Lewati ke konten
Endoskopi

ERCP (Endoskopi Saluran Empedu & Pankreas)

Prosedur gabungan **endoskopi dan sinar-X** untuk memeriksa sekaligus **mengobati gangguan saluran empedu dan pankreas** — misalnya **mengeluarkan batu** atau **memasang stent** pada saluran yang tersumbat.

Durasi
Sekitar 30-90 menit, tergantung tindakan yang diperlukan.
Pemulihan
Pasien **dipantau beberapa jam hingga sehari** setelah tindakan. Tenggorokan bisa terasa tidak nyaman sementara. SEGERA ke **IGD/119** bila muncul **nyeri perut hebat yang menetap, demam tinggi/menggigil (tanda kolangitis), muntah darah, BAB hitam, atau perut makin kembung dan keras** — ini bisa tanda **pankreatitis pasca-ERCP, perdarahan, atau infeksi** yang butuh penanganan darurat.
BPJS
Ditanggung
Disusun Tim Redaksi SehatkuDiperbarui 5 Juni 2026

Kapan tindakan ini dilakukan?

  • Mengeluarkan batu di saluran empedu yang menyumbat aliran cairan empedu
  • Memasang selang (stent) bila saluran tersumbat, misalnya oleh tumor pankreas atau empedu
  • Melebarkan saluran empedu/pankreas yang menyempit
  • Mengatasi penyumbatan penyebab kuning (ikterus), nyeri, atau infeksi saluran empedu (kolangitis)
  • Catatan jujur: bila tujuannya hanya melihat saluran tanpa tindakan, sering dipilih pemeriksaan tanpa risiko ini, misalnya MRCP

Persiapan sebelum prosedur

  1. 1Puasa beberapa jam sebelum tindakan sesuai arahan dokter (karena pakai bius/sedasi)
  2. 2Beri tahu semua obat rutin — terutama pengencer darah — dan riwayat alergi (termasuk zat kontras)
  3. 3Sampaikan bila sedang hamil, punya penyakit jantung, atau gangguan ginjal
  4. 4JANGAN menghentikan atau mengubah dosis obat (termasuk antibiotik) sendiri — ikuti instruksi dokter yang merawat
  5. 5Atur pendamping untuk mengantar pulang karena efek bius bisa membuat mengantuk

Langkah prosedur

  1. 1Pasien diberi bius/sedasi agar nyaman dan tidak sakit
  2. 2Selang lentur (endoskop) dimasukkan melalui mulut menuju kerongkongan, lambung, hingga usus dua belas jari (duodenum)
  3. 3Lewat endoskop, zat kontras disuntikkan ke saluran empedu dan/atau pankreas
  4. 4Saluran difoto dengan sinar-X untuk melihat sumbatan, batu, atau penyempitan
  5. 5Bila perlu, dokter langsung melakukan tindakan: mengeluarkan batu, memasang stent, atau melebarkan saluran yang menyempit

Pemulihan

Pasien dipantau beberapa jam hingga sehari setelah tindakan. Tenggorokan bisa terasa tidak nyaman sementara. SEGERA ke IGD/119 bila muncul nyeri perut hebat yang menetap, demam tinggi/menggigil (tanda kolangitis), muntah darah, BAB hitam, atau perut makin kembung dan keras — ini bisa tanda pankreatitis pasca-ERCP, perdarahan, atau infeksi yang butuh penanganan darurat.

Risiko & Komplikasi

  • Pankreatitis pasca-ERCP (radang pankreas) — risiko khas dan paling penting; bila berat dapat mengancam nyawa
  • Perdarahan, terutama setelah pemotongan/pelebaran saluran
  • Infeksi saluran empedu (kolangitis) — ditandai demam dan menggigil
  • Jarang: robekan (perforasi) saluran atau dinding usus
  • Reaksi terhadap zat kontras atau efek samping bius/sedasi

Estimasi Biaya

BPJS Kesehatan menanggung

BPJS: ditanggung dengan indikasi medis & rujukan sesuai prosedur. Swasta: kisaran Rp 8.000.000-30.000.000+, tergantung tindakan (mis. pemasangan stent) dan rumah sakit.

Biaya sangat bervariasi mengikuti jenis tindakan dan kelas rumah sakit. Konfirmasi langsung ke fasilitas kesehatan.

💡 Belum siap secara finansial untuk biaya tindakan ini? Pelajari opsi cicilan medis + dana kesehatan di panduankeuangan.id

Proteksi Kesehatan

Lindungi Keluarga dari Biaya Rumah Sakit yang Tinggi

Asuransi kesehatan Allianz dengan sistem cashless di rumah sakit rekanan Allianz. Konsultasikan kebutuhan keluarga Anda dengan agen tersertifikasi, gratis, tanpa kewajiban beli.

✓ Cashless di RS rekanan✓ Klaim cepat✓ Konsultasi gratis
Konsultasi Gratis

Referensi Medis

  1. 1. Kemenkes
  2. 2. PAPDI
  3. 3. WHO

Disclaimer medis: Informasi tindakan medis ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan konsultasi langsung dengan dokter. Keputusan untuk menjalani tindakan harus berdasarkan diskusi mendalam dengan dokter spesialis yang menangani Anda.