Endoskopi (EGD / Gastroskopi)
Pemeriksaan saluran cerna atas (kerongkongan, lambung, duodenum) dengan kamera fleksibel. Bisa untuk diagnostik dan terapeutik.
Kapan tindakan ini dilakukan?
- Sakit perut atas atau mual berulang
- Sulit menelan (disfagia)
- Muntah darah atau BAB hitam
- Curiga tukak lambung atau GERD berat
- Deteksi kanker lambung
- Biopsi untuk H. pylori
- Pengangkatan benda asing yang tertelan
- Hentikan pendarahan saluran cerna
Persiapan sebelum prosedur
- 1Puasa 8 jam sebelum prosedur
- 2Hentikan obat pengencer darah (sesuai dokter)
- 3Bawa pendamping (efek sedasi)
- 4Lepaskan gigi palsu, perhiasan
- 5Cek darah lengkap dan pembekuan
Langkah prosedur
- 1Sedasi ringan (tidak harus bius umum)
- 2Anestesi lokal di tenggorokan (spray)
- 3Endoskop fleksibel dimasukkan via mulut
- 4Dokter memeriksa esofagus, lambung, duodenum
- 5Bisa ambil biopsi jika curiga lesi
- 6Bisa lakukan terapi (klip pendarahan, dilatasi, dll)
- 7Tarik endoskop perlahan
Pemulihan
Risiko & Komplikasi
- Sakit tenggorokan ringan
- Kembung
- Reaksi sedasi (mual, pusing)
- Perforasi (sangat jarang, <0.1%)
- Pendarahan setelah biopsi (jarang)
- Aspirasi (jarang dengan persiapan tepat)
Estimasi Biaya
BPJS: Gratis dengan rujukan. Swasta: Rp 1.5-5 juta (diagnostik), Rp 3-10 juta (dengan terapi/biopsi).
💡 Belum siap secara finansial untuk biaya tindakan ini? Pelajari opsi cicilan medis + dana kesehatan di panduankeuangan.id
Lindungi Keluarga dari Biaya Rumah Sakit yang Tinggi
Asuransi kesehatan Allianz dengan sistem cashless di rumah sakit rekanan Allianz. Konsultasikan kebutuhan keluarga Anda dengan agen tersertifikasi, gratis, tanpa kewajiban beli.
Referensi Medis
Disclaimer medis: Informasi tindakan medis ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan konsultasi langsung dengan dokter. Keputusan untuk menjalani tindakan harus berdasarkan diskusi mendalam dengan dokter spesialis yang menangani Anda.