Adenoidektomi (Operasi Kelenjar Adenoid)
Operasi mengangkat **kelenjar adenoid** — jaringan di belakang hidung (atas tenggorokan) yang sering membesar pada **anak** dan mengganggu napas serta tidur.
Kapan tindakan ini dilakukan?
- Hidung mampet menetap dan kebiasaan bernapas lewat mulut karena adenoid membesar
- Mengorok dan henti napas saat tidur (sleep apnea) yang mengganggu kualitas tidur anak
- Infeksi telinga (otitis media) berulang atau cairan menetap di telinga tengah
- Sinusitis yang sering kambuh
- Sering dilakukan bersama operasi amandel (adenotonsilektomi) bila amandel ikut bermasalah
Persiapan sebelum prosedur
- 1Puasa beberapa jam sebelum operasi sesuai instruksi (syarat bius umum)
- 2Pemeriksaan kondisi anak; tunda bila sedang demam atau infeksi akut
- 3Beri tahu dokter riwayat alergi, asma, dan obat pengencer darah
- 4Siapkan menu makanan lunak dan banyak cairan untuk di rumah setelah operasi
Langkah prosedur
- 1Anak dibius dengan bius umum sehingga tertidur dan tidak merasa sakit
- 2Operasi dilakukan lewat mulut tanpa sayatan dari luar
- 3Dokter mengangkat kelenjar adenoid di belakang hidung dan menghentikan perdarahan
- 4Bila ada indikasi, amandel ikut diangkat (adenotonsilektomi) dalam sesi yang sama
- 5Anak dipantau di ruang pemulihan hingga sadar penuh
Pemulihan
Risiko & Komplikasi
- Perdarahan selama atau setelah operasi
- Infeksi pada area operasi
- Perubahan suara sementara (sengau) saat bicara
- Risiko terkait bius umum
- Jarang, adenoid tumbuh kembali karena ada sisa jaringan
Estimasi Biaya
BPJS: ditanggung bila ada indikasi medis dan rujukan sesuai prosedur. Swasta: biaya bervariasi tergantung rumah sakit, kelas kamar, dan apakah digabung operasi amandel.
Konfirmasi cakupan dan estimasi biaya langsung ke rumah sakit serta BPJS Kesehatan.
💡 Belum siap secara finansial untuk biaya tindakan ini? Pelajari opsi cicilan medis + dana kesehatan di panduankeuangan.id
Referensi Medis
Disclaimer medis: Informasi tindakan medis ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan konsultasi langsung dengan dokter. Keputusan untuk menjalani tindakan harus berdasarkan diskusi mendalam dengan dokter spesialis yang menangani Anda.