Diagnostik & Imaging
Densitometri Tulang (BMD / DEXA Scan)
Pemeriksaan untuk mengukur **kepadatan tulang** guna mendeteksi **osteoporosis dan osteopenia** serta menilai **risiko patah tulang**.
Durasi
Sekitar **10-20 menit**.
Pemulihan
Tidak ada masa pemulihan. Pasien bisa **langsung beraktivitas** seperti biasa.
BPJS
Tidak ditanggung
Disusun Tim Redaksi SehatkuDiperbarui 5 Juni 2026
Kapan tindakan ini dilakukan?
- Mendeteksi osteoporosis dan osteopenia sebelum terjadi patah tulang
- Menilai risiko patah tulang di masa depan
- Skrining untuk wanita pasca-menopause dan lansia
- Pemantauan pengguna steroid (kortikosteroid) jangka panjang
- Evaluasi pada orang yang pernah patah tulang akibat benturan ringan
Persiapan sebelum prosedur
- 1Tidak perlu puasa
- 2Hindari suplemen kalsium pada hari pemeriksaan
- 3Lepaskan benda logam (perhiasan, ikat pinggang, kancing logam)
- 4Beri tahu petugas bila baru menjalani pemeriksaan dengan zat kontras atau sedang/mungkin hamil
Langkah prosedur
- 1Pasien berbaring di meja pemeriksaan dengan pakaian longgar tanpa logam
- 2Alat DEXA (dual-energy X-ray) memindai area pinggul dan tulang belakang
- 3Pemindaian berlangsung tanpa rasa sakit, pasien hanya perlu diam
- 4Hasil dihitung sebagai skor kepadatan tulang (T-score)
Pemulihan
Tidak ada masa pemulihan. Pasien bisa langsung beraktivitas seperti biasa.
Risiko & Komplikasi
- Paparan radiasi sangat rendah, jauh lebih kecil dari foto rontgen biasa
- Umumnya aman dan tidak menimbulkan efek samping
- Tidak dianjurkan saat hamil kecuali sangat diperlukan
Estimasi Biaya
BPJS Kesehatan tidak menanggung
Swasta: bervariasi, sekitar Rp 200.000 hingga jutaan rupiah tergantung area yang dipindai dan fasilitas.
Biaya berbeda antar rumah sakit; konfirmasikan ke fasilitas kesehatan terkait.
💡 Belum siap secara finansial untuk biaya tindakan ini? Pelajari opsi cicilan medis + dana kesehatan di panduankeuangan.id
Referensi Medis
Disclaimer medis: Informasi tindakan medis ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan konsultasi langsung dengan dokter. Keputusan untuk menjalani tindakan harus berdasarkan diskusi mendalam dengan dokter spesialis yang menangani Anda.