Elektrokauter (Bedah Listrik / Kauter)
Tindakan medis yang memakai **arus listrik untuk memanaskan ujung alat**, lalu **membakar dan mengangkat jaringan kecil** sekaligus **menghentikan perdarahan**. Umum dipakai untuk **kutil, skin tag, dan tahi lalat kecil**.
Kapan tindakan ini dilakukan?
- Mengangkat kutil (veruka) yang tumbuh di kulit
- Membuang skin tag (daging tumbuh) yang mengganggu atau sering tergesek
- Mengangkat tahi lalat kecil dan lesi kulit kecil lain yang jinak
- Menghentikan perdarahan dari pembuluh darah kecil saat tindakan
Persiapan sebelum prosedur
- 1Biasanya tidak perlu puasa untuk lesi kulit kecil
- 2Beri tahu dokter bila Anda memakai obat pengencer darah, punya alat pacu jantung, atau implan logam
- 3Sampaikan riwayat alergi obat bius atau kecenderungan bekas luka menonjol (keloid)
- 4Untuk lesi yang mencurigakan, dokter mungkin memilih eksisi disertai pemeriksaan patologi lebih dulu agar jaringan bisa diperiksa sebelum diputuskan dikauter
Langkah prosedur
- 1Area dibersihkan dan diberi bius lokal agar tidak terasa nyeri
- 2Ujung alat yang dialiri arus listrik dan panas ditempelkan ke lesi untuk membakar serta mengangkat jaringan
- 3Panas sekaligus menutup pembuluh darah kecil sehingga perdarahan berhenti
- 4Tindakan biasanya tanpa jahitan; area lalu ditutup dan terbentuk keropeng yang akan lepas sendiri dalam 1-2 minggu
Pemulihan
Risiko & Komplikasi
- Nyeri ringan atau perih sementara setelah bius habis
- Perubahan warna kulit (lebih gelap atau lebih terang) atau bekas di area tindakan
- Infeksi bila area tidak dirawat bersih
- Jarang, terbentuk jaringan parut, terutama pada yang berbakat keloid
Estimasi Biaya
BPJS: dapat ditanggung bila ada indikasi medis sesuai prosedur rujukan. Swasta: sekitar Rp 150.000-1.000.000 per lesi.
Biaya dipengaruhi jumlah serta ukuran lesi, dan ada/tidaknya pemeriksaan patologi.
💡 Belum siap secara finansial untuk biaya tindakan ini? Pelajari opsi cicilan medis + dana kesehatan di panduankeuangan.id
Referensi Medis
Disclaimer medis: Informasi tindakan medis ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan konsultasi langsung dengan dokter. Keputusan untuk menjalani tindakan harus berdasarkan diskusi mendalam dengan dokter spesialis yang menangani Anda.