Lewati ke konten
Penyakit Kritis

Tuberkulosis (TBC)

Juga dikenal sebagai: tb, flek paru, tuberkulosis paru

Infeksi bakteri Mycobacterium tuberculosis yang menyerang paru. Indonesia peringkat ke-2 dunia kasus TBC — 1 juta kasus baru per tahun. Dapat disembuhkan dengan OAT 6 bulan yang WAJIB tuntas.

Direview dr. Andi Pratama, Sp.PD, M.KesDiperbarui 26 Mei 2026
Pemeriksaan rontgen paru untuk diagnosis tuberkulosis TBC

Ringkasan

TBC adalah penyakit infeksi kronis yang disebabkan Mycobacterium tuberculosis, menular lewat droplet udara saat penderita batuk, bersin, atau berbicara. Meski dapat menyerang organ lain (kelenjar, tulang, ginjal, otak), 80% kasus adalah TBC paru. Indonesia menempati posisi ke-2 dunia setelah India dalam jumlah kasus. Kabar baiknya: 90% kasus TBC sensitif obat dapat disembuhkan dengan Obat Anti Tuberkulosis (OAT) 6–9 bulan yang diminum disiplin dan tuntas.

Gejala

  • Batuk persisten lebih dari 3 minggu — gejala kunci
  • Batuk berdahak, bisa bercampur darah (hemoptisis)
  • Demam ringan (subfebris 37,5–38°C), terutama sore/malam
  • Keringat malam yang banyak tanpa sebab jelas
  • Penurunan berat badan >5% dalam 1 bulan tanpa diet
  • Lemas dan kelelahan berkepanjangan
  • Nyeri dada atau sesak napas
  • Anak: tidak naik berat badan, demam berulang >2 minggu

Penyebab

  • Mycobacterium tuberculosis — bakteri berbentuk batang tahan asam
  • Penularan melalui droplet udara dari penderita TBC aktif yang batuk/bersin
  • Tidak menular lewat sentuhan, berbagi peralatan makan, atau kontak kulit
  • Reaktivasi TBC laten akibat penurunan imunitas (HIV, diabetes, malnutrisi)

Faktor Risiko

  • Kontak serumah atau erat dengan penderita TBC aktif
  • HIV positif — risiko TBC 20× lebih tinggi
  • Diabetes melitus tidak terkontrol
  • Malnutrisi (gizi buruk)
  • Merokok berat (merusak pertahanan mukosilia paru)
  • Tinggal di tempat padat-pengap: asrama, penjara, rusun
  • Tenaga kesehatan tanpa APD memadai
  • Penggunaan kortikosteroid atau imunosupresan jangka panjang

Kapan Harus ke Dokter?

  • Batuk lebih dari 2–3 minggu yang tidak kunjung sembuh
  • Batuk disertai darah (hemoptisis)
  • Kontak erat dengan penderita TBC yang terkonfirmasi
  • Penurunan berat badan + keringat malam + demam ringan bersamaan
  • Anak dengan berat badan tidak naik + demam berulang + kontak TBC

Pengobatan

  • OAT (Obat Anti Tuberkulosis) gratis — tersedia di Puskesmas melalui BPJS
  • Fase intensif 2 bulan: RHZE (Rifampisin + Isoniazid + Pirazinamid + Etambutol) setiap hari
  • Fase lanjutan 4 bulan: RH (Rifampisin + Isoniazid) setiap hari
  • Total 6 bulan WAJIB tuntas — berhenti di tengah = resistensi obat
  • PMO (Pengawas Minum Obat) dari keluarga/kader didampingi petugas kesehatan
  • Evaluasi dahak pada bulan ke-2 dan ke-5
  • TBC MDR (Multi-Drug Resistant): regimen 9–20 bulan dengan obat lini kedua (lebih berat, mahal)

Pencegahan

  • Vaksinasi BCG pada bayi baru lahir — efektif cegah TBC berat pada anak
  • Skrining kontak erat penderita TBC aktif (terutama anak <5 tahun dan ODHA)
  • Terapi pencegahan isoniazid (TPT) untuk kontak erat dan ODHA dengan TST/IGRA positif
  • Ventilasi ruang yang baik: buka jendela, hindari ruangan pengap
  • Etika batuk: tutup mulut dengan siku/tisu, buang tisu ke tempat sampah
  • Penderita TBC aktif wajib pakai masker bedah selama 2 bulan fase intensif
  • Perbaiki gizi dan kontrol komorbid (HIV, diabetes)

Estimasi Biaya

OAT: GRATIS di Puskesmas via program nasional. Lab diagnostik (BTA, TCM/Xpert, foto toraks): GRATIS BPJS. TBC MDR: GRATIS via program khusus. Rawat inap komplikasi: Rp 10–50 juta. BPJS cover semua aspek diagnosis dan pengobatan.

💡 Strategi finansial untuk biaya pengobatan jangka panjang? Cek panduan dana darurat kesehatan di panduankeuangan.id

Proteksi Kesehatan

Lindungi Keluarga dari Biaya Rumah Sakit yang Tinggi

Asuransi kesehatan Allianz cashless di 1500+ rumah sakit Indonesia. Konsultasikan kebutuhan keluarga Anda dengan agen tersertifikasi, gratis, tanpa kewajiban beli.

✓ Cashless 1500+ RS✓ Klaim cepat✓ Konsultasi gratis
Konsultasi Gratis

Pertanyaan Umum

Apakah TBC menular lewat peralatan makan bersama?

TIDAK. TBC hanya menular lewat udara yang mengandung droplet dari batuk/bersin penderita TBC paru aktif. Berbagi piring, gelas, atau berjabat tangan tidak menularkan TBC. Yang berisiko adalah kontak tatap muka dalam ruangan tertutup dalam waktu lama.

Bolehkah berhenti minum OAT jika sudah merasa sembuh?

TIDAK boleh. Menghentikan OAT sebelum tuntas 6 bulan — meskipun gejala sudah hilang — adalah penyebab utama TBC kebal obat (MDR-TB). Bakteri yang belum mati sempurna akan bermutasi menjadi resistan. TBC MDR jauh lebih sulit, mahal, dan lama diobati.

Referensi Medis

  1. 1. WHO — Global Tuberculosis Report 2023
  2. 2. Kemenkes RI — Program Nasional TBC
  3. 3. PDPI — Pedoman Diagnosis & Penatalaksanaan TBC Indonesia

Disclaimer medis: Informasi di halaman ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan konsultasi langsung dengan dokter. Selalu konsultasikan kondisi kesehatan Anda dengan tenaga medis berlisensi.