Endoskopi Lambung (Gastroskopi)
Pemeriksaan untuk **melihat langsung bagian dalam kerongkongan, lambung, dan usus dua belas jari** menggunakan **selang lentur berkamera (endoskop)** yang dimasukkan lewat mulut.
Kapan tindakan ini dilakukan?
- Mencari penyebab nyeri ulu hati yang menetap atau asam lambung/GERD berat yang tak membaik dengan obat
- Dugaan tukak (luka) lambung, sulit menelan, atau muntah darah/BAB hitam karena perdarahan saluran cerna
- Sekaligus dapat mengambil sampel jaringan (biopsi), memeriksa bakteri H. pylori, atau menghentikan perdarahan
Persiapan sebelum prosedur
- 1Puasa beberapa jam sebelum tindakan agar lambung kosong dan pandangan jelas
- 2Beri tahu dokter soal obat pengencer darah, diabetes, alergi, dan penyakit jantung/paru
- 3Jika memakai sedasi, siapkan pendamping karena tidak boleh menyetir setelahnya
Langkah prosedur
- 1Tenggorokan disemprot bius lokal dan biasanya diberi obat penenang (sedasi) agar nyaman
- 2Endoskop lentur berkamera dimasukkan lewat mulut, lalu menyusuri kerongkongan, lambung, hingga usus dua belas jari
- 3Dokter mengamati lapisan dalam di layar dan bila perlu melakukan biopsi atau tindakan menghentikan perdarahan
Pemulihan
Risiko & Komplikasi
- Nyeri tenggorokan dan kembung sementara
- Jarang: perdarahan atau perlukaan dinding saluran cerna
- Termasuk pemeriksaan yang aman dan rutin dilakukan
Estimasi Biaya
BPJS: ditanggung sesuai indikasi medis dan rujukan. Swasta: Rp 1.500.000-5.000.000.
Biaya naik bila disertai biopsi, pemeriksaan H. pylori, atau sedasi.
💡 Belum siap secara finansial untuk biaya tindakan ini? Pelajari opsi cicilan medis + dana kesehatan di panduankeuangan.id
Lindungi Keluarga dari Biaya Rumah Sakit yang Tinggi
Asuransi kesehatan Allianz dengan sistem cashless di rumah sakit rekanan Allianz. Konsultasikan kebutuhan keluarga Anda dengan agen tersertifikasi, gratis, tanpa kewajiban beli.
Referensi Medis
Disclaimer medis: Informasi tindakan medis ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan konsultasi langsung dengan dokter. Keputusan untuk menjalani tindakan harus berdasarkan diskusi mendalam dengan dokter spesialis yang menangani Anda.