Gastritis & Tukak Lambung (Maag)
Juga dikenal sebagai: gastritis, maag, tukak lambung, ulkus peptikum
Peradangan lapisan lambung (gastritis) atau luka terbuka di lambung/duodenum (tukak/ulkus). Penyebab utama: H. pylori (70%) dan obat NSAID. Dapat sembuh total dengan terapi yang tepat.
Ringkasan
Gastritis adalah peradangan lapisan mukosa lambung, sementara tukak peptikum (ulkus) adalah erosi lebih dalam yang mencapai lapisan submukosa atau muskularis. Helicobacter pylori (H. pylori) bertanggung jawab atas 70% kasus tukak lambung dan hampir semua tukak duodenum. NSAID (aspirin, ibuprofen, naproxen) adalah penyebab terbesar kedua. Gejala khas adalah nyeri ulu hati yang membaik atau memburuk saat makan.
Gejala
- Nyeri atau rasa terbakar di ulu hati (epigastrium)
- Nyeri yang membaik saat makan (tukak duodenum) atau memburuk saat makan (tukak lambung)
- Mual, kadang muntah
- Perut kembung dan sendawa berlebihan
- Rasa cepat kenyang
- Nafsu makan berkurang
- ⚠️ Tanda bahaya: muntah darah (hematemesis) atau BAB hitam seperti ter (melena) — butuh IGD
- Penurunan berat badan tanpa sebab (curiga keganasan)
Penyebab
- H. pylori: bakteri gram-negatif yang menginfeksi mukosa lambung, merusak lapisan pelindung
- NSAID (aspirin, ibuprofen, naproxen): menghambat prostaglandin pelindung lambung
- Stres fisik berat (luka bakar luas, trauma, operasi besar): stres ulcer
- Konsumsi alkohol berlebihan: iritasi langsung mukosa lambung
- Merokok: memperlambat penyembuhan dan meningkatkan sekresi asam
Faktor Risiko
- Infeksi H. pylori (endemik di Indonesia — prevalensi 40–60% di beberapa daerah)
- Penggunaan NSAID rutin tanpa pelindung lambung (PPI)
- Merokok aktif
- Konsumsi alkohol
- Stres psikologis (memperburuk gejala, bukan penyebab langsung)
- Pola makan tidak teratur dan kebiasaan makan pedas/asam berlebihan
- Diabetes (menurunkan pertahanan mukosa)
Kapan Harus ke Dokter?
- Nyeri ulu hati yang tidak membaik dengan antasida setelah 2 minggu
- Gejala muncul setelah usia 45 tahun (skrining keganasan)
- BAB hitam atau muntah darah — SEGERA KE IGD
- Penurunan berat badan tanpa alasan
- Sulit menelan (disfagia)
- Anemia yang tidak jelas penyebabnya
Pengobatan
- Antasida (aluminium hidroksida): untuk gejala sesekali, efek cepat tapi pendek
- PPI (omeprazole, lansoprazole, pantoprazole) 20–40 mg/hari × 4–8 minggu — lini utama
- H2-blocker (famotidine, ranitidine) — alternatif ringan
- Triple therapy eradikasi H. pylori (jika positif): PPI + amoxicillin + clarithromycin × 14 hari
- Atau quadruple therapy: PPI + bismuth + metronidazole + tetracycline × 10–14 hari
- Hentikan atau kurangi NSAID; gunakan COX-2 inhibitor selektif + PPI jika NSAID diperlukan
- Endoskopi untuk diagnosis pasti, biopsi H. pylori, atau komplikasi
Pencegahan
- Cuci tangan dengan sabun sebelum makan — mengurangi risiko penularan H. pylori
- Konsumsi air bersih yang dimasak
- Makan teratur, jangan biarkan lambung kosong terlalu lama
- Hindari NSAID jangka panjang tanpa pengawasan dokter; minta PPI profilaksis jika harus pakai
- Batasi kopi, alkohol, dan makanan yang memicu gejala personal
- Berhenti merokok
Estimasi Biaya
PPI generik: Rp 30–100 ribu/bulan. Triple therapy H. pylori: Rp 300–800 ribu (14 hari). Endoskopi: BPJS cover atau Rp 1,5–5 juta mandiri. Operasi komplikasi (perforasi): Rp 30–100 juta.
💡 Strategi finansial untuk biaya pengobatan jangka panjang? Cek panduan dana darurat kesehatan di panduankeuangan.id
Pertanyaan Umum
Apakah maag dan GERD sama?
Tidak. Maag/gastritis adalah peradangan dinding lambung. GERD adalah asam lambung yang naik ke esofagus menyebabkan heartburn. Keduanya bisa terjadi bersamaan dan gejalanya mirip, tapi penyebab dan penanganannya berbeda. Gastritis lebih sering karena H. pylori atau NSAID; GERD karena katup esofagus bawah yang lemah.
Setelah H. pylori dieradikasi, maag bisa kambuh lagi?
Jarang. Eradikasi H. pylori yang berhasil menyembuhkan >90% tukak duodenum dan ~80% tukak lambung secara permanen. Kambuh biasanya karena reinfeksi H. pylori (jarang di negara maju, lebih sering di Indonesia) atau kembali menggunakan NSAID. Konfirmasi eradikasi dengan urea breath test 4 minggu setelah selesai antibiotik.
Referensi Medis
Disclaimer medis: Informasi di halaman ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan konsultasi langsung dengan dokter. Selalu konsultasikan kondisi kesehatan Anda dengan tenaga medis berlisensi.