Biopsi & Aspirasi Sumsum Tulang
Tindakan **mengambil contoh sumsum tulang** (tempat sel darah diproduksi) untuk diperiksa di bawah mikroskop. Menjadi **pemeriksaan kunci** untuk mendiagnosis dan memantau **kanker darah** seperti leukemia dan limfoma.
Kapan tindakan ini dilakukan?
- Mendiagnosis dan memantau kanker darah seperti leukemia dan limfoma
- Mencari penyebab anemia berat yang tidak jelas penyebabnya
- Menyelidiki gangguan trombosit dan kelainan sel darah lain
- Memantau respons pengobatan pada penyakit darah yang sudah terdiagnosis
Persiapan sebelum prosedur
- 1Beri tahu dokter semua obat rutin, terutama pengencer darah (misalnya warfarin atau aspirin)
- 2Sampaikan jika ada alergi obat bius atau riwayat mudah berdarah
- 3Umumnya tidak perlu puasa, tetapi ikuti arahan tim medis yang merawat
- 4Bila perlu, mintalah pendamping untuk menemani pulang
Langkah prosedur
- 1Pasien berbaring miring atau telungkup, area tulang panggul belakang (krista iliaka) dibersihkan
- 2Diberikan bius lokal untuk membuat kulit dan jaringan di bawahnya mati rasa
- 3Dengan jarum khusus dilakukan aspirasi (menyedot cairan sumsum) — terasa tekanan dan nyeri sesaat
- 4Dilanjutkan biopsi, yaitu mengambil inti jaringan kecil sumsum tulang
- 5Jarum dilepas, area ditekan, lalu ditutup perban; contoh dikirim ke laboratorium
Pemulihan
Risiko & Komplikasi
- Nyeri atau memar ringan di lokasi tindakan
- Perdarahan ringan di area tusukan
- Jarang terjadi infeksi
Estimasi Biaya
BPJS: ditanggung dengan indikasi medis & rujukan yang sesuai prosedur. Swasta: kisaran Rp 1.000.000-5.000.000.
Sangat bergantung pada rumah sakit, jenis pemeriksaan laboratorium lanjutan, dan kondisi pasien. Konfirmasikan biaya pasti ke fasilitas kesehatan.
💡 Belum siap secara finansial untuk biaya tindakan ini? Pelajari opsi cicilan medis + dana kesehatan di panduankeuangan.id
Referensi Medis
Disclaimer medis: Informasi tindakan medis ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan konsultasi langsung dengan dokter. Keputusan untuk menjalani tindakan harus berdasarkan diskusi mendalam dengan dokter spesialis yang menangani Anda.