Endoskopi
Endoskopi Lambung (Gastroskopi)
Pemeriksaan untuk **melihat langsung bagian dalam kerongkongan, lambung, dan usus dua belas jari** menggunakan **selang lentur berkamera (endoskop)** yang dimasukkan lewat mulut.
Durasi
15-30 menit (lebih lama bila ada tindakan tambahan)
Pemulihan
Pulih beberapa jam, terutama bila pakai sedasi. **Tenggorokan dapat terasa tidak nyaman sebentar**.
BPJS
Ditanggung
Disusun Tim Redaksi SehatkuDiperbarui 5 Juni 2026
Kapan tindakan ini dilakukan?
- Mencari penyebab nyeri ulu hati yang menetap atau asam lambung/GERD berat yang tak membaik dengan obat
- Dugaan tukak (luka) lambung, sulit menelan, atau muntah darah/BAB hitam karena perdarahan saluran cerna
- Sekaligus dapat mengambil sampel jaringan (biopsi), memeriksa bakteri H. pylori, atau menghentikan perdarahan
Persiapan sebelum prosedur
- 1Puasa beberapa jam sebelum tindakan agar lambung kosong dan pandangan jelas
- 2Beri tahu dokter soal obat pengencer darah, diabetes, alergi, dan penyakit jantung/paru
- 3Jika memakai sedasi, siapkan pendamping karena tidak boleh menyetir setelahnya
Langkah prosedur
- 1Tenggorokan disemprot bius lokal dan biasanya diberi obat penenang (sedasi) agar nyaman
- 2Endoskop lentur berkamera dimasukkan lewat mulut, lalu menyusuri kerongkongan, lambung, hingga usus dua belas jari
- 3Dokter mengamati lapisan dalam di layar dan bila perlu melakukan biopsi atau tindakan menghentikan perdarahan
Pemulihan
Pulih beberapa jam, terutama bila pakai sedasi. Tenggorokan dapat terasa tidak nyaman sebentar.
Risiko & Komplikasi
- Nyeri tenggorokan dan kembung sementara
- Jarang: perdarahan atau perlukaan dinding saluran cerna
- Termasuk pemeriksaan yang aman dan rutin dilakukan
Estimasi Biaya
BPJS Kesehatan menanggung
BPJS: ditanggung sesuai indikasi medis dan rujukan. Swasta: Rp 1.500.000-5.000.000.
Biaya naik bila disertai biopsi, pemeriksaan H. pylori, atau sedasi.
💡 Belum siap secara finansial untuk biaya tindakan ini? Pelajari opsi cicilan medis + dana kesehatan di panduankeuangan.id
Referensi Medis
Disclaimer medis: Informasi tindakan medis ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan konsultasi langsung dengan dokter. Keputusan untuk menjalani tindakan harus berdasarkan diskusi mendalam dengan dokter spesialis yang menangani Anda.