Lewati ke konten
Diagnostik & Imaging

Biopsi Endometrium (Sampel Lapisan Rahim)

Tindakan mengambil sedikit contoh jaringan dari **lapisan dalam rahim (endometrium)** untuk diperiksa di bawah mikroskop. Biasanya untuk mencari penyebab **perdarahan haid atau perdarahan rahim yang tidak normal** — masalah yang nyata dan pantas ditelusuri, bukan mengada-ada.

Durasi
Beberapa menit (biasanya sekitar 5–15 menit termasuk persiapan).
Pemulihan
Umumnya **langsung boleh pulang**. Kram ringan dan **bercak/perdarahan ringan** bisa muncul beberapa hari — gunakan pembalut, hindari tampon dan hubungan intim sesuai anjuran dokter. **Segera ke IGD** bila muncul tanda bahaya: **perdarahan sangat banyak sampai lemas/hampir pingsan**, **demam tinggi**, **nyeri perut hebat**, atau **keputihan berbau tidak sedap**. Hasil laboratorium biasanya keluar dalam **beberapa hari** dan akan **dibahas bersama dokter**.
BPJS
Ditanggung
Disusun Tim Redaksi SehatkuDiperbarui 5 Juni 2026

Kapan tindakan ini dilakukan?

  • Mencari penyebab perdarahan uterus abnormal, terutama perdarahan tidak normal pada usia perimenopause atau perdarahan setelah menopause
  • Menyingkirkan penebalan lapisan rahim berlebih (hiperplasia endometrium)
  • Membantu mendeteksi atau menyingkirkan kanker rahim (kanker endometrium) sedini mungkin
  • Menilai lapisan rahim pada kasus haid sangat banyak atau perdarahan di antara siklus yang belum jelas sebabnya

Persiapan sebelum prosedur

  1. 1Dipastikan tidak sedang hamil terlebih dahulu (tes kehamilan bila perlu), karena tindakan ini tidak dilakukan saat hamil
  2. 2Beri tahu dokter semua obat rutin, terutama obat pengencer darah, serta riwayat alergi
  3. 3Boleh minum obat pereda nyeri sekitar 30–60 menit sebelum tindakan bila dianjurkan dokter, untuk mengurangi kram
  4. 4Ceritakan bila ada infeksi atau keputihan tidak normal — kadang perlu ditangani lebih dulu

Langkah prosedur

  1. 1Anda berbaring seperti posisi pemeriksaan kandungan, dokter memasang spekulum untuk melihat leher rahim
  2. 2Alat berupa selang/kateter tipis dimasukkan lewat leher rahim (serviks) menuju rongga rahim, biasanya tanpa bius atau dengan bius lokal
  3. 3Sedikit jaringan endometrium diambil dengan sedotan halus — saat inilah terasa kram seperti nyeri haid
  4. 4Sampel dikirim ke laboratorium patologi untuk diperiksa di bawah mikroskop; tindakan di poliklinik ini hanya berlangsung beberapa menit

Pemulihan

Umumnya langsung boleh pulang. Kram ringan dan bercak/perdarahan ringan bisa muncul beberapa hari — gunakan pembalut, hindari tampon dan hubungan intim sesuai anjuran dokter. Segera ke IGD bila muncul tanda bahaya: perdarahan sangat banyak sampai lemas/hampir pingsan, demam tinggi, nyeri perut hebat, atau keputihan berbau tidak sedap. Hasil laboratorium biasanya keluar dalam beberapa hari dan akan dibahas bersama dokter.

Risiko & Komplikasi

  • Kram seperti nyeri haid saat dan sesudah tindakan
  • Bercak atau perdarahan ringan beberapa hari
  • Rasa pusing atau ingin pingsan sesaat pada sebagian orang
  • Jarang: infeksi
  • Sangat jarang: cedera/perlukaan dinding rahim

Estimasi Biaya

BPJS Kesehatan menanggung

BPJS: ditanggung bila ada indikasi medis & rujukan berjenjang yang sesuai. Swasta: kisaran Rp 500.000–2.500.000, belum termasuk biaya pemeriksaan laboratorium patologi.

Biaya bervariasi antar rumah sakit dan tergantung pemeriksaan patologi. Obat hormon/progestin (bila kelak diresepkan) hanya boleh dengan resep dokter — jangan beli atau pakai sendiri.

💡 Belum siap secara finansial untuk biaya tindakan ini? Pelajari opsi cicilan medis + dana kesehatan di panduankeuangan.id

Proteksi Kesehatan

Lindungi Keluarga dari Biaya Rumah Sakit yang Tinggi

Asuransi kesehatan Allianz dengan sistem cashless di rumah sakit rekanan Allianz. Konsultasikan kebutuhan keluarga Anda dengan agen tersertifikasi, gratis, tanpa kewajiban beli.

✓ Cashless di RS rekanan✓ Klaim cepat✓ Konsultasi gratis
Konsultasi Gratis

Referensi Medis

  1. 1. Kemenkes RI
  2. 2. P2PTM Kemenkes (Kanker pada Perempuan)
  3. 3. WHO

Disclaimer medis: Informasi tindakan medis ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan konsultasi langsung dengan dokter. Keputusan untuk menjalani tindakan harus berdasarkan diskusi mendalam dengan dokter spesialis yang menangani Anda.