Bronkoskopi (Endoskopi Saluran Napas)
Pemeriksaan saluran napas (laring, trakea, bronkus) dengan bronkoskop fleksibel berkamera. Untuk diagnosis tumor paru, infeksi resistan, TB resistan obat, dan terapi: ambil benda asing, biopsi, bilas bronkial (BAL), dan kontrol perdarahan. Standar emas untuk lesi sentral paru.
Kapan tindakan ini dilakukan?
- Suspek kanker paru — biopsi lesi sentral di trakeobronkial (gold standard)
- Diagnosis tuberkulosis paru pada pasien BTA sputum negatif tapi gambaran radiologi positif
- Investigasi pneumonia berulang atau non-resolving setelah antibiotik adekuat
- Hemoptisis (batuk darah) signifikan atau massif — cari sumber + tindakan kontrol
- Atelektasis (kollaps paru) yang tidak jelas penyebabnya
- Massa paru pada CT scan yang perlu konfirmasi histopatologi
- Tracheal stenosis atau kompresi bronkus (suspek tumor mediastinum)
- Pengambilan benda asing tertelan ke saluran napas (terutama anak kecil)
- Bronchoalveolar lavage (BAL) untuk diagnosis infeksi oportunistik pada immunocompromised (HIV, post-transplant, leukemia)
- Suspek pneumonitis interstisial atau ILD — transbronchial biopsy
- Evaluasi pre-operasi paru — eksplorasi bronkus + biopsi sebelum lobektomi
- Suspek sarkoidosis atau limfoma mediastinum (EBUS-TBNA biopsi kelenjar)
- Pasca aspirasi besar — toilet bronkial + ekstraksi material aspirate
- Tracheostomy difficult — guidance endoskopi
- Kontrol perdarahan saluran napas (cauterization, balloon tamponade)
- Pemasangan stent endobronkial untuk tumor obstruktif
Persiapan sebelum prosedur
- 1PUASA TOTAL 6-8 jam sebelum prosedur (sama seperti operasi)
- 2Hentikan pengencer darah (warfarin, clopidogrel, DOAC) 5-7 hari sebelum (jika ada biopsi)
- 3Aspirin dosis rendah kasus-kasus — diskusikan dengan dokter
- 4Cek lab: darah lengkap, PT/INR/APTT, fungsi ginjal, golongan darah
- 5EKG dan rontgen toraks terbaru wajib (1-3 hari sebelum)
- 6Spirometri (tes fungsi paru) untuk evaluasi risiko jika dispnea berat
- 7Saturasi O2 baseline — sebagai patokan selama prosedur
- 8Antibiotik profilaksis tidak rutin diberikan
- 9Bronkodilator (salbutamol nebulisasi) jika ada riwayat asma/PPOK
- 10Lepas gigi palsu, kacamata, anting, lensa kontak
- 11Pasang IV line untuk sedasi dan obat darurat
- 12Bawa pendamping karena akan diberi sedasi (tidak boleh nyetir 12-24 jam)
- 13Tanda tangan informed consent — risiko perdarahan, pneumotoraks, infeksi
- 14Beritahu dokter alergi obat (anestesi lokal lidokain, antibiotik)
- 15Untuk anak: konsultasi anestesi pediatrik — sedasi/anestesi umum
Langkah prosedur
- 1Pasien berbaring telentang atau setengah duduk di meja prosedur
- 2Monitor vital sign: EKG, tekanan darah, saturasi O2, kapnografi
- 3Pemberian O2 nasal kanul atau masker selama prosedur
- 4Anestesi topikal: semprot lidokain 2-4% ke faring + nebulisasi lidokain
- 5Sedasi sadar IV: midazolam 1-3 mg + fentanyl 25-50 mcg atau propofol
- 6Bronkoskop fleksibel (diameter 4-6 mm dewasa, 2.8-3.5 mm anak) dimasukkan melalui hidung atau mulut
- 7Inspeksi sistematik: laring → trakea → karina → bronkus utama kanan + kiri → bronkus lobaris + segmental
- 8Identifikasi lesi, area perdarahan, atau abnormalitas mukosa
- 9Tindakan diagnostik sesuai indikasi:
- 10 - Bronchial washing: cairan saline disuntik dan diaspirasi untuk sitologi/mikrobiologi
- 11 - Bronchoalveolar lavage (BAL): cairan saline 100-200 ml ke segmen paru
- 12 - Forceps biopsy: ambil jaringan mukosa untuk histopatologi
- 13 - Transbronchial biopsy (TBB): biopsi jaringan paru perifer (risiko pneumotoraks)
- 14 - TBNA (Transbronchial Needle Aspiration) atau EBUS-TBNA: biopsi kelenjar mediastinum
- 15 - Brushing: sikat untuk sitologi
- 16Tindakan terapeutik bila perlu: ekstraksi benda asing, kauterisasi, balloon dilatation, stent
- 17Bronkoskop ditarik perlahan setelah selesai
- 18Pasien diobservasi 2-4 jam pasca-sedasi sebelum boleh pulang
Pemulihan
Risiko & Komplikasi
- Sangat aman dengan operator terlatih — mortalitas <0.04%
- Tenggorokan sakit/serak 1-3 hari (umum)
- Demam ringan post-prosedur (10-15% — atelectasis transien atau bacteremia minor)
- Perdarahan: ringan post-biopsi (sering, biasanya berhenti sendiri); berat <1%
- Pneumotoraks: 1-5% pada transbronchial biopsy, <0.1% bronkoskopi rutin
- Bronkospasme — risiko lebih tinggi pada asma/PPOK; cegah dengan bronkodilator pre-prosedur
- Depresi napas akibat sedasi — perlu monitoring + naloxone/flumazenil siap
- Hipoksemia transien selama prosedur — dicegah dengan O2 suplemen
- Aritmia (terutama bradikardia akibat refleks vagal)
- Infeksi (sangat jarang dengan sterilisasi alat baik)
- Reaksi alergi anestesi lokal lidokain (sangat jarang)
- Perforasi trakea/bronkus (sangat jarang, <0.01%)
- Aspirasi cairan ke paru (dicegah dengan puasa adekuat)
Estimasi Biaya
BPJS: cover 100% dengan rujukan dari Sp.P (pulmonologis) atau Sp.PD-Kp ke RS tipe A/B dengan fasilitas bronkoskopi. RS swasta self-pay: bronkoskopi diagnostik tanpa biopsi Rp 3-5 juta. Dengan biopsi + brushing + washing: Rp 5-8 juta. BAL: tambahan Rp 1-2 juta. EBUS-TBNA: Rp 8-15 juta. Terapeutik (ekstraksi benda asing, stenting): Rp 10-25 juta. Biaya patologi: Rp 500rb-2 juta per spesimen. Biaya mikrobiologi BAL: Rp 500rb-1.5 juta.
Wajib rujukan dari Sp.P atau Sp.PD-Kp untuk BPJS. Antrian BPJS dapat 2-6 minggu tergantung RS. Lakukan di RS dengan operator berpengalaman + fasilitas siaga (anestesi, ICU). EBUS-TBNA terbatas di RS pusat (Jakarta, Surabaya, Medan, Yogyakarta). Tanyakan pengalaman operator: idealnya >100 kasus/tahun untuk komplikasi rendah.
💡 Belum siap secara finansial untuk biaya tindakan ini? Pelajari opsi cicilan medis + dana kesehatan di panduankeuangan.id
Lindungi Keluarga dari Biaya Rumah Sakit yang Tinggi
Asuransi kesehatan Allianz dengan sistem cashless di rumah sakit rekanan Allianz. Konsultasikan kebutuhan keluarga Anda dengan agen tersertifikasi, gratis, tanpa kewajiban beli.
Referensi Medis
Disclaimer medis: Informasi tindakan medis ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan konsultasi langsung dengan dokter. Keputusan untuk menjalani tindakan harus berdasarkan diskusi mendalam dengan dokter spesialis yang menangani Anda.