Lewati ke konten
Penyakit Kritis

Rabies (Penyakit Anjing Gila)

Juga dikenal sebagai: rabies, anjing gila, penyakit anjing gila

Infeksi **virus rabies** pada saraf dan otak yang ditularkan lewat **gigitan/cakaran hewan**. Hampir selalu fatal bila gejala muncul, **tetapi sangat bisa dicegah** dengan penanganan cepat dan benar.

Disusun Tim Redaksi SehatkuDiperbarui 5 Juni 2026
Anjing yang perlu divaksinasi rabies
Sehatku.id

Ringkasan

Rabies adalah infeksi virus rabies yang menyerang sistem saraf dan otak. Penyakit ini ditularkan melalui gigitan, cakaran, atau air liur hewan yang terinfeksi, terutama anjing, tetapi juga kucing, kera, dan kelelawar. Bila gejala sudah muncul, rabies hampir selalu berakibat fatal — namun kabar baiknya, penyakit ini sangat bisa dicegah bila luka gigitan ditangani dengan cepat dan benar. Karena itu, di daerah berisiko, setiap gigitan hewan tidak boleh disepelekan.

Gejala

  • Awalnya demam, lemas, dan tidak enak badan
  • Nyeri, gatal, atau kesemutan di bekas luka gigitan
  • Gelisah, cemas, dan mudah terganggu
  • Takut air (hidrofobia) dan takut angin (aerofobia)
  • Kejang, lalu kelumpuhan pada tahap lanjut

Penyebab

  • Virus rabies (Lyssavirus) yang menyerang saraf dan otak
  • Menular lewat gigitan, cakaran, atau air liur hewan terinfeksi
  • Sumber utama anjing; juga kucing, kera, dan kelelawar

Faktor Risiko

  • Tinggal atau bepergian ke daerah endemis rabies
  • Kontak dengan hewan liar atau hewan tak dikenal
  • Memelihara hewan yang belum divaksinasi rabies
  • Anak-anak yang sering bermain dengan hewan

Kapan Harus ke Dokter?

  • SEGERA ke fasilitas kesehatan setelah digigit/dicakar hewan di daerah berisiko — jangan menunda
  • Luka dari hewan liar atau hewan yang perilakunya aneh/agresif
  • Muncul demam, kesemutan di bekas gigitan, gelisah, atau takut air setelah riwayat gigitan

Pengobatan

  • Pertolongan pertama gigitan (sangat penting): segera cuci luka dengan sabun dan air mengalir selama sekitar 15 menit, lalu beri antiseptik
  • Jangan langsung menutup atau menjahit luka rapat-rapat
  • Segera ke fasilitas kesehatan untuk mendapat Vaksin Anti-Rabies (VAR) sesuai jadwal
  • Bila perlu (luka berat/risiko tinggi), diberikan Serum Anti-Rabies (SAR) sesuai penilaian tenaga medis
  • Bila gejala sudah muncul, penanganan bersifat suportif karena belum ada obat penyembuh — inilah alasan pencegahan dini sangat menentukan

Pencegahan

  • Vaksinasi hewan peliharaan (anjing, kucing) secara rutin
  • Hindari kontak dengan hewan liar atau hewan tak dikenal
  • Jangan pernah menyepelekan gigitan/cakaran hewan di daerah berisiko
  • Ajari anak untuk tidak mengganggu hewan asing
  • Lapor ke petugas bila ada hewan dengan perilaku aneh atau agresif

Estimasi Biaya

VAR dan SAR untuk kasus gigitan berisiko umumnya disediakan pemerintah/puskesmas di daerah endemis; biaya penanganan luka relatif terjangkau bila ditangani sejak awal.

💡 Strategi finansial untuk biaya pengobatan jangka panjang? Cek panduan dana darurat kesehatan di panduankeuangan.id

Proteksi Kesehatan

Lindungi Keluarga dari Biaya Rumah Sakit yang Tinggi

Asuransi kesehatan Allianz dengan sistem cashless di rumah sakit rekanan Allianz. Konsultasikan kebutuhan keluarga Anda dengan agen tersertifikasi, gratis, tanpa kewajiban beli.

✓ Cashless di RS rekanan✓ Klaim cepat✓ Konsultasi gratis
Konsultasi Gratis

Pertanyaan Umum

Apakah rabies bisa disembuhkan?

Bila gejala sudah muncul, rabies hampir selalu fatal dan belum ada obat penyembuhnya. Namun penyakit ini sangat bisa dicegah bila luka gigitan langsung dicuci dengan sabun dan air mengalir lalu segera mendapat vaksin anti-rabies di fasilitas kesehatan.

Apa yang harus dilakukan segera setelah digigit anjing?

Cuci luka dengan sabun dan air mengalir selama sekitar 15 menit, beri antiseptik, jangan menutup luka rapat-rapat, lalu segera ke fasilitas kesehatan untuk penilaian dan vaksin anti-rabies (VAR), serta serum (SAR) bila diperlukan.

Apakah hanya anjing yang bisa menularkan rabies?

Anjing adalah sumber utama, tetapi rabies juga dapat ditularkan oleh kucing, kera, dan kelelawar yang terinfeksi melalui gigitan, cakaran, atau air liur.

Referensi Medis

  1. 1. Kemenkes
  2. 2. WHO - Rabies
  3. 3. CDC - Rabies

Disclaimer medis: Informasi di halaman ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan konsultasi langsung dengan dokter. Selalu konsultasikan kondisi kesehatan Anda dengan tenaga medis berlisensi.