsultasi langsung dengan dokter. Selalu konsultasikan kondisi kesehatan Anda dengan tenaga medis berlisensi.