CT Scan Kepala
Pemeriksaan **pencitraan dengan sinar-X** yang menghasilkan **gambar potongan melintang otak dan tulang kepala**, sangat berguna pada **keadaan darurat**.
Kapan tindakan ini dilakukan?
- Dugaan stroke — terutama untuk membedakan stroke perdarahan dari sumbatan, yang menentukan jenis pengobatan
- Cedera kepala/trauma dan dugaan perdarahan otak
- Dugaan tumor otak atau sakit kepala dengan tanda bahaya
Persiapan sebelum prosedur
- 1Persiapan minimal, biasanya tidak perlu puasa kecuali memakai zat kontras
- 2Lepaskan benda logam di area kepala (kacamata, anting, jepit rambut, gigi palsu lepasan)
- 3Beri tahu petugas bila ada riwayat alergi kontras atau gangguan ginjal, dan bila sedang atau mungkin hamil
Langkah prosedur
- 1Anda berbaring di meja yang bergerak masuk ke mesin pemindai berbentuk cincin
- 2Mesin mengambil banyak gambar potongan melintang kepala dengan sinar-X
- 3Bila perlu, zat kontras disuntikkan melalui pembuluh darah untuk memperjelas pembuluh atau jaringan
- 4Anda diminta diam dan tidak bergerak agar gambar tajam
Pemulihan
Risiko & Komplikasi
- Paparan radiasi dalam dosis terukur (manfaat melebihi risiko bila ada indikasi medis)
- Pada ibu hamil dipertimbangkan secara khusus untuk melindungi janin
- Reaksi alergi zat kontras (jarang) dan beban pada ginjal bila fungsi ginjal terganggu
Estimasi Biaya
BPJS: ditanggung sesuai indikasi medis dan rujukan. Swasta: Rp 1.000.000-3.500.000 (tanpa kontras), lebih tinggi bila dengan kontras.
Penggunaan zat kontras dan kelas fasilitas memengaruhi biaya.
💡 Belum siap secara finansial untuk biaya tindakan ini? Pelajari opsi cicilan medis + dana kesehatan di panduankeuangan.id
Lindungi Keluarga dari Biaya Rumah Sakit yang Tinggi
Asuransi kesehatan Allianz dengan sistem cashless di rumah sakit rekanan Allianz. Konsultasikan kebutuhan keluarga Anda dengan agen tersertifikasi, gratis, tanpa kewajiban beli.
Referensi Medis
- 1. Kemenkes
- 2. PERDOSSI
- 3. WHO - Radiation
Disclaimer medis: Informasi tindakan medis ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan konsultasi langsung dengan dokter. Keputusan untuk menjalani tindakan harus berdasarkan diskusi mendalam dengan dokter spesialis yang menangani Anda.