Lewati ke konten
Penyakit Umum

Perdarahan Uterus Abnormal (PUA)

Juga dikenal sebagai: perdarahan uterus abnormal, PUA, haid tidak normal, menoragia, perdarahan rahim

Perdarahan dari rahim yang **menyimpang dari haid normal** — bisa terlalu banyak, terlalu sering, tidak teratur, atau di luar jadwal haid. Keluhan ini **nyata** dan layak diperiksa, bukan mengada-ada.

Disusun Tim Redaksi SehatkuDiperbarui 5 Juni 2026
Ilustrasi konsultasi kesehatan kandungan
Sehatku.id

Ringkasan

Perdarahan Uterus Abnormal (PUA) adalah perdarahan dari rahim yang menyimpang dari pola haid normal, baik dari segi jumlah, lama, keteraturan, maupun waktunya. Keluhan ini bisa berupa haid yang terlalu banyak atau lama (menoragia), terlalu sering atau justru jarang, tidak teratur, perdarahan di luar jadwal haid, perdarahan setelah berhubungan, hingga perdarahan setelah menopause. Ini adalah masalah medis yang nyata dan valid — bukan sekadar ‘berlebihan’ atau mengada-ada — dan penyebabnya beragam sehingga perlu ditelusuri oleh dokter, bukan didiamkan.

Gejala

  • Haid yang sangat banyak (mengganti pembalut tiap 1–2 jam, atau keluar gumpalan darah besar)
  • Haid berlangsung lama (menoragia) atau datang terlalu sering / tidak teratur
  • Perdarahan bercak atau flek di luar jadwal haid
  • Perdarahan setelah berhubungan seksual
  • Perdarahan setelah menopause — ini selalu perlu diperiksa
  • Gejala anemia karena kehilangan darah: lemas, pucat, pusing, mudah lelah, jantung berdebar

Penyebab

  • Kelompok struktur (kelainan pada rahim): polip, adenomiosis, miom (mioma uteri), serta hiperplasia atau keganasan endometrium
  • Kelompok non-struktur: gangguan hormon/ovulasi (misalnya PCOS)
  • Gangguan pembekuan darah
  • Efek obat atau alat/metode KB (termasuk kontrasepsi hormonal)
  • Gangguan tiroid yang memengaruhi siklus haid

Faktor Risiko

  • Masa remaja awal (siklus belum stabil) dan perimenopause (menjelang menopause)
  • Riwayat PCOS atau gangguan hormon lain
  • Berat badan berlebih atau obesitas
  • Riwayat gangguan pembekuan darah pribadi atau keluarga
  • Riwayat miom, polip, atau adenomiosis
  • Penggunaan obat pengencer darah atau kontrasepsi hormonal tertentu

Kapan Harus ke Dokter?

  • DARURAT → segera ke IGD bila perdarahan sangat hebat disertai pusing berat, hampir pingsan, keringat dingin, atau pingsan
  • Haid sangat banyak: perlu mengganti pembalut tiap 1–2 jam, atau keluar gumpalan darah besar
  • Perdarahan di luar haid atau perdarahan setelah berhubungan
  • Perdarahan setelah menopauseselalu perlu diperiksa karena bisa menjadi tanda kondisi serius
  • Muncul tanda anemia (makin lemas, pucat, pusing) akibat perdarahan yang berkepanjangan

Pengobatan

  • Penanganan disesuaikan dengan penyebabnya, jadi diagnosis dulu yang utama
  • Pemeriksaan: USG (sering transvaginal), tes darah (hemoglobin, hormon), dan kadang biopsi endometrium
  • Obat hormon seperti progestin atau pil KBhanya dengan resep dokter, jangan membeli atau memakai sendiri
  • Asam traneksamat untuk membantu mengurangi jumlah perdarahan (sesuai anjuran dokter)
  • Menangani penyebab struktural, misalnya miom atau polip
  • Tindakan lebih lanjut bila diperlukan: ablasi endometrium atau operasi
  • Mengatasi anemia (mis. suplemen zat besi) sesuai arahan dokter

Pencegahan

  • Kenali dan catat pola haid Anda (jumlah pembalut, lama, keteraturan) untuk deteksi dini
  • Jangan menunda periksa ke dokter bila haid terasa jauh berbeda dari biasanya — keluhan ini valid
  • Jaga berat badan sehat dan kelola kondisi seperti PCOS atau tiroid bersama dokter
  • Gunakan kontrasepsi hormonal sesuai anjuran dan pengawasan tenaga medis
  • Lakukan kontrol kandungan rutin, terutama bila ada riwayat miom, polip, atau perdarahan pascamenopause

Estimasi Biaya

Bervariasi: konsultasi dan USG relatif terjangkau, sementara biopsi, ablasi, atau operasi lebih tinggi. Banyak layanan dapat ditanggung BPJS Kesehatan sesuai indikasi dan rujukan.

💡 Strategi finansial untuk biaya pengobatan jangka panjang? Cek panduan dana darurat kesehatan di panduankeuangan.id

Pertanyaan Umum

Haid saya sangat banyak, apakah ini wajar atau perlu diperiksa?

Bila Anda perlu mengganti pembalut tiap 1–2 jam, keluar gumpalan darah besar, atau merasa lemas dan pucat, itu tidak boleh dianggap biasa. Keluhan ini nyata dan sebaiknya diperiksakan ke dokter. Jika perdarahan hebat disertai pusing berat atau hampir pingsan, segera ke IGD.

Saya sudah menopause tapi keluar perdarahan lagi, apakah berbahaya?

Perdarahan setelah menopause SELALU perlu diperiksa oleh dokter, karena bisa menjadi tanda kondisi serius. Jangan menunda — segera konsultasikan meskipun jumlahnya sedikit.

Bolehkah saya membeli sendiri obat hormon untuk menghentikan perdarahan?

Tidak. Obat hormon/progestin dan pil KB adalah obat resep yang harus diresepkan dan diawasi dokter, karena jenis serta dosisnya bergantung pada penyebab perdarahan Anda. Memakai sendiri bisa berbahaya.

Tools kesehatan terkait

Coba kalkulator gratis yang relevan dengan topik ini.

Referensi Medis

  1. 1. Kemenkes RI
  2. 2. POGI
  3. 3. WHO

Disclaimer medis: Informasi di halaman ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan konsultasi langsung dengan dokter. Selalu konsultasikan kondisi kesehatan Anda dengan tenaga medis berlisensi.