Lewati ke konten
Maternitas

Bayi Tabung (IVF / Fertilisasi In Vitro)

Program kesuburan yang **mempertemukan sel telur dan sperma di luar tubuh (di laboratorium)**, lalu **embrio ditanam kembali ke dalam rahim**.

Durasi
Satu siklus penuh memakan waktu **sekitar 2-4 minggu**; tindakan pengambilan sel telur dan transfer embrio masing-masing umumnya **15-30 menit**.
Pemulihan
Bisa beraktivitas ringan dalam **1-2 hari** setelah pengambilan sel telur; tunggu hasil tes kehamilan **sekitar 2 minggu** setelah transfer. **Tingkat keberhasilan tidak 100% dan cenderung menurun seiring bertambahnya usia**, sehingga kadang perlu **lebih dari satu siklus**.
BPJS
Tidak ditanggung
Disusun Tim Redaksi SehatkuDiperbarui 5 Juni 2026

Kapan tindakan ini dilakukan?

  • Pasangan dengan gangguan kesuburan (infertilitas) yang belum berhasil dengan cara lain
  • Saluran telur tersumbat atau rusak
  • Masalah sperma berat (jumlah, gerak, atau bentuk yang sangat terganggu)
  • Endometriosis yang mengganggu kesuburan
  • Gangguan ovulasi (sel telur sulit matang/dilepaskan)
  • Infertilitas yang tidak diketahui sebabnya

Persiapan sebelum prosedur

  1. 1Konsultasi dan pemeriksaan menyeluruh untuk kedua pasangan (hormon, kondisi rahim, dan analisis sperma)
  2. 2Diskusikan riwayat kesehatan serta semua obat dan suplemen yang dikonsumsi
  3. 3Mulai suntikan/obat hormon sesuai jadwal dokter untuk menstimulasi indung telur
  4. 4Siapkan kesiapan fisik, mental, dan finansial karena program ini panjang dan menuntut
  5. 5Jaga pola hidup sehat: gizi seimbang, tidur cukup, serta hentikan rokok dan alkohol

Langkah prosedur

  1. 1Stimulasi indung telur dengan obat hormon agar beberapa sel telur matang bersamaan
  2. 2Pemantauan lewat USG dan pemeriksaan hormon untuk menilai perkembangan sel telur
  3. 3Pengambilan sel telur (OPU / ovum pick-up) melalui tindakan kecil dengan bantuan USG
  4. 4Pengambilan dan penyiapan sperma di hari yang sama
  5. 5Pembuahan sel telur oleh sperma di laboratorium, lalu embrio dibesarkan beberapa hari
  6. 6Transfer embrio yang terpilih ke dalam rahim melalui kateter halus
  7. 7Pemeriksaan kehamilan sekitar 2 minggu kemudian lewat tes darah/urine

Pemulihan

Bisa beraktivitas ringan dalam 1-2 hari setelah pengambilan sel telur; tunggu hasil tes kehamilan sekitar 2 minggu setelah transfer. Tingkat keberhasilan tidak 100% dan cenderung menurun seiring bertambahnya usia, sehingga kadang perlu lebih dari satu siklus.

Risiko & Komplikasi

  • Sindrom hiperstimulasi ovarium (OHSS) akibat respons berlebih terhadap obat hormon
  • Kehamilan kembar bila lebih dari satu embrio berkembang, yang menambah risiko bagi ibu dan bayi
  • Stres emosional dan kelelahan karena prosesnya panjang serta hasil yang belum pasti
  • Kehamilan di luar rahim (ektopik), meski jarang terjadi
  • Rasa tidak nyaman, kembung, atau perdarahan ringan setelah tindakan

Estimasi Biaya

BPJS Kesehatan tidak menanggung

BPJS: umumnya belum ditanggung. Biaya mandiri relatif mahal, berkisar puluhan hingga ratusan juta rupiah per siklus.

Biaya sangat bervariasi tergantung klinik, jenis obat hormon, dan jumlah siklus yang dibutuhkan. Pastikan rincian biaya sejak awal.

💡 Belum siap secara finansial untuk biaya tindakan ini? Pelajari opsi cicilan medis + dana kesehatan di panduankeuangan.id

Proteksi Kesehatan

Lindungi Keluarga dari Biaya Rumah Sakit yang Tinggi

Asuransi kesehatan Allianz dengan sistem cashless di rumah sakit rekanan Allianz. Konsultasikan kebutuhan keluarga Anda dengan agen tersertifikasi, gratis, tanpa kewajiban beli.

✓ Cashless di RS rekanan✓ Klaim cepat✓ Konsultasi gratis
Konsultasi Gratis

Referensi Medis

  1. 1. POGI - Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia
  2. 2. Kemenkes
  3. 3. WHO - Infertility

Disclaimer medis: Informasi tindakan medis ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan konsultasi langsung dengan dokter. Keputusan untuk menjalani tindakan harus berdasarkan diskusi mendalam dengan dokter spesialis yang menangani Anda.