Lewati ke konten
Terapi

Dialisis Peritoneal (CAPD)

Metode **cuci darah yang memakai selaput rongga perut (peritoneum) sebagai penyaring alami**, sebagai alternatif hemodialisis. Untuk penderita **gagal ginjal kronis tahap akhir** dan dapat dilakukan mandiri di rumah.

Durasi
Setiap pergantian cairan **sekitar 30-40 menit**, dilakukan beberapa kali sehari. APD berjalan otomatis sepanjang malam saat tidur.
Pemulihan
Terapi berlangsung **seumur hidup atau sampai transplantasi ginjal**. Setelah terlatih, pasien dapat **beraktivitas normal** di antara waktu pergantian cairan. Patuhi jadwal dan **kebersihan teknik steril** setiap kali tindakan.
BPJS
Ditanggung
Disusun Tim Redaksi SehatkuDiperbarui 5 Juni 2026

Kapan tindakan ini dilakukan?

  • Gagal ginjal kronis tahap akhir yang memerlukan terapi pengganti ginjal
  • Membuang limbah dan kelebihan cairan yang tidak lagi bisa disaring ginjal
  • Sebagai alternatif hemodialisis (cuci darah lewat mesin) bagi pasien yang menginginkan terapi lebih fleksibel
  • Cocok bagi pasien yang ingin menjalani terapi secara mandiri di rumah tanpa bolak-balik ke rumah sakit

Persiapan sebelum prosedur

  1. 1Pemasangan kateter permanen di perut melalui prosedur bedah kecil
  2. 2Menunggu masa penyembuhan kateter sebelum terapi rutin dimulai
  3. 3Pelatihan teknik steril untuk pasien dan keluarga agar mampu melakukan tindakan mandiri di rumah
  4. 4Diskusi bersama dokter mengenai pilihan CAPD vs hemodialisis sesuai kondisi dan gaya hidup

Langkah prosedur

  1. 1Cairan khusus (dialisat) dimasukkan ke rongga perut lewat kateter
  2. 2Dialisat dibiarkan beberapa jam agar menyerap limbah dan kelebihan cairan melalui selaput peritoneum
  3. 3Cairan yang sudah penuh limbah dikeluarkan dan diganti dengan cairan baru
  4. 4Pada CAPD, pergantian dilakukan manual beberapa kali sehari; pada APD, dibantu mesin saat tidur di malam hari
  5. 5Seluruh tindakan dilakukan dengan teknik steril untuk mencegah infeksi

Pemulihan

Terapi berlangsung seumur hidup atau sampai transplantasi ginjal. Setelah terlatih, pasien dapat beraktivitas normal di antara waktu pergantian cairan. Patuhi jadwal dan kebersihan teknik steril setiap kali tindakan.

Risiko & Komplikasi

  • Peritonitis (infeksi rongga perut) sebagai risiko utama bila teknik steril tidak dijaga
  • Masalah pada kateter seperti infeksi area keluar kateter, sumbatan, atau pergeseran
  • Kebocoran cairan atau rasa penuh dan tidak nyaman di perut
  • Gangguan keseimbangan cairan bila pergantian tidak sesuai anjuran

Estimasi Biaya

BPJS Kesehatan menanggung

BPJS: ditanggung sesuai ketentuan untuk penderita gagal ginjal yang memenuhi indikasi medis, termasuk cairan dialisat dan tindakan rutin.

Pilihan CAPD vs hemodialisis serta cakupan rinci sebaiknya dikonfirmasi ke dokter dan fasilitas kesehatan rujukan.

💡 Belum siap secara finansial untuk biaya tindakan ini? Pelajari opsi cicilan medis + dana kesehatan di panduankeuangan.id

Proteksi Kesehatan

Lindungi Keluarga dari Biaya Rumah Sakit yang Tinggi

Asuransi kesehatan Allianz cashless di 1500+ rumah sakit Indonesia. Konsultasikan kebutuhan keluarga Anda dengan agen tersertifikasi, gratis, tanpa kewajiban beli.

✓ Cashless 1500+ RS✓ Klaim cepat✓ Konsultasi gratis
Konsultasi Gratis

Referensi Medis

  1. 1. PERNEFRI - Perhimpunan Nefrologi Indonesia
  2. 2. Kemenkes - Kementerian Kesehatan RI
  3. 3. PAPDI - Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia

Disclaimer medis: Informasi tindakan medis ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan konsultasi langsung dengan dokter. Keputusan untuk menjalani tindakan harus berdasarkan diskusi mendalam dengan dokter spesialis yang menangani Anda.