Lewati ke konten
Penyakit Umum

Infeksi Saluran Kemih (ISK)

Juga dikenal sebagai: ISK, ISK (Infeksi Saluran Kemih), infeksi saluran kemih, anyang-anyangan, UTI, infeksi kandung kemih, sistitis, pielonefritis

Infeksi bakteri pada saluran kemih — kandung kemih (sistitis) atau ginjal (pielonefritis). ISK atau anyang-anyangan jauh lebih sering pada wanita, E. coli penyebab 80% kasus, dan umumnya membaik dengan antibiotik yang tepat.

Disusun Tim Redaksi SehatkuDiperbarui 5 Juni 2026
Pemeriksaan urin untuk diagnosis infeksi saluran kemih ISK
Sehatku.id

Ringkasan

Infeksi saluran kemih (ISK) adalah infeksi bakteri pada bagian mana pun dari saluran kemih — uretra (uretritis), kandung kemih (sistitis), atau ginjal (pielonefritis). Wanita 50× lebih rentan daripada pria karena uretra wanita lebih pendek (~4 cm vs ~20 cm). Escherichia coli dari flora normal usus di area dubur bertanggung jawab atas 80% kasus. ISK bawah (sistitis) biasanya tidak berbahaya; ISK atas (pielonefritis) bisa berkembang ke sepsis urinari yang mengancam jiwa. Sebagian besar ISK bawah membaik dengan antibiotik yang tepat dan banyak minum, tetapi anyang-anyangan ringan sebaiknya tidak diobati dengan antibiotik beli sendiri agar diagnosis akurat dan resistensi bisa dicegah.

Gejala

  • Disuria: rasa terbakar atau nyeri saat buang air kecil (anyang-anyangan)
  • Frekuensi berkemih meningkat namun volume sedikit
  • Urgency: rasa ingin BAK yang sangat mendesak dan sulit ditahan
  • Nyeri atau tekanan di perut bawah atau suprapubik
  • Urine keruh, berbau tajam, atau berwarna merah muda (hematuria)
  • ISK atas (pielonefritis): demam tinggi, menggigil, nyeri pinggang/punggung, mual/muntah
  • Lansia: sering tanpa gejala khas — hanya kebingungan mendadak (delirium)
  • Bayi dan anak kecil: demam tanpa sumber yang jelas

Penyebab

  • Escherichia coli (E. coli) dari flora usus — 80% kasus
  • Bakteri dari area dubur masuk ke uretra lalu menetap di kandung kemih (sistitis); bila naik ke ginjal menjadi pielonefritis yang lebih serius
  • Staphylococcus saprophyticus — sering pada wanita muda aktif seksual
  • Klebsiella pneumoniae, Proteus mirabilis, Enterococcus — terutama ISK rumah sakit
  • Pada pria dan anak: sering ada faktor anatomis (batu, BPH, kateter)

Faktor Risiko

  • Jenis kelamin perempuan (anatomi uretra lebih pendek)
  • Aktivitas seksual (honeymoon cystitis — mikroba terdorong ke uretra)
  • Kurang minum dan sering menahan kencing
  • Kebersihan yang kurang tepat, misalnya membersihkan dari belakang ke depan
  • Menopause (mukosa vagina menipis, pH berubah, kurang estrogen)
  • Diabetes melitus (kadar gula tinggi di urine memicu pertumbuhan bakteri)
  • Penggunaan kateter urin atau prosedur urologis
  • Obstruksi saluran kemih (batu ginjal atau batu saluran kemih lain, BPH/pembesaran prostat, tumor)
  • Kehamilan — ISK tanpa gejala harus diobati untuk cegah pielonefritis

Kapan Harus ke Dokter?

  • Gejala disuria + frekuensi + urgency yang pertama kali muncul
  • Gejala tidak membaik setelah 3 hari pengobatan mandiri, atau justru makin berat
  • Demam, nyeri pinggang, menggigil hebat, atau mual/muntah — kemungkinan pielonefritis
  • Sedang hamil — ISK saat kehamilan selalu perlu penanganan dokter
  • Hematuria (darah dalam urine) — perlu evaluasi lebih lanjut
  • ISK berulang (>3× per tahun) — butuh investigasi penyebab dan profilaksis
  • Pria dengan ISK — selalu perlu evaluasi lebih lanjut

Pengobatan

  • Jangan membeli antibiotik sendiri untuk anyang-anyangan ringan — diagnosis yang tepat penting agar pilihan antibiotik sesuai dan mencegah resistensi
  • Sistitis tidak rumit: antibiotik oral 3–7 hari sesuai resep dokter dan harus dihabiskan
  • TMP-SMX (trimethoprim-sulfamethoxazole) 2× sehari × 3 hari — jika resistensi lokal <20%
  • Nitrofurantoin 100 mg 2× sehari × 5–7 hari — pilihan utama, resistensi rendah
  • Fosfomycin trometamol 3 g dosis tunggal — sangat praktis, satu kali minum
  • Pielonefritis ringan-sedang: fluoroquinolon (ciprofloxacin) atau cephalosporin oral × 7–14 hari
  • Pielonefritis berat: rawat inap + antibiotik IV (ceftriaxone, ampisilin-sulbaktam)
  • Infeksi ginjal atau ISK berat perlu perawatan dan antibiotik yang lebih intensif
  • Perbanyak minum air (≥2 L/hari) untuk membilas bakteri
  • Obat pereda nyeri sesuai anjuran bila diperlukan

Obat yang umum digunakan pada kondisi ini

Informasi edukasi — bukan anjuran pengobatan. Jenis dan dosis obat hanya boleh ditentukan dokter setelah pemeriksaan.

Obat bertanda resep adalah obat keras yang hanya boleh dibeli dan digunakan dengan resep dokter.

Pencegahan

  • Minum cukup air putih (≥2 L/hari) — urine encer kurangi pertumbuhan bakteri
  • Jangan menahan kencing terlalu lama
  • Setelah BAB, cebok dari depan ke belakang (bukan sebaliknya)
  • Segera BAK setelah berhubungan seksual
  • Hindari produk dengan pewangi di area genital
  • Cranberry juice atau suplemen proanthocyanidins — bukti moderat untuk pencegahan ISK rekurens
  • Terapi estrogen topikal untuk wanita menopause dengan ISK rekurens
  • Profilaksis antibiotik (nitrofurantoin dosis rendah setiap malam) untuk ISK rekurens berat

Estimasi Biaya

Konsultasi + urinalisis: Rp 100–300 ribu. Antibiotik 3–7 hari: Rp 50–200 ribu. Kultur urin: Rp 150–400 ribu. Rawat inap pielonefritis: Rp 8–30 juta. BPJS cover semua dengan rujukan.

💡 Strategi finansial untuk biaya pengobatan jangka panjang? Cek panduan dana darurat kesehatan di panduankeuangan.id

Pertanyaan Umum

Bolehkah ISK sembuh sendiri tanpa antibiotik?

Sistitis ringan kadang sembuh sendiri dalam 2–3 hari dengan banyak minum. Namun tanpa antibiotik, bakteri bisa naik ke ginjal menyebabkan pielonefritis. Untuk wanita hamil, pria, anak, lansia, dan diabetik — antibiotik WAJIB. Pengobatan mandiri dengan antibiotik sembarangan justru berisiko resistensi.

Apakah anyang-anyangan ringan boleh langsung minum antibiotik sendiri?

Sebaiknya tidak. Diagnosis yang tepat dari dokter penting agar antibiotik yang dipilih sesuai dan tidak memicu resistensi. Banyak minum dapat membantu, tetapi segera periksa bila gejala menetap, ada demam, atau nyeri pinggang.

Kenapa ISK lebih sering terjadi pada wanita?

Karena saluran kencing (uretra) wanita jauh lebih pendek (~4 cm dibanding ~20 cm pada pria), sehingga bakteri dari area dubur lebih mudah mencapai kandung kemih. Membersihkan dari depan ke belakang dan berkemih setelah berhubungan dapat membantu mencegahnya.

Kenapa ISK sering kambuh pada wanita?

Selain faktor anatomis, perubahan hormonal (menopause menurunkan estrogen sehingga pH vagina berubah), aktivitas seksual, dan flora normal usus yang mudah bermigrasi membuat ISK gampang berulang. ISK rekurens (>3× per tahun) perlu evaluasi mendalam — mungkin ada faktor struktural atau resistensi antibiotik.

Referensi Medis

  1. 1. EAU — Guidelines on Urological Infections
  2. 2. IDSA — Clinical Practice Guideline for Uncomplicated UTI
  3. 3. CDC — Urinary Tract Infection
  4. 4. Kemenkes RI
  5. 5. PAPDI

Disclaimer medis: Informasi di halaman ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan konsultasi langsung dengan dokter. Selalu konsultasikan kondisi kesehatan Anda dengan tenaga medis berlisensi.