Lewati ke konten
Endoskopi

Bronkoskopi (Endoskopi Saluran Napas)

Pemeriksaan saluran napas (laring, trakea, bronkus) dengan bronkoskop fleksibel berkamera. Untuk diagnosis tumor paru, infeksi resistan, TB resistan obat, dan terapi: ambil benda asing, biopsi, bilas bronkial (BAL), dan kontrol perdarahan. Standar emas untuk lesi sentral paru.

Durasi
Diagnostik flexible bronchoscopy: 20-40 menit. Dengan biopsi/BAL: 30-60 menit. EBUS-TBNA: 60-90 menit. Terapeutik (stenting, ekstraksi): 60-120 menit. Total dengan persiapan + observasi pasca: 4-6 jam.
Pemulihan
Observasi pasca-sedasi 2-4 jam di ruang pemulihan. Pulang hari yang sama jika kondisi stabil dan tidak ada komplikasi. Tenggorokan terasa kering/serak 1-2 hari (normal). Boleh makan/minum 2 jam setelah refleks menelan kembali normal. Tidak boleh nyetir, kerja berat, atau ambil keputusan penting 12-24 jam. Hasil biopsi keluar 5-14 hari kerja (PA + IHC). Hasil mikrobiologi BAL: 1-7 hari (kultur).
BPJS
Ditanggung
Disusun Tim Redaksi SehatkuDiperbarui 27 Mei 2026

Kapan tindakan ini dilakukan?

  • Suspek kanker paru — biopsi lesi sentral di trakeobronkial (gold standard)
  • Diagnosis tuberkulosis paru pada pasien BTA sputum negatif tapi gambaran radiologi positif
  • Investigasi pneumonia berulang atau non-resolving setelah antibiotik adekuat
  • Hemoptisis (batuk darah) signifikan atau massif — cari sumber + tindakan kontrol
  • Atelektasis (kollaps paru) yang tidak jelas penyebabnya
  • Massa paru pada CT scan yang perlu konfirmasi histopatologi
  • Tracheal stenosis atau kompresi bronkus (suspek tumor mediastinum)
  • Pengambilan benda asing tertelan ke saluran napas (terutama anak kecil)
  • Bronchoalveolar lavage (BAL) untuk diagnosis infeksi oportunistik pada immunocompromised (HIV, post-transplant, leukemia)
  • Suspek pneumonitis interstisial atau ILD — transbronchial biopsy
  • Evaluasi pre-operasi paru — eksplorasi bronkus + biopsi sebelum lobektomi
  • Suspek sarkoidosis atau limfoma mediastinum (EBUS-TBNA biopsi kelenjar)
  • Pasca aspirasi besar — toilet bronkial + ekstraksi material aspirate
  • Tracheostomy difficult — guidance endoskopi
  • Kontrol perdarahan saluran napas (cauterization, balloon tamponade)
  • Pemasangan stent endobronkial untuk tumor obstruktif

Persiapan sebelum prosedur

  1. 1PUASA TOTAL 6-8 jam sebelum prosedur (sama seperti operasi)
  2. 2Hentikan pengencer darah (warfarin, clopidogrel, DOAC) 5-7 hari sebelum (jika ada biopsi)
  3. 3Aspirin dosis rendah kasus-kasus — diskusikan dengan dokter
  4. 4Cek lab: darah lengkap, PT/INR/APTT, fungsi ginjal, golongan darah
  5. 5EKG dan rontgen toraks terbaru wajib (1-3 hari sebelum)
  6. 6Spirometri (tes fungsi paru) untuk evaluasi risiko jika dispnea berat
  7. 7Saturasi O2 baseline — sebagai patokan selama prosedur
  8. 8Antibiotik profilaksis tidak rutin diberikan
  9. 9Bronkodilator (salbutamol nebulisasi) jika ada riwayat asma/PPOK
  10. 10Lepas gigi palsu, kacamata, anting, lensa kontak
  11. 11Pasang IV line untuk sedasi dan obat darurat
  12. 12Bawa pendamping karena akan diberi sedasi (tidak boleh nyetir 12-24 jam)
  13. 13Tanda tangan informed consent — risiko perdarahan, pneumotoraks, infeksi
  14. 14Beritahu dokter alergi obat (anestesi lokal lidokain, antibiotik)
  15. 15Untuk anak: konsultasi anestesi pediatrik — sedasi/anestesi umum

Langkah prosedur

  1. 1Pasien berbaring telentang atau setengah duduk di meja prosedur
  2. 2Monitor vital sign: EKG, tekanan darah, saturasi O2, kapnografi
  3. 3Pemberian O2 nasal kanul atau masker selama prosedur
  4. 4Anestesi topikal: semprot lidokain 2-4% ke faring + nebulisasi lidokain
  5. 5Sedasi sadar IV: midazolam 1-3 mg + fentanyl 25-50 mcg atau propofol
  6. 6Bronkoskop fleksibel (diameter 4-6 mm dewasa, 2.8-3.5 mm anak) dimasukkan melalui hidung atau mulut
  7. 7Inspeksi sistematik: laring → trakea → karina → bronkus utama kanan + kiri → bronkus lobaris + segmental
  8. 8Identifikasi lesi, area perdarahan, atau abnormalitas mukosa
  9. 9Tindakan diagnostik sesuai indikasi:
  10. 10 - Bronchial washing: cairan saline disuntik dan diaspirasi untuk sitologi/mikrobiologi
  11. 11 - Bronchoalveolar lavage (BAL): cairan saline 100-200 ml ke segmen paru
  12. 12 - Forceps biopsy: ambil jaringan mukosa untuk histopatologi
  13. 13 - Transbronchial biopsy (TBB): biopsi jaringan paru perifer (risiko pneumotoraks)
  14. 14 - TBNA (Transbronchial Needle Aspiration) atau EBUS-TBNA: biopsi kelenjar mediastinum
  15. 15 - Brushing: sikat untuk sitologi
  16. 16Tindakan terapeutik bila perlu: ekstraksi benda asing, kauterisasi, balloon dilatation, stent
  17. 17Bronkoskop ditarik perlahan setelah selesai
  18. 18Pasien diobservasi 2-4 jam pasca-sedasi sebelum boleh pulang

Pemulihan

Observasi pasca-sedasi 2-4 jam di ruang pemulihan. Pulang hari yang sama jika kondisi stabil dan tidak ada komplikasi. Tenggorokan terasa kering/serak 1-2 hari (normal). Boleh makan/minum 2 jam setelah refleks menelan kembali normal. Tidak boleh nyetir, kerja berat, atau ambil keputusan penting 12-24 jam. Hasil biopsi keluar 5-14 hari kerja (PA + IHC). Hasil mikrobiologi BAL: 1-7 hari (kultur).

Risiko & Komplikasi

  • Sangat aman dengan operator terlatih — mortalitas <0.04%
  • Tenggorokan sakit/serak 1-3 hari (umum)
  • Demam ringan post-prosedur (10-15% — atelectasis transien atau bacteremia minor)
  • Perdarahan: ringan post-biopsi (sering, biasanya berhenti sendiri); berat <1%
  • Pneumotoraks: 1-5% pada transbronchial biopsy, <0.1% bronkoskopi rutin
  • Bronkospasme — risiko lebih tinggi pada asma/PPOK; cegah dengan bronkodilator pre-prosedur
  • Depresi napas akibat sedasi — perlu monitoring + naloxone/flumazenil siap
  • Hipoksemia transien selama prosedur — dicegah dengan O2 suplemen
  • Aritmia (terutama bradikardia akibat refleks vagal)
  • Infeksi (sangat jarang dengan sterilisasi alat baik)
  • Reaksi alergi anestesi lokal lidokain (sangat jarang)
  • Perforasi trakea/bronkus (sangat jarang, <0.01%)
  • Aspirasi cairan ke paru (dicegah dengan puasa adekuat)

Estimasi Biaya

BPJS Kesehatan menanggung

BPJS: cover 100% dengan rujukan dari Sp.P (pulmonologis) atau Sp.PD-Kp ke RS tipe A/B dengan fasilitas bronkoskopi. RS swasta self-pay: bronkoskopi diagnostik tanpa biopsi Rp 3-5 juta. Dengan biopsi + brushing + washing: Rp 5-8 juta. BAL: tambahan Rp 1-2 juta. EBUS-TBNA: Rp 8-15 juta. Terapeutik (ekstraksi benda asing, stenting): Rp 10-25 juta. Biaya patologi: Rp 500rb-2 juta per spesimen. Biaya mikrobiologi BAL: Rp 500rb-1.5 juta.

Wajib rujukan dari Sp.P atau Sp.PD-Kp untuk BPJS. Antrian BPJS dapat 2-6 minggu tergantung RS. Lakukan di RS dengan operator berpengalaman + fasilitas siaga (anestesi, ICU). EBUS-TBNA terbatas di RS pusat (Jakarta, Surabaya, Medan, Yogyakarta). Tanyakan pengalaman operator: idealnya >100 kasus/tahun untuk komplikasi rendah.

💡 Belum siap secara finansial untuk biaya tindakan ini? Pelajari opsi cicilan medis + dana kesehatan di panduankeuangan.id

Proteksi Kesehatan

Lindungi Keluarga dari Biaya Rumah Sakit yang Tinggi

Asuransi kesehatan Allianz dengan sistem cashless di rumah sakit rekanan Allianz. Konsultasikan kebutuhan keluarga Anda dengan agen tersertifikasi, gratis, tanpa kewajiban beli.

✓ Cashless di RS rekanan✓ Klaim cepat✓ Konsultasi gratis
Konsultasi Gratis

Referensi Medis

  1. 1. PDPI - Perhimpunan Dokter Paru Indonesia
  2. 2. ATS - American Thoracic Society Bronchoscopy Guidelines
  3. 3. BTS - British Thoracic Society Bronchoscopy Guidelines
  4. 4. Kemenkes RI - Pedoman TB Resistan Obat

Disclaimer medis: Informasi tindakan medis ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan konsultasi langsung dengan dokter. Keputusan untuk menjalani tindakan harus berdasarkan diskusi mendalam dengan dokter spesialis yang menangani Anda.