Bedah Eksisi Kulit (Pengangkatan Lesi / Tahi Lalat)
Tindakan **memotong dan mengangkat lesi kulit** seperti tahi lalat mencurigakan, **kista**, lipoma, atau kutil besar dengan **bius lokal**, lalu luka **dijahit**.
Kapan tindakan ini dilakukan?
- Mengangkat tahi lalat yang mencurigakan atau berubah bentuk, warna, dan ukuran
- Mengangkat kista, lipoma, atau kutil yang besar dan mengganggu
- Mengangkat lesi yang dicurigai sebagai kanker kulit beserta sedikit jaringan sehat di sekitarnya bila perlu
- Mendapatkan jaringan untuk pemeriksaan laboratorium patologi guna memastikan jinak atau ganas
Persiapan sebelum prosedur
- 1Beri tahu dokter bila mengonsumsi obat pengencer darah (misalnya aspirin atau warfarin)
- 2Sampaikan riwayat alergi obat, terutama obat bius
- 3Umumnya tidak perlu puasa karena hanya menggunakan bius lokal
- 4Jaga area kulit tetap bersih sebelum tindakan
Langkah prosedur
- 1Area kulit dibersihkan lalu diberi bius lokal agar tidak terasa sakit
- 2Lesi dipotong dan diangkat dengan pisau bedah, kadang disertai sedikit jaringan sehat di sekitarnya bila dicurigai ganas
- 3Luka dirapikan lalu dijahit
- 4Jaringan yang diangkat sebaiknya dikirim ke laboratorium patologi untuk memastikan jinak atau ganas, terutama pada tahi lalat yang berubah atau dicurigai kanker
Pemulihan
Risiko & Komplikasi
- Perdarahan
- Infeksi pada luka
- Bekas luka atau parut
- Lesi dapat tumbuh kembali bila tidak terangkat tuntas
Estimasi Biaya
BPJS: ditanggung sesuai indikasi medis dengan rujukan. Swasta: Rp 500.000-3.000.000, belum termasuk biaya patologi.
Biaya dipengaruhi ukuran/letak lesi dan pemeriksaan patologi. Jangan mencungkil atau mengangkat tahi lalat sendiri karena berisiko infeksi dan menghilangkan kesempatan pemeriksaan kanker.
💡 Belum siap secara finansial untuk biaya tindakan ini? Pelajari opsi cicilan medis + dana kesehatan di panduankeuangan.id
Referensi Medis
Disclaimer medis: Informasi tindakan medis ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan konsultasi langsung dengan dokter. Keputusan untuk menjalani tindakan harus berdasarkan diskusi mendalam dengan dokter spesialis yang menangani Anda.