Lewati ke konten
Penyakit Umum

Gigi Berlubang (Karies)

Juga dikenal sebagai: gigi berlubang, karies, karies gigi, gigi keropos

Kerusakan jaringan keras gigi yang membentuk **lubang** akibat asam bakteri plak. Bisa dicegah dan ditangani sejak dini.

Disusun Tim Redaksi SehatkuDiperbarui 5 Juni 2026
Ilustrasi pemeriksaan gigi berlubang
Sehatku.id

Ringkasan

Gigi berlubang atau karies adalah kerusakan pada jaringan keras gigi yang membentuk lubang. Penyebabnya adalah asam yang dihasilkan bakteri plak saat memfermentasi sisa makanan, terutama gula, sehingga perlahan mengikis lapisan email gigi. Tahap awal sering tidak terasa, hanya berupa bercak putih atau cokelat, lalu berkembang menjadi lubang yang ngilu dan akhirnya nyeri bila mengenai saraf. Kabar baiknya, karies bisa dicegah dan ditangani dokter gigi, tetapi penting dipahami bahwa lubang gigi tidak bisa menutup atau sembuh sendiri.

Gejala

  • Tahap awal: bercak putih atau cokelat pada permukaan gigi tanpa keluhan
  • Muncul lubang yang terlihat atau terasa saat lidah meraba
  • Ngilu pada makanan/minuman manis, dingin, atau panas
  • Nyeri bila kerusakan sudah mencapai saraf
  • Bila dibiarkan dapat menjadi infeksi atau abses

Penyebab

  • Asam dari bakteri plak yang memfermentasi sisa makanan (terutama gula)
  • Asam tersebut mengikis lapisan email gigi secara bertahap
  • Sisa makanan dan plak yang menumpuk karena kebersihan mulut kurang terjaga

Faktor Risiko

  • Sering makan/minum manis dan lengket
  • Menyikat gigi kurang sering atau kurang benar
  • Mulut kering (produksi air liur sedikit)
  • Kurang fluoride pada pasta gigi atau air minum
  • Tidak rutin memeriksakan gigi

Kapan Harus ke Dokter?

  • Ada lubang atau bercak putih/cokelat pada gigi
  • Gigi terasa ngilu saat makan manis, dingin, atau panas
  • Muncul nyeri, gusi bengkak, atau tanda infeksi
  • Jangan menunggu sampai sakit hebat — makin awal ditangani, makin sederhana perawatannya

Pengobatan

  • Ditambal bila kerusakan masih bisa diperbaiki
  • Perawatan saluran akar bila sudah mengenai saraf gigi
  • Dicabut bila gigi sudah rusak parah dan tidak bisa dipertahankan
  • Penanganan disesuaikan tahap kerusakan oleh dokter gigi
  • Catatan penting: lubang gigi TIDAK bisa menutup atau sembuh sendiri

Pencegahan

  • Sikat gigi 2 kali sehari dengan pasta berfluoride
  • Kurangi gula serta makanan manis dan lengket
  • Gunakan benang gigi (flossing) untuk membersihkan sela gigi
  • Periksa gigi rutin tiap 6 bulan ke dokter gigi

Estimasi Biaya

Pencegahan dengan sikat dan pasta berfluoride sangat murah. Biaya tambal hingga perawatan saluran akar bervariasi tergantung tahap kerusakan dan fasilitas.

💡 Strategi finansial untuk biaya pengobatan jangka panjang? Cek panduan dana darurat kesehatan di panduankeuangan.id

Pertanyaan Umum

Apakah gigi berlubang bisa sembuh sendiri?

Tidak. Lubang gigi tidak bisa menutup atau sembuh sendiri dan harus ditangani dokter gigi. Hanya bercak putih tahap sangat awal yang kadang bisa diperkuat ulang dengan fluoride, tetapi lubang yang sudah terbentuk tetap perlu ditambal.

Kapan sebaiknya ke dokter gigi?

Segera bila ada lubang, bercak, ngilu, atau nyeri. Jangan menunggu sampai sakit hebat — makin dini ditangani, makin sederhana dan murah perawatannya.

Apakah pasta gigi berfluoride aman?

Ya, pasta berfluoride aman dan terbukti membantu mencegah karies bila digunakan sesuai takaran. Untuk anak kecil, gunakan jumlah sesuai anjuran dan dampingi saat menyikat gigi.

Referensi Medis

  1. 1. Kemenkes RI
  2. 2. PDGI (Persatuan Dokter Gigi Indonesia)
  3. 3. WHO - Oral Health

Disclaimer medis: Informasi di halaman ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan konsultasi langsung dengan dokter. Selalu konsultasikan kondisi kesehatan Anda dengan tenaga medis berlisensi.