Lewati ke konten
Diagnostik & Imaging

Angiografi Koroner (Kateterisasi Jantung)

Pemeriksaan invasif untuk visualisasi arteri koroner jantung menggunakan kateter dan kontras X-ray. Standar emas untuk diagnosis penyakit jantung koroner (PJK) dan dasar untuk intervensi (stenting/PCI) atau bedah bypass (CABG). Dilakukan oleh kardiolog intervensi.

Durasi
Angiografi diagnostik saja: 30-60 menit dalam cath lab. Angiografi + PCI (stenting) ad-hoc: 1-2 jam. Kasus kompleks (CTO, multi-vessel, bifurkasi): 2-4 jam. Plus persiapan 30-60 menit dan observasi pasca 4-24 jam.
Pemulihan
RADIAL ACCESS: bedrest tidak perlu, boleh duduk segera, ambulasi dalam 2-4 jam. Pulang dalam 4-6 jam (rawat jalan untuk diagnostik tanpa komplikasi). FEMORAL ACCESS: bedrest 4-6 jam (kepala mendatar), boleh menggerakkan kaki perlahan setelah closure device. Pulang dalam 6-24 jam. Aktivitas ringan dalam 24-48 jam. Hindari mengangkat berat, olahraga berat, dan hubungan seksual selama 3-7 hari. Boleh menyetir 24-48 jam pasca-prosedur. Mandi normal setelah 24 jam (luka akses minor). Kontrol Sp.JP 1-2 minggu pasca. Aktivitas penuh dalam 1 minggu untuk diagnostik tanpa komplikasi. Pasca PCI: rejimen DAPT (dual antiplatelet therapy: aspirin + clopidogrel/ticagrelor/prasugrel) WAJIB 6-12 bulan minimum.
BPJS
Ditanggung
Disusun Tim Redaksi SehatkuDiperbarui 27 Mei 2026

Kapan tindakan ini dilakukan?

  • Diagnosis PENYAKIT JANTUNG KORONER (PJK) — visualisasi penyempitan arteri koroner
  • Evaluasi NYERI DADA tipikal angina pada uji treadmill positif atau abnormal pencitraan non-invasif
  • ACS (Acute Coronary Syndrome): STEMI (emergency, dalam 90 menit door-to-balloon), NSTEMI tinggi risiko, unstable angina
  • Evaluasi pasca infark miokard untuk planning revaskularisasi
  • GAGAL JANTUNG dengan dugaan etiologi iskemik
  • Kelainan katup jantung berat sebelum operasi katup
  • Aritmia berat tidak dapat dijelaskan
  • Evaluasi pra-operasi pada pasien risiko tinggi PJK yang akan operasi bedah mayor non-jantung
  • Pasca CABG atau PCI untuk evaluasi patency graft atau stent
  • KELAINAN BAWAAN ARTERI KORONER (anomali) — terutama atlet muda dengan henti jantung
  • Evaluasi pre-transplantasi jantung
  • Cor pulmonale atau hipertensi pulmonal — kateterisasi jantung kanan terkait
  • Diseksi arteri koroner spontan (SCAD)
  • Spasme koroner (Prinzmetal angina) — provokasi dengan ergonovine atau acetylcholine

Persiapan sebelum prosedur

  1. 1Konsultasi Sp.JP (kardiolog) interventional — penjelasan prosedur, risk-benefit
  2. 2INFORMED CONSENT WAJIB — diskusi risiko, alternatif, hasil yang diharapkan
  3. 3Pemeriksaan pra-prosedur: EKG, ekokardiografi, lab lengkap (Hb, kreatinin, urea, elektrolit, koagulasi PT/INR/aPTT, golongan darah, HbsAg, anti-HCV, anti-HIV)
  4. 4Cek FUNGSI GINJAL (kreatinin, GFR) — penting karena kontras nefrotoksik. eGFR <60: hidrasi pre-prosedur, N-acetylcysteine, gunakan kontras iso-osmolar (iodixanol), kurangi volume kontras
  5. 5Pertimbangkan stop METFORMIN 48 jam sebelum jika eGFR <60 (risiko asidosis laktat)
  6. 6Hentikan PENGENCER DARAH sesuai instruksi:
  7. 7 - Warfarin: stop 3-5 hari sebelum, target INR <2.0
  8. 8 - DOAC (rivaroxaban, apixaban, dabigatran): stop 24-48 jam (sesuai fungsi ginjal)
  9. 9 - Aspirin dan clopidogrel: BIASANYA TIDAK DIHENTIKAN (justru penting untuk pencegahan stent thrombosis pasca PCI)
  10. 10PUASA 6-8 jam sebelum prosedur
  11. 11Mandi pagi sebelum prosedur
  12. 12Cukur area akses (pergelangan tangan untuk radial, lipatan paha untuk femoral) — dilakukan di RS
  13. 13Pasang infus IV
  14. 14Bawa daftar obat yang sedang diminum, riwayat alergi (terutama iodium, kontras, kerang-kerangan)
  15. 15Pasien dengan riwayat alergi kontras: PREMEDIKASI dengan kortikosteroid + antihistamin H1+H2 12 jam dan 2 jam pre-prosedur
  16. 16Bawa pendamping karena tidak boleh nyetir pasca-prosedur
  17. 17Lepas perhiasan dan kontak lens
  18. 18Pakai gown rumah sakit

Langkah prosedur

  1. 1Pasien dipindahkan ke CATH LAB (cardiac catheterization laboratory)
  2. 2Monitor: EKG kontinu, tekanan darah arteri, saturasi O2
  3. 3Anestesi LOKAL di tempat akses (lidokain 1-2%)
  4. 4Sedasi RINGAN dengan midazolam dan/atau fentanyl IV (pasien tetap sadar dan responsif)
  5. 5AKSES VASKULAR (2 pilihan utama):
  6. 6 - RADIAL (pergelangan tangan kanan/kiri) — PREFERRED MODERN, lebih sedikit komplikasi, ambulasi lebih cepat. Tes Allen pre-prosedur untuk memastikan kolateral ulnar
  7. 7 - FEMORAL (lipatan paha) — alternatif jika radial tidak cocok (anatomi kecil, anomali), atau untuk prosedur kompleks dengan kateter besar
  8. 8Jarum dimasukkan, sheath (selongsong) dipasang di arteri
  9. 9KATETER diagnostik (Judkins right/left, Amplatz, dll, 4-6 French) dimasukkan melalui sheath dan diarahkan melalui aorta ke ostium arteri koroner di bawah panduan fluoroskopi X-ray
  10. 10KONTRAS IODIUM (iohexol, iopamidol, iodixanol) disuntikkan ke arteri koroner kanan (RCA) dan kiri (LCA dengan LAD dan circumflex) sambil X-ray cine recording
  11. 11Multiple sudut pandang (RAO, LAO, kombinasi cranial/caudal) untuk evaluasi lengkap
  12. 12Evaluasi: derajat stenosis (% diameter), karakter (eccentric, calcified, ulcerated), lokasi (proksimal vs distal, ostial vs mid), keberhasilan flow (TIMI grade)
  13. 13PENGUKURAN tambahan jika perlu:
  14. 14 - FFR (Fractional Flow Reserve) / iFR (instantaneous Wave-Free Ratio): nilai signifikansi fungsional stenosis intermediate
  15. 15 - IVUS (Intravascular Ultrasound) atau OCT (Optical Coherence Tomography): visualisasi detail plak dan stent
  16. 16KATETERISASI JANTUNG KIRI: ukur tekanan ventrikel kiri, ejection fraction (ventrikulografi)
  17. 17KATETERISASI JANTUNG KANAN (jika perlu): ukur tekanan atrium kanan, ventrikel kanan, arteri pulmonal, cardiac output (Swan-Ganz)
  18. 18TINDAK LANJUT KEPUTUSAN:
  19. 19 - Tidak ada stenosis signifikan: medical management
  20. 20 - Stenosis bisa diintervensi: lanjut PCI (Percutaneous Coronary Intervention) SAAT INI ATAU jadwalkan terpisah
  21. 21 - Multi-vessel disease atau anatomi kompleks: konsultasi heart team untuk CABG
  22. 22KATETER DIKELUARKAN
  23. 23Sheath dilepas, hemostasis di tempat akses:
  24. 24 - Radial: TR Band atau perangkat hemostasis pneumatik 2-4 jam
  25. 25 - Femoral: kompresi manual 15-20 menit atau closure device (Angio-Seal, Perclose)
  26. 26Pasien dipindahkan ke ruang observasi atau bangsal
  27. 27Total durasi: 30-60 menit untuk diagnostik saja; 1-2 jam jika ditambah PCI

Pemulihan

RADIAL ACCESS: bedrest tidak perlu, boleh duduk segera, ambulasi dalam 2-4 jam. Pulang dalam 4-6 jam (rawat jalan untuk diagnostik tanpa komplikasi). FEMORAL ACCESS: bedrest 4-6 jam (kepala mendatar), boleh menggerakkan kaki perlahan setelah closure device. Pulang dalam 6-24 jam. Aktivitas ringan dalam 24-48 jam. Hindari mengangkat berat, olahraga berat, dan hubungan seksual selama 3-7 hari. Boleh menyetir 24-48 jam pasca-prosedur. Mandi normal setelah 24 jam (luka akses minor). Kontrol Sp.JP 1-2 minggu pasca. Aktivitas penuh dalam 1 minggu untuk diagnostik tanpa komplikasi. Pasca PCI: rejimen DAPT (dual antiplatelet therapy: aspirin + clopidogrel/ticagrelor/prasugrel) WAJIB 6-12 bulan minimum.

Risiko & Komplikasi

  • AKSES VASCULAR: hematoma (umum, kecil-sedang), pseudoaneurisma, fistula AV (2-3% femoral), perdarahan retroperitoneal (femoral, jarang tapi serius)
  • INFARK MIOKARD periprosedural (0.05-0.1%) — terutama saat manipulasi kateter di lesi unstable
  • STROKE (0.05-0.1%) — emboli dari aorta atau trombus di kateter
  • GAGAL GINJAL AKUT akibat kontras (CIN - Contrast-Induced Nephropathy): 1-10% tergantung baseline ginjal, hidrasi, volume kontras
  • REAKSI ALERGI kontras: dari ringan (urtikaria, gatal) sampai berat (anafilaksis 0.04%) — emergency treatment siap
  • PERFORASI ARTERI KORONER: jarang (<0.1%) selama diagnostik, lebih sering saat PCI
  • DISEKSI ARTERI KORONER: bisa life-threatening, butuh PCI emergency atau CABG
  • ARITMIA: ventricular fibrillation/tachycardia (0.5%), bradikardia, blok AV
  • PERDARAHAN MAYOR membutuhkan transfusi (1-2%)
  • EMBOLI PERIFER: dari trombus kateter ke arteri perifer
  • INFEKSI di akses (sangat jarang dengan teknik aseptik)
  • KEMATIAN (mortalitas prosedur): 0.05-0.1% untuk diagnostik elektif, lebih tinggi pada emergency STEMI atau penyakit berat
  • RADIASI: dosis bervariasi, equivalent dengan 100-1000 X-ray dada — risiko kanker jangka panjang minimal tapi nyata. Pasien hamil: hindari kecuali emergency
  • PASCA PCI: stent thrombosis akut (0.5-2%), restenosis (5-10% dengan drug-eluting stent), perdarahan akibat DAPT
  • KETERLAMBATAN DIAGNOSIS atau false negative jika anatomi sulit dievaluasi

Estimasi Biaya

BPJS Kesehatan menanggung

BPJS: cover dengan rujukan Sp.JP dan indikasi medis (suspek PJK, ACS, evaluasi pra operasi). RS swasta self-pay: Angiografi diagnostik saja: Rp 15-35 juta (termasuk konsultasi, prosedur, kontras, kateter, kamar cath lab, anestesi, observasi 4-6 jam). Angiografi + PCI dengan 1 stent (Drug-Eluting Stent): Rp 80-150 juta. PCI dengan 2 stent: Rp 100-200 juta. PCI kompleks (multi-vessel, bifurkasi, CTO): Rp 150-300 juta. CABG (operasi bypass koroner) sebagai alternatif: Rp 200-500 juta. CT Coronary Angiography (non-invasif, untuk skrining risiko intermediate): Rp 5-15 juta. FFR/iFR pengukuran: tambahan Rp 10-25 juta. IVUS atau OCT: tambahan Rp 10-30 juta. Termasuk: konsultasi Sp.JP intervention, prosedur, alat habis pakai, kamar cath lab, anestesi, observasi pasca, dan medikasi.

BPJS cover penuh untuk angiografi diagnostik dan PCI dengan indikasi medis di RS jaringan BPJS dengan unit cath lab (RSUP, RSUD, beberapa RS swasta partner). Center kardiologi intervensi di Indonesia: RS Harapan Kita (Pusat Jantung Nasional), RSCM, RS Premier Bintaro, RS Siloam, RS Pondok Indah, RS Mayapada, RS Awal Bros, RS Eka Hospital. Wait time BPJS untuk diagnostik elektif: 2-6 minggu (emergency STEMI <90 menit). Untuk kasus kompleks atau pencarian opini kedua, pertimbangkan center high-volume dengan Sp.JP-KIC (subspesialis kardiologi intervensi).

💡 Belum siap secara finansial untuk biaya tindakan ini? Pelajari opsi cicilan medis + dana kesehatan di panduankeuangan.id

Proteksi Kesehatan

Lindungi Keluarga dari Biaya Rumah Sakit yang Tinggi

Asuransi kesehatan Allianz cashless di 1500+ rumah sakit Indonesia. Konsultasikan kebutuhan keluarga Anda dengan agen tersertifikasi, gratis, tanpa kewajiban beli.

✓ Cashless 1500+ RS✓ Klaim cepat✓ Konsultasi gratis
Konsultasi Gratis

Referensi Medis

  1. 1. PERKI - Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia
  2. 2. ACC/AHA Guidelines for Coronary Angiography
  3. 3. ESC Guidelines for Chronic Coronary Syndromes
  4. 4. SCAI - Society for Cardiovascular Angiography & Interventions
  5. 5. WHO Cardiovascular Disease

Disclaimer medis: Informasi tindakan medis ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan konsultasi langsung dengan dokter. Keputusan untuk menjalani tindakan harus berdasarkan diskusi mendalam dengan dokter spesialis yang menangani Anda.